"gimana dek?keputusanya ada di kamu."
Azika menautkan kedua tanganya dengan erat,setelahnya ia menghela nafasnya panjang,"bismillah,seperti yang kemarin saya bilang,kalau saya menerima lamaran dari kak zidan,"
Semua orang tersenyum lega,termasuk kedua orang zidan yang kini duduk bersebelahan dengan zidan.
Senyum zidan sedari tadi tidak habis,terus saja terbit seiring jawaban azika.
"Seperti rencana awal,nanti akan ada acara tunangan,"ridwan-ayah zidan berucap demikian.
Rohman mengangguk,"soal waktu bisa dibicarakan lain waktu,"ujar rohman.
Semua mengangguk,termasuk zidan,tapi tidak dengan azika, sedari tadi ia hanya menunduk,bukan menunduk malu,namun menunduk bimbang.
Sebenarnya dilubuk hatinya sedikit ia tak menginginkan lamaran ini terjadi,namun juga ada sisi ia menginginkan hal ini terjadi.
"Bismillah zi,lo bisa,"gumam azika dalam hatinya.
Skip.
"Hari sabtu kemaren itu ada thariq sama temen-temenya tuh jalan-jalan disekitar asrama putri,terus ditegur sama ustad farid,"ami berucap,dengan melipat pakaian-pakaianya.
"Kamu liat am?,"tanya tysa.
"Iya,kebetulan mau keluar dari pondok,mau beli sesuatu sama nisa,terus gak sengaja ketemu,"ami memberi jeda,sambil beranjak dari duduknya dan mendekati tysa yang sedang duduk ditepi ranjang.
"Terus aku juga ngeliat rani,dia lagi ngelamun diluar asrama,dan pas banget sama si thariq dan temen-temenya itu lagi disitu,"
"Pasti tuh ya,si rizam ngajak-ngajakin thariq sama rendra buat nemenin dia ketemuan sama rani,"ami menggeleng,"emang ya gak ada apes-apesnya si rizam itu,"lanjut ami.
"Hust!jangan suudzon dulu ah,gak baik,"tysa memperingati.
Ami berdecak sebal,dan kembali ketempatnya untuk melipat kembali pakaian pakaianya.
*****
Nauval zidan musaqqi,seorang pria yang tak lama lagi akan meminangnya,azika sedikit tercekat dengan itu.
Rasanya ada yang mengganjal dalam dirinya,apakah dia siap untuk bisa menjadi seorang istri?
Setidaknya azika bersyukur,karna mereka akan menikah ketika zidan lulus kuliah nanti.
Azika tidak pernah membayangkan, ketika ia sudah menjadi seorang istri dan mempunyai seorang anak,itu pasti menyengkan,tapi azika masih menimang-nimang,apakah iya zidan adalah ayah dari anak-anaknya nanti?
"Astagfirullah,"azika menghela nafasnya kasar.
Tak habis fikir memang,ia berfikir sejauh itu.
"Dulu si emang suka sama kak zidan,tapi kok sekarang..,"azika menggantung ucapanya sendiri.
"Ck!udahlah,"azika merebahkan tubuhnya diatas kasur dan menarik selimut miliknya.
Azika mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping.
Mata azika tak berkedip,tatkala melihat benda itu,air matanya menggenang,mengisyaratkan sudah siap untuk turun,sesakit ini kah rindu?azika baru pernah merasakan ini,karna sebelumnya ia tak pernah merasakannya.
Azika meraih bingkai foto yang membuatnya rindu akan seseorang,ia mengelus halus foto yang terbungkus bingkai itu,disitu terpampang foto seorang anak kecil berusia 5 tahun,seorang perempuan dan laki-laki,mereka terlihat sumpringah melihat kearah kamera sambil bergandengan.
Azika mulai terisak,ini rendra,dan ini dirinya sendiri,foto mereka ketika mereka masih kecil,oh allah ia sangat merindukan rendra.
"Ren,kangen,"
Skip.
"Wah,alhamdulillah,"
Senyum zidan terukir,mendengar suara seseorang yang ada disebrang sana.
"Punya nyali juga ternyata,"
Kekehan kecil terdengar dari seseorang disebrang telfon sana.
"Bisa aja kamu ndre,"zidan menimpalinya.
"Acaranya kapan memangnya dan?,"
"InsyaAllah si,dua bulan kedepan,"zidan memberi jeda,"do'ain ya ndre,semoga lancar,"
"Aamiin,,ya Allah,"
"Aamiin,"zidan kembali tersenyum.
"Oh ya,lo udah cerita tentang larissa belum sama azika?,"
Untaian senyum dibibir zidan mendadak pudar,ia berkesiap,oh Allah kenapa ia melupakan akan hal itu.
"Lo belum cerita tentang rissa?,"
Zidan masih diam,ia masih setia diposisinya.
"Zidan,"
"Ah iya ndre,em belum,nanti deh coba buat cerita kapan-kapan,"
"Jangan kapan-kapan,takutnya kan azikanya agak gimana gitu kalo lo gak cerita sekarang,"
*****
"Adik abang mau ngelangkahin nih ceritanya,"fauzi tersenyum penuh arti,sambil menjatuhkan pantatnya disofa.
Azika yang berada disebelah fauzi hanya menoleh sekejap kearah abangnya,"makanya nyari pasangan,mau lulus kok gak ada gandengan,"azika berujar,tanpa mengalihkan pandanganya kearah fauzi.
Memang,sebentar lagi fauzi dan fauzan akan menggelar status sarjana diumur mereka yang menginjak 23 tahun.
"Nanti ah,cari kerja dulu,lagian kan calonnya udah ada,"
Azika mulai tertarik,ia menatap fauzi dengan serius,"kalo ada kenapa gak dikenalin sama adek?jahat ih,"azika pura-pura kesal.
"Ada kok,tapi masih dirahasiakan sama Allah,"
Bersambung...
Ini partnya pendek ya hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
De TodoSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
