Pagi yang dikira masih berkabut ternyata tidak.
Sang mentari telah bersinar, menyinari jiwa selaksa rindu ini.
Aku melihat dari sudut matanya, ia kecewa denganku.
Ini memang salahku.
Terlalu egois untuk mencintainya.
Aku sudah lupa.
Aku tidak ingat tapi ada saja yang mengingatkanku.
Mereka temanku, telah membuat aku gagal dalam melupa.
Tapi,semenjak kejadian itu.
Aku merasa bahwa jiwa ini salah.
Salah untuk tetap mengingat dia.
Aku adalah aku.
Seseorang yang mencintaimu dan menyayangimu dengan tulus tanpa kata tapi dan tanpa karena.
Penjelasanku tidak pernah kau rasa.
Semua mimik dari wajahku terlihat hambar di matamu.
Senyum yang aku berikan kepadamu, itu adalah senyum palsu.
Semuanya selalu palsu.
Melihat kenyataan seperti ini, aku hanya menjadi beban di rasa mu.
Aku ingin di mengerti tapi tidak mampu untuk mengerti dengan segala apa yang kamu titah.
Cukup .
Aku tidak ingin berdebat dengan frasa yang aku buat
Aku hanya menulis apa yang harus aku tulis.
Secarik lembar yang akan menjadi saksi nyata bagi mu.
Terserah, jika memang tidak mempercayai ku.
Namun nyatanya, aku yakin.
Kamu adalah pemilik hati sebenarnya.
Terimakasih.
Telah memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Walau aku tahu, dalam jiwa mu ada kemarahan dan kekecewaan atas semua sikapku.
-mzdniaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Sendu⚘
Puisi[Bangil'May22] ; sengaja menulis ini, berbagi cerita dan asa yang pernah aku bingkai sendiri. tanpa menggunakan bantuan siapapun, aku berhasil mengungkapkan meski hanya lewat untaian kata🌻 ||happy enjoyed!|| 👉don't forget to like and coment . . Ad...
