"Bisa gak sih jangan berisik? " ujar laki-laki yang tengah duduk di balkon kamarnya sembari menatap tajam ke arah seberang yang tidak jauh dari balkonnya.
"terserah gua, ini kan party gue, dirumah gue jugaan! jadi jan sewot!" ujar laki-laki yang le...
Kalian bosen gak kalau satu part tuh panjang? Kalau iya, gimana kalau setiap part kita pendekin?
Gimaneee? ヽ(`⌒´)ノ
. . .
Stay reading ajaaa yee~
. .
"Hoahaaam...sumpah gue masih ngantuk! " ujar laki-laki yang masih mengumpulkan nyawanya yang sejak tadi ia paksa untuk bangkit.
"dan lo buat gue tambah puyeng! Kenapa lo jalannya cepet kayak bekicot gitu sih?! Bisa lambatin kan? Ditauin kalau orang ganteng baru bangun! Anjirlah gue di abaikan!" ujar laki-laki itu misuh-misuh kayak emak-emak gak di kasih diskon kalau belanja(¬_¬) dasar seme sempong!
"untung gue udah jalan lumayan jauh sama tuh kutil, kalau enggak, udah malu gue diliat orang-orang jalan sama orang yang kepedean kayak dia! Isi acara bicara sendiri gitu lagi, kan kayak orgil, untung cakep kalau kaga udah di karungin trs dibawa deh ke rsjgd (rumah sakit jiwa gawat darurat) " ujar laki-laki kurus dan lebih pendek dari laki-laki dibelakangnya.
"Hueningkai~ pelan-pelan dong jalannya, gue capek tau! Harus ngejar lo! " ujar laki-laki yang memanggil laki-laki yang bernama Hueningkai itu, yang hanya berjarak 1 meter darinya itu.
"gue gak pernah nyuruh lo ngejar gue,Choi Soobin! " jawab laki-laki yang bernama Hueningkai itu. Mereka berdua tuh bagaikan pasangan yang lagi marahan tau gak dan bagusnya lagi mereka gak sadar kalau banyak orang yang liat mereka teriak-teriak hanya untuk adu bacot -_-||
"mereka gila ya? "
"anak jaman sekarang "
"yaampun kok sweet banget sih!!! Kyaa ❤"
"yang cowok ganteng dibelakang itu pasti lagi di ambekin sama yang cowok cantik di depan itu, yaampun makk aku dapet totonan BL gratissss!! 😍😍"
Dan lain-lainnya. Banyak yang tetap jalan namun matanya menghadap ke arah laki-laki yang adu bacot itu. Dan ada juga orang yang mau berhenti dan menonton bagaimana adegan romantis di mata mereka. Yang padahal realita nya tidak seindah ekspetasi.
"Kai, lo ngerasa gak sih kalau dari tadi kita di liatin gitu? " tanya laki-laki yang bernama Soobin ini yang sudah menyeimbangi jalannya dengan laki-laki yang bernama Hueningkai.
"syukur lo nyadar, maunya gue diemin sampai otak lo balik ke ubun-ubun" ujar Hueningkai yang memang mulutnya kurang sedikit di oplas.
"lo suka kalau kita di bilang lovers? " tanya Soobin yang langsung buat Hueningkai menatapnya sinis.
"jijaaaay gw! Nih ya, Jikalau pun gw belok, gw gak bakal milih lo juga, Bin! Ogah dah! " ujar Kai yang sekarang lari menuju supermarket yang sudah berada di depan mata.
Ngejleb sekalay kata-kata anda nyonyaaaa, huhuhu π_π -Batin Soobin
Soobin pun ikut berlari mengejar Kai yang sudah berada di dalam supermarket.
"banyak banget belanjaan nya" ujar Soobin yang melihat betapa sibuknya makhluk di depannya ini.
"iyalah, soalnya bahan-bahan dirumah habis " sahut Kai yang masih fokus pada barang di depannya. Soobin mengambil keranjang yang Kai bawa tadi, Soobin tau benar kalau keranjang ini berat.
"biar gue yang bawain, rugi dong lo bawa gue kalau gue ga guna" ujar Soobin yang ngekor di belakang Kai.
"lah itu nyadar" ujar Kai yang cuma disenyumin miris sama Soobin.
Kalau diliat-liat mereka memang sangat cocok di bilang sepasang kekasih. Kai bisa saja dibilang cewek tomboy, karena memang tubuhnya lebih ke arah cewek.
Soobin lagi asik-asiknya belanja, eh malah isi acara pegang-pegangan tangan sama orang gak dikenal.
"maaf, eh- S-Soobin? " ujar seseorang yang tak sengaja mengambil barang yang sama dengan Soobin.
"Ryujin " Soobin langsung menaruh keranjang yang tadi ia bawa dan langsung memeluk perempuan yang bernama Ryujin itu.
"Kenapa gak pernah bales pesan gue? Kemana aja dari dulu? "
Pertanyaan mulai muncul dari pikiran Soobin sampai lupa akan keberadaan Hueningkai disampingnya.
Hueningkai sempat terkejut dengan acara peluk-pelukan mereka berdua. Ia hanya memutar bola mata malas dan mangambil belanjaan nya lalu pergi ke kasir. Neh kan Ning-ning pergi, Soobin sih 〒_〒
"Soobin kamu udah tinggi banget ya" ujar Ryujin sembari mengelus pucuk rambut milik laki-laki tinggi di depannya.
"Ryujin, maaf aku malah peluk kamu gitu aja, nanti kalau pacar kamu marah bilang aja aku adik sepupu-" belum sempat Soobin menyelesaikan kalimatnya, sudah dipotong oleh Ryujin.
"aku ga punya pacar, Soobin" ujar Ryujin sembari mengelus pipi Soobin lembut. Soobin yang dielus langsung memundurkan badannya karena refleks dan langsung berbalik ke arah belakangnya.
"anjir! Hueningkai! " batin Soobin
"Ryujin aku duluan ya! Tadi aku kesini sama temen aku, kayaknya dia udah keluar, aku duluan ya" ujar Soobin lalu berlari keluar dari supermarket itu.
Ryujin mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"kenapa sayang? " ujar seseorang dari seberang sana.
"gue mau putus"
"kenapa? "
"tau kan, kalau kita udah gak cocok lagi dan juga gue udah ketemu hal yang lebih menarik dari lo, jadi bye"
"tung-"
"jangan hubungi gue lagi"
Tut
. . . .
Jijiq tapi nyebelin -Ningning
Kai pasti marah -Binbin
Seberapapentingnyasihtuhtemen?! -Ryujin
. . .
Kok jadi dramatis gini? Gapapa lah yaww, kayaknya seru(╥﹏╥)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*ekspresi Hueningkai saat melihat sesi peluk-pelukan Soobin