Maap guys kalau lagunya enggak nyambung, tapi w lagi suka nih lagu :) lagi galau nih
.
.
.
.
Diluar sedang ada hujan badai yang melanda. Alay gak nih kalau di bilang hujan badai?
Yaudah ganti.
Diluar kamar Huening, lebih tepatnya di balkon Huening sedang ada hujan. Hujan nya tidak terlalu deras, hanya rintik-rintik kecil saja.
"Kai, kenapa diem di balkon kalau masih punya kamar huh? " tanya Papa Suga yang mengecek kamar Huening. Memang sudah biasa Papa Suga mengecek kamar putra semata wayang nya, itu pun jika ia tidak lembur di kantor.
Huening melihat ke arah Papa Suga yang sudah berdiri tepat di pintu balkonnya dan masih mengenakan baju kantornya.
"papa baru pulang? " tanya Hueningkai, seperti biasa memang suka mengabaikan pertanyaan seseorang. "udah makan? "
Papa suga hanya mengangguk dan kembali bertanya hal yang tadi.
"iyaa, soalnya lagi pengen liat hujan" ujar Hueningkai. Sekarang sudah pukul 10 malam lebih. Hanya menunggu waktunya ia mengantuk.
"lagi ada masalah? " tanya Papa Suga.
Kai hanya membalas dengan senyuman dan gelengan kecil. Suka ga jujur ya gini, ga berani nyaut takut gemeter mulutnya boonk.
"yaudah papa ke kamar ya, mau mandi, gerah banget" ujar Papa Suga yang juga membalas senyuman Kai.
"ajak bunda sekalian pah" goda Kai yang di langsung dibalas tawa kecil oleh papa suga.
"ada-ada aja kamu" ujarnya lalu meninggalkan balkon kamar Hueningkai.
"kalau jujur ke papa, jujurnya bilang apa? Gue sendiri gak ngerti perasaan gue sendiri, gimana mau cerita" ujar Huening pada dirinya sendiri. Lalu ia menatap seberapa rintik-rintik nya hujan.
Kai mengeluarkan earphone nya dan memasangkannya ke arah telinganya. Lalu, mulai menyalakan sebuah lagu.
Dengan mendengar lagu seperti ini rasanya feel untuk mendapatkan rasa hujan di hadapannya ini lebih dapat dan masalahnya sekarang ia malah teringat dengan kejadian tadi.
Huening menyentuh lembut bibir pinknya. Matanya mengarah pada balkon di hadapannya, biasanya ia pasti akan bertemu dengan orang yang paling ia kesal di dunia ini. Tapi, kenapa rasanya seperti kehilangan sesuatu jika manusia yang berada di balik balkon itu tidak ada?
"kenapa? Hiks, gue gak mau gini" ujarnyaa lalu menangis dengan keras seperti derasnya hujan yang berada di hadapannya ini. Perasaanya meluap dengan berjalannya lagu yang ia dengarkan.
Ceklek.
Huh?
Suara puntu terbuka, tapi pintu balkon di hadapannya itu tidak ada pergerakan. Berarti itu pintu balkonnya.
Dengan cepat Kai mengusap air mata yang tadi mengalir di pipinya. "bun, udah diajak mandi sama papa? Hehe" ujar Kai yang masih pura-pura menatap ke arah derasnya hujan.
"maaf kalau gue bukan bunda lo" ujar sessorang yang suaranya sangat di kenal oleh Kai. "kenapa lo gak bales chat gue? " tanya nya.
Kai membulatkan matanya melihat ke arah manusia yang basah kuyup di hadapannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga | SOOKAI
Hayran Kurgu"Bisa gak sih jangan berisik? " ujar laki-laki yang tengah duduk di balkon kamarnya sembari menatap tajam ke arah seberang yang tidak jauh dari balkonnya. "terserah gua, ini kan party gue, dirumah gue jugaan! jadi jan sewot!" ujar laki-laki yang le...
