15 - Sang Pengadil

21.7K 3.7K 1.6K
                                        

Eh, Juno udah 100K reads

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Eh, Juno udah 100K reads. Effortless 💥

Jadi pengin giveaway iPong 11 Pero deh kalau punya duit banyak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jadi pengin giveaway iPong 11 Pero deh kalau punya duit banyak.

Dan makasih sudah pada ramein bab 14 kemarin. Mainkan lagi ah komentarnya 😄✌🏻

***

Nemu typo lapor lagi aja. Saya nggak marah kok. Biar nggak capek-capek sweeping sayanya. ❄️
__________________________

CHAPTER 15

[Estu Herjuno]

"Coba kalau tahu lo lagi sakit gini. Pasti gue nggak bakal ngontak lo terus," kata Alan dengan wajah bingung. Untuk pertama kalinya sejak kami kenal, baru kali ini gue melihat wajah Alan yang penuh empati. Dia menunjukkan sedikit rasa bersalah. Terlebih setelah tadi Kikan bentak Alan dan bilang kalau gue mulai parah sejak tercebur di kolam.

Alan menghampiri gue ke kelas ketika jam pulang. Naga sedang absen makanya Alan datang sendirian, dan akhirnya kami ngobrol cuma berdua.

"Jun, gue-," dia menjeda ragu. Catat, akhirnya Alan memanggil gue 'Jun' bukan 'Jon'. "Nggak tahu lo kayak gini asli."

"Memang nggak harus tahu juga," kata gue.

"Harus tahu lah. Kita kan satu tim."

"Sekarang lo baru bilang kalau kita ini tim? Lo tahu nggak apa yang membuat gue akhirnya kecewa?"

Alan terdiam.

"Kepercayaan dari gue yang disepelekan sama kalian," gue melanjutkan. "Kalian berdua itu egois. Padahal gue ngasih syarat buat gabung itu nggak bercanda." Gue mau terus terang aja.

"Tapi kalau sejak awal lo bilang punya sakit semacam itu mungkin gue sama Naga bakal bisa lebih terkendali."

"Nggak semua orang nyaman menceritakan kesakitannya, Lan," ujar gue tanpa basa-basi lagi, "Mungkin kalau cuma pilek atau demam nggak masalah. Tapi lo sekarang lihat sendiri. Gue napas dan pergi ke mana-mana aja harus ditopang alat ginian."

The Girl From Tomorrow [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang