14🐳 | WARNING 21+

3.6K 149 55
                                        

Happy reading guysss, semoga ada feel ^ω^


.
.
.

.
.
.



.
.




"Loh? Soobin kenapa, Kai? " tanya Bunda jimin yang sudah berada tepat di depan pagar rumah Hueningkai.

"t-tadi kita berantem bun, jadi yaaa gini" ujar Hueningkai dengan menyengir, "eh, bunda mau kemana rapi gini? "

Iya, memang benar kalau sekarang bunda Jimin mengenakan rok dan kemeja, sangat rapi. "bunda mau ke kantor papa kamu, dia ninggalin berkas pentingnya" ujar bunda Jimin.

"yaudah bunda berangkat ya, kalian jangan berantem lagi" ujar Bunda Jimin lalu pergi mengenakan mobilnya.

Untungnya Soobin dilihat tidur di dalam mobil, jadi tidak begitu mencurigakan.

Dengan sekuat tenaga Kai membantu Soobin berjalan dengan hati-hati. Lalu, sampai di dalam kamar Soobin.

Rumah Soobin sangat sepi, rasanya bunda Tae sedang menyusul suaminya ke kantor.

Benar yang di pikirkan Hueningkai, di sana ada secarik kertas dan ada tulisannya.

Soobin, bunda ada panggilan mendadak dari papa kamu, jadi obati ya tangan kamu, besok kita baku hantam!! Love you ❤

Itulah yang tertulis, hehe Hueningkai tertawa membacanya.

Niatnya bunda Tae baik gak sih?

"gue ambilin air"

Belum sempat Hueningkai menjauhkan badannya dari Soobin, ia sudah ditarik terlebih dahulu dan di tindih oleh Soobin.

Posisinya sekarang, Soobin di atas dan Hueningkai dibawah.

"B-bin lo udah sadar? " tanya Hueningkai.

Soobin masih menatap Hueningkai intens. "Kenapa lo gak percaya gue? Kenapa lo ninggalin gue? Gue salah apa? Apa salah gue kesel setiap lo sama cowok lain? Kenapa Hueningkai! " tanyanya dengan berbagai macam pertanyaan.

Tak bisa menjawab semua nya, Hueningkai memberontak ingin genggaman tangannya di lepas. Namun, semakin ia memberontak semakin kencang genggaman itu.

"Soobin, apa lo inget gue? " tanya Hueningkai.

"apa lo inget orang yang dulu selalu ngejagain lo di rumah sakit karena saking takutnya kehilangan seorang Choi Soobin, apa lo inget? "

"bahkan lo gak akan pernah nyadar seberapa besarnya suka gue sama lo di setiap detik gue liat lo! Gue mau benci lo, bin! Tapi kenapa selalu gagal? Hnngks"

Hueningkai menahan isakan tangisnya dan ingin terus menuangkan rasa yang selalu ia pendam bertahun-tahun.

"Bin, lo tau rasa suka gue terus tumbuh dengan kedekatan kita, walau hanya sebatas berdebat, itu udah buat jantung gue berdetak gak wajar, ngebuat pipi gue panas"

"mungkin itu semua gak penting buat lo, karena lo bahkan enggak berusaha untuk mengingat masa kecil lo! Gue benci ini semua! Kenapa lo harus nolongin gue saat itu?!!! Kenapa?! " tanya Hueningkai yang kesal dengan kejadian di masa lalunya.

Dimana saat itu, Soobin menolong seorang anak kecil yang bahkan tidak hendak berbicara sepatah kata pun. Karena kejadian yang menimpanya. Soobin selalu berpikir jika itu adalah salahnya. Salah dirinya yang meninggalkan anak kecil itu seorang diri.

"maaf" ucap Soobin lalu mengecup kening Hueningkai lembut.

"gue akan berusaha mengingat semua nya"

Tetangga | SOOKAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang