28 - Pertemuan Khusus

19.6K 2.7K 2.5K
                                        

Selamat malam, kalian!

Nungguin Juno nih?

Oke ini, selamat menyantap.

Eit, tapi bab ini adalah bab spin-off. Artinya, bab ini nggak akan ada di dalam buku. Jadi saya akan menyajikan beberapa bab yang menceritakan di balik alur utama cerita Juno, Jangan Baper. Seperti waktu sudut pandang Dennias itu loh.

Tapi, kali ini bukan dari sudut pandang siapa pun. Diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga alias dari pengarangnya sendiri.

Selamat membaca, selamat menikmati.

Tapi, vote dulu dong biar cool. hehe. 

Untuk baca cerita ini, saya mewajibkan kalian sambil memutar lagu instrumental berjudul Blessing The Rain by Ivan Torren. Percaya deh, imajinasi kalian bakal ajib bener dah. Adventure Vibe.

***

_________

***

CHAPTER EXTRA

Cepat dan pasti, sesosok perempuan berparas akhir dua puluhan menunggangi unicorn yang menyihir udara menjadi padat sehingga bisa ia pijak layaknya tanah. Mereka melaju seperti angin yang membumbung tinggi di atas Jakarta. Di belakang mereka, ribuan kawanan Adriel terbang mengikuti. Kerlip cahaya kekuningan turut mengiring arah tapak jejak unicorn itu. Kepak sayap Adriel tidak terdengar seperti kepak sayap burung atau pun serangga. Apalagi ketika mereka terbang berbondong-bondong, yang bersuara bukan sayapnya, tapi pendaran cahaya mereka, seperti nyanyian paus. Gelombang suara yang selembut itu meliuk-liuk dari atas sana. Bahkan sampai terdengar oleh beberapa penduduk Jakarta yang cukup fokus. Tidak ada alasan lain kepergian mereka selain titah Sang Pengadil dan upaya memata-matai balik sosok penguntit lintas dimensi. Dan malam itu, Jakarta dihujani aroma mawar yang sangat pekat dan menenangkan.

Tak lama kemudian mereka sudah mulai memasuki wilayah udara di atas perairan menuju Selat Sunda. Itu adalah titik temu perairan antara pulau Jawa dan Sumatera. Tujuan mereka adalah titik tengahnya. Karena tidak ada pertemuan yang paling aman kecuali di atas lautan yang jauh dari manusia.

"Lo sudah ngasih tahu mereka kita ketemunya di sana?" tanya Rosie.

"Iya. Pesan gue sudah diterima oleh beberapa dari mereka."

Satu Adrian jantan yang menjadi pemimpin terbang mendekati wajah Rosie. "Wah, aku merasa sudah sangat merdeka! Tidak menyangka akan terbang sebebas ini lagi."

Rosie memutar bola matanya. "Helo? Lo kurcil-kurcil dibangkitkan lagi justru karena pertempuran akan dimulai. Simpan seruan merdeka kalian buat nanti."

Adrian itu tersenyum genit. "Aku suka pesonamu. Demi serbuk sariku, kau, sempurna! Setelah ini kita menikah, bagaimana?"

Satu sulur menjulur dari balik rambut Rosie dan melilit Adriel itu. Lalu dilemparlah makhluk kecil itu ke belakang kawanannya. Terdengar suara teriakan kecil ketika dia terlempar.

Tak lama kemudian Adrian itu berhasil menyusul lagi. "Ayolah, cantik."

Dan satu sulur keluar lagi, namun kali ini sulur itu penuh duri. Adrian itu terkejut lantas mengepakkan sayapnya mundur. Terdengar tawa-tawa kecil dari kawanan Adrian lainnya di belakang.

Sejurus kemudian suara pekikkan elang terdengar dari balik awan. Lalu suara itu mendekat saat sesosok laki-laki muda dengan sayap elang yang kokoh terbang menukik dari udara yang lebih tinggi untuk bergabung dengan mereka. "Gue belum telat kan?" seru sosok itu. Namanya Nikolas, Sinonim yang merasuki elang sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Di dunia ini Nikolas menjadi aktor dan pernah memainkan beberapa film laris. Parasnya yang menawan dan manusiawi membuat tidak ada satu manusia yang menyadari bahwa sesungguhnya dia adalah Sinonim.

The Girl From Tomorrow [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang