16 - Buku Kunci

22.7K 3.8K 5.4K
                                        

Heran deh yang mau GA banyak banget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Heran deh yang mau GA banyak banget. Guys, hanya ada dua pemenang. Pertama dapat buku Juno, kedua dapat buku The Critical Melody (novel teenlit setebal 550 halaman) karya saya. Jadi, siap-siap adu sikut aja.

Aturannya sederhana. Dan nggak ribet harus follow ini itu.

1. Komentar 'Aku Ikut' sebagai tanda keikutsertaan kamu dalam kontestasi Giveaway ini. Dan supaya saya mengenali akun peserta yang berkomentar. Komentar 'Aku Ikut' di sini.

Btw, saya selalu baca tiap komentar kalian tanpa terlewatkan loh. Dan saya cukup jeli.

2. Jadi pembaca yang aktif berkomentar di setiap unggahan Juno sejak bab 16 sampai tamat. Juga di akhir cerita akan diminta ulasan/review/testimoni tentang cerita Juno, jadi siapkan ulasan termantap ya.

3. Komentarnya yang bagaimana? Tidak harus selalu komentar positif. Koreksi typo saja bagi saya itu berarti banget. Yang jelas bakal ada faktor x dari komentar kamu yang bakal bikin saya tertarik untuk memenangkan kamu.

Jangan khawatir, biasanya yang menang nambah satu karena saya suka iba. Hehehe. Pengumuman di akhir part. 🙂

Dah gitu aja. GA dari saya nggak ribet. Selamat membaca.

PS: Saya memang udah niat mau ngadain GA setelah Juno udah chapter belasan. Karena kalau GA di awal saya masih belum pede dengan cerita Juno. Sekarang sudah pede. Hehe

___________________________

***
CHAPTER 16

[Estu Herjuno]

"Setiap kelahiran pasti diberi pendampingan yang disediakan oleh Tuhan. Saat lo lahir, lo nggak serta merta lahir sebagai makhluk tunggal yang cuma berkawan dengan manusia sedarah lo. Tapi, ada hal-hal yang bersifat tak kasat mata juga menyertainya. Malaikat dan sosok Jin Qorin," Mas Bahri menjelaskan. Gue bahkan nggak boleh menyentuh buku itu. Dan Mas Bahri nggak membuka buku itu sama sekali. Atau belum. "Malaikat mungkin akan mendorong lo untuk selalu melakukan hal-hal baik. Tapi yang satunya lagi, Qorin, dia akan menjadi tergantung siapa lo. Apakah dia akan berperan sebagai Sinonim atau Antonim."

"Sinonim dan Antonim?"

"Yep," Mas Bahri mengangguk. "Sosok itu akan menjadi baik apabila lo terus-terusan berbuat baik sampai membuatnya terbiasa. Sebaliknya kalau lo sering melakukan keburukan, dia juga akan menjadi cerminan buruk lo."

"Oke, gue paham. Terus?"

"Nah, Sinestesia yang berevolusi adalah sebuah energi yang terlahir dari kekuatan semesta dan diwariskan kepada beberapa manusia. Dan karena sinestesia terlahir, maka dia juga memiliki Sinonim dan Antonim. Yang mana wujudnya berupa dua energi yang sifatnya menyamai kekuatan sinestesia atau justru berlawanan. Namun, sinestesia hanya akan berevolusi bagi orang-orang yang berakal jenius dan berhati baik. Malaikat adalah sinonim dari kebaikan sinestesian. Makanya-."

The Girl From Tomorrow [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang