"skuy balek!"ajak kelvin.sambil menghampiri meja rendra dan gabriel dengan mengendong tas sebelah
"Gue ga pulang"balas rendra.
"Ngapain?"tanya gabriel
"Mau seleksi osis"
Gabriel terkekeh
"Semangat bro!"ucap gabriel.dengan menepuk punggung rendra
"Yoi"
"Kita pulang dulu!"pamit kelvin.sambil berjalan menuju pintu kelas dan diikuti gabriel dibelakangnya.
Kini kelas terlihat sunyi,walaupun suara riuh masih terdengar diluar kelas
Rendra pun memutuskan keluar dari kelasnya dan pergi menuju tempat dimana seleksi osis dilaksanakan
Ketika sedang berjalan dengan santainya,ia melihat hal yang sangat menyebalkan baginya,geram rasanya melihat hal itu
Rendra terdiam,ia memandang lekat kedua orang yang sedang bercengrama yang sedikit dibumbui becandaan ria,dan hal itu semakin membuat hati rendra sesak
Ingin rasanya menghampiri mereka,namun ia tak mau azika marah padanya,pasti azika akan membela zidan dari pada dia.
Rendra menghela nafasnya lalu melengos pergi,kembali menuju ketempat tujuan utamanya,dan rendra berjalan didepan azika dan zidan yang sedang asyik bercengkrama
Azika diam ketika melihat rendra berjalan melewatinya dengan wajah datarnya,azika menatap punggung rendra yang makin lama semakin menjauh,hatinya terasa nyeri,dan entah kenapa hal itu terjadi,ia tak tau
"Kenapa zi?"tanya zidan.dan mengikuti ekor mata azika
Namun zidan tak melihat sesuatu,hanya melihat beberapa orang yang berlalu lalang
"Liat apa?"tanyanya lagi.
Azika menggeleng,lalu zidan mengangguk
"Em..yaudah kak saya pulang duluan ya"
"Pulang sekarang?"azika mengangguk.
"Mau saya anterin?"azika menggeleng cepat
"Enggak,saya bisa sendiri,lagian kak zidan mau ngurusin seleksi osis juga"zidan yang mendengar penuturan azikapun hanya tersenyum
"Makasih kak bukunya,saya kemaren bingung sebenernya kemana buku ini,saya kira ilang,eh ternyata kebawa nayla"lanjut azika.dengan mengangkat buku yang ada ditanganya
"Iya zi sama-sama,saya juga minta maaf bukunya kebawa kemaren"ucap zidan
"Gapapa kak,yaudah saya pamit as-"
"Zidannn!!!"panggil seseorang dengan agak teriak
Seseorang itu langsung bergelayut ditangan kekar milik zidan
"Kamu ini apa-apaan si dy!"zidan melepas tangan nindy yang memeluk tanganya posesif
Nindy mengerucut bibirnya,lalu menatap azika dengan tatapan tak suka
"Lo!sekarang mendingan lo pulang sana!"usir nindy.dengan nada bicara yang cukup tinggi
"Nindy!"
"Apa si dan!lo diem aja deh,eneg gue liat muka sok polos dia ini!!"ucap nindy
Ingin rasanya azika menangis sekarang,tak tahan dengan ini semua,azika memang cerewet didepan orang-orang terdekatnya,namun jika sudah dibentak dan diperlakukan seperti ini azika akan menciut dan menangis,dan itu kelemahan seorang azika.
azika langsung saja melengos pergi tanpa sepatah kata pun
"Azika!"
"Azika!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
RandomSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
