9👽

1.2K 142 56
                                        

Hallo berjumpa lagi dengan gue, penulis abal-abalan. Apaan dh!

Yaudah tanpa banyak acot! Kalian bisa baca sepuas hati okeey...

Jika ada typo tolong kasih tau yaaa (๑•́ ₃ •̀๑)

Happy reading guyss ❤

Sudah terlihat dua pasang remaja yang tentunya berjenis sama yaitu laki-laki tengah tidur pulas tanpa menyadari sudah waktu nya untuk bangun dari tidurnya yang lelap. Mereka sekolah dan sekarang waktunya untuk bersiap-siap.

Bunda Jimin yang adalah seorang ibu rumah tangga itu harus membangunkan kedua anaknya itu secara paksa yaitu dengan menyirami mereka dengan air bekas cucian piring di dapur. Hanya itu satu-satunya cara. Siapa suruh kemarin berantem hebat? Rebut - rebutan bantal, kan begadang jadinya.

"Hueningkai! Soobin! Jika kalian tidak bangun dengan segera, isi baskom ini bunda tumpahin ke muka kesayangan kalian berdua! Bangun atau disiram?! " tanya Bunda Jimin yang sudah menjambak kedua rambut milik laki-laki yang masih tidur lelap.

"bentar bun" ujar laki-laki yang lebih kurus, tidak salah lagi jika itu adalah Hueningkai.

"bentar -bentar! Telat tau rasa kalian! " ujar Bunda Jimin dan tanpa keraguan sedikitpun langsung menyirami kedua manusia di depannya itu dengan campuran-campuran bahan untuk mencuci piring.

Hueningkai dan laki-laki yang bernama Soobin itu langsung bangun dan menatap bunda jimin kaget bukan main.

"bun genteng rumah bocor? " tanya Soobin.

"kalau bocor kok wangi ya? Tapi kek ada bau amis juga" ujar Hueningkai yang mengendus-ngendus piyama nya.

"mandi sekarang! Dan Soobin, Bunda Tae dan Papa Jungkook udah pulang, kamu cepet siap-siap! nanti kalian berangkat bareng atau bagaimana?! " tanya bunsa jimin sungguh tegas. Cocok jadi emak-emak kan ╮(╯▽╰)╭

"bareng" jawab Soobin. Namun, berbeda dengan Hueningkai.

"gak, aku naik bus" jawab Hueningkai lalu masuk ke dalam kamar mandinya dan mengabaikan kedua orang yang berada di kamarnya. Dasar anak pms! ◐.̃◐

"biar gitu bun, ntar Soobin cari dia, tenang aja okee" ujar Soobin sembari mengacungkan jempolnya.

"yaudah sana siap-siap! " ujar Bunda jimin lalu meninggalkan Soobin yang sekarang sendiri di kamar Hueningkai.

"oke, kalau gini harus cepet nih" ujar Soobin yang menarik sedikit senyum tipis dari sudut bibirnya.

Dan berakhir mereka berangkat berdua. Bukan Choi Soobin namanya kalau enggak suka maksa.

"Kai, ntar tunggu gue bentar ya" ujar Soobin yang masih fokus mengemudi.
"ngapain? " tanya Kai yang melirik ke arah lawan bicaranya.

"ntat gue ada latihan basket bentar, gapapa kan? " tanya Soobin dan manatap Kai disaat lampu merah sehingga mobil terhenti.

"yaudah si, gue kan bisa naik bus umum, suntuy aja" ujar Kai yang mengarahkan pandangan ke arah lampu lalu lintas.

"gabisa gitu, kalau ke sekolah lo bareng gue, pulangnya juga harus bareng gue, gue sebagai laki-laki harus tanggung jawab" ujar Soobin lalu kembali fokus ke depan disaat lampu warna merah itu berganti dengan warna hijau.

"bawel banget lu, yaudah iya" ujar Kai yang malas berdebat pagi-pagi gini.

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sekolah dengan suana yang hening di sepanjang perjalanan.

"yaudah gue ke kelas duluan ya" ujar Soobin yang berpisah dengan Kai karena kelasnya ada di lantai atas, sedangkan kelasnya Kai di lantai bawah.

Hueningkai cuma ngagguk dan pergi ke kelasnya. Saat ia melihat sekitar, begitu banyak anak-anak yang sudah ada di dalam kelas. Untung belum bel, jadinya gak telat.

Tetangga | SOOKAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang