"Soobin gue bercanda yang kemarin sumpah, demi saus tiram! " ujar Hueningkai yang semakin di sudutkan ke lemari milik Kai.
Ini mereka lagi di dalam kamar Hueningkai, niatnya sih belajar cuz beberapa hari lagi bakal ulangan.
Tapi, malah beda hasilnya.
"bercanda sih bercanda, tapi harus nempel gitu sama kak Joy? " tanya Soobin dengan tatapan dinginnya.
"itu bukan nempel, astagaaah, itu gue lagi beneran nanya something ke dia, please bin jangan emosian" ujar Hueningkai yang ingin melepaskan cengraman Sooobin. Namun, gagal.
"Kai, lo sempet bilang bakal ngelakuin yang terbaik kan? "
JRENG JRENG, PERTANYAAN YANG SELALU GUE HINDARI, WHY TIBA-TIBA MUNCUL?! -Hueningkai
"hahaha, kapan yaa, hmmm" ujar Hueningkai sembari mengalihkan pandangannya.
Soobin sudah tau itu, "gue juga pernah bilang kalau gue lama kelamaan susah ngendaliin diri" ujarnya.
"dan lo harus dapet hukuman karena nempel-nempel ganjen ke orang lain" tambah Soobin lagi.
Mata Hueningkai melotot, "mana ada ganjen! Lo ngeyel ih! " ujar Kai. Yang gak akan ngubah pemikiran seorang Soobin.
Ini udah 4 bulan mereka resmi pacaran. Se-isi sekolah belum pada tau, kecuali temen deket Kai dan Soobin. Kalau semua tau, pada heboh tuh sekolah.
"Soobin, belajar dulu deh" ujar Kai yang dapat gelengan keras dari Soobin.
Kai sudah di lempar ke atas ranjangnya. Dan itu mengartikan Soobin seriua dengan apa yang dia katakan tadi.
Mulau dari kening lalu turun ke hidung, pipi kanan, lalu pipi kiri.
Sempat bertatapan sekitar 1 menit untuk saling pandang. Setelahnya, Soobin mencium bibir Kai dengan lembut dan lama kelamaan melumatnya dengan mendominasi.
Hueningkai mulai menepuk-nepuk bahu Soobin, sepertinya oksigen nya habis.
"huff, huff, mauh bunuh w ya loh? " ujar Kai yang menatapnya tajam.
Soobin tak menggubris nya sedikitpun. Malah kembali memperdalam ciuman mereka. Sembari membuka pakaian Kai dan meloroti celana nya, sehingga menyisakan celana dalamnya saja.
Merasa tidak adil, kai juga memberontak untuk menyuruh Soobin melepaskan bajunya.
"baju lo juga " ujar Kai.
Mereka begitu santai melakukan itu, karena kedua orang Kai sedang menengok nenek nya ke luar kota. Dan itu cukup jauh.
"Ah! Hepnh"
Suara-suara kecupan mulai terdengar.
Rasanya tidak cukup hanya bibir Kai yang di gigit, Soobin mulai turun dan menjelajahi leher Kai dan mulai menjilat dan menggigit nya sehingga memperlihatkan gigitan dari seekor harimau kecil yang menggemaskan, karena cemburu.
"lo milik gue, titik"
"just mine! "
"okey!?"
Kai hanya mengangguk malu, melihat tingkah pacarnya yang seperti ini sungguh pemandangan yang sangat enak untuk di nikmati.
"love you" ujar Soobin lalu kembali mengecup bibir Kai sebentar dan kembali turun bermanja dengan nipple Kai.
"hmm, me more" sahut Kai yang hanya bisa menjambak rambut Soobin karena merasakan nikmat yang di buat oleh pacarnya.
.
.
.
.
.
Sudah hampir pukul 9 malam. Mereka melakukannya sudah hampir 3 jam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga | SOOKAI
Fanfiction"Bisa gak sih jangan berisik? " ujar laki-laki yang tengah duduk di balkon kamarnya sembari menatap tajam ke arah seberang yang tidak jauh dari balkonnya. "terserah gua, ini kan party gue, dirumah gue jugaan! jadi jan sewot!" ujar laki-laki yang le...
