3.5|Temu Kangen

1.3K 102 2
                                        

"Jadi lo di Jakarta?" Jayendra mengangguk saat mendengar pertanyaan Jevara.

"Buset sebulan lagi mau UN lo malah sibuk pindah sekolah" Jayendra dan Jevara tertawa saat mendengar ucapan Harsa.

"Gue gak pindah, gue lanjut homeschooling jadi nanti ujiannya disekolah yang di Surabaya" dua teman Jayendra mengangguk. Tanda mengerti.

"Main ayok, besok Sabtu nih" ajak Jevara, Jayendra hanya mengangguk mengiyakan, tak ada salahnya kan? Jayendra kembali untuk bersenang-senang.

~*~

"Awwwww gue tuh kangen bangeeeeeeet ama lo tau gak?" Harsa memeluk Jayendra erat, ia benar-benar merindukan teman sepermainannya sedari taman kanak-kanak itu.

"Gak usah alay anjir, cuman gak ketemu berapa bulan doang" ujar Jayendra, tak tahu saja bahwa Harsa sudah tersenyum masam.

Mereka sekarang tengah berada disalah satu cafe, tempat biasa jika anak remaja tanggung itu ingin berkumpul.

"Jadi lu lanjut Homescholing? enak dong kaga perlu ke sekolah haha" tanya Jevara, Jayendra hanya memutar bola mata malas. Padahal jika bisa Jayendra tidak mau Homescholing.

"mata lu enak, gue belajar sehari 6 jam, iye bentar, tapi gak bisa nyuri-nyuri buat tidur, nguap dikit aja gurunya udah melotot ngeliat gue, serem banget anjir" Harsa dan Jevara tertawa, tahu betul kalau Jayendra sering tertidur ketika kelas berlangsung, menahan mata untuk tidak mengantuk selama 6 jam pasti akan terasa sangat sulit.

"lah emang gak ada break nya? langsung trobos 6 jam? kagak pecah pale lu?" Jayendra mengangguk, meminum americano miliknya, untuk kalian tahu, Jayendra ini sangat mencintai americano bahkan ia bisa meminum kopi itu dalam 8 shoot untuk satu gelas nya.

"ada, 10 menit tiap 2 jam, pegel anjir, baru buka tiktok bentar udah habis aja jam istirahatnya nya" ujar Jayendra.


setelahnya handphone Jayendra bergetar, ah Rendy dan Yalsa menelfon.

"sape tuh?" tanya Jevara, Jayendra tersenyum.

"temen gue di Surabaya, dia nih yang nolongin gue pas hampir mati di Surabaya" Harsa dan Jevara yang tahu kisahnya hanya ber oh ria, mereka penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Jayendra.

"kowe i mentang-mentang wes neng Jakarta lali karo konco, dadi males aku arep nelpon-nelpon kowe, iki nek gak gara-gara Rendy, ra gelem aku nelpon kowe" Jayendra tertawa mendengar ucapan Yalsa, begitu pula dengan Harsa, Harsa mengerti bahasa jawa, karna Mama kandung nya adalah orang jawa.

(trans: kamu ini mentang-mentang sudah di Jakarta jadi lupa sama temen, jadi males aku mau nelpon-nelpon kamu, ini kalau bukan karna Rendy gak mau aku nelpon kamu)

"that your friends in Jakarta?" Tanya Rendy saat melihat ada Jevara dan Harsa. Jayendra mengangguk. Harsa terdiam saat melihat tampang Rendy, ia merasa tak asing dengan wajah remaja yang berbadan kecil itu.

"Loh, gue ngerasa kenal sama ni bocah, bentar gue inget-inget dulu" sahut Harsa.

"aku i sepupu mu cok, makanya kowe kalau lagi kumpul keluarga jangan main HP mulu" Rendy yang mendengar ucapan Harsa ikut bersuara.

"HAH ANJIR, LO SEPUPU GUE?" Yah, biarkan lah anak remaja itu mengahabiskan waktu bersama.

Dear Abang {Na Jaemin}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang