"Rendra bangun!"
"Engh.."
"Eh bocah bangun woy!molor terus heran"
Fauzan berkacak pinggang,tak habis fikir dengan rendra,setelah sholat subuh tadi fauzan memperintahkan rendra untuk tidak tidur dan rendra mengiyakan hal itu,merasa dirinya butuh kamar mandi,fauzan memutuskan kekamar mandi sebentar dan meninggalkan rendra yang tampak sedang bersender diatas ranjang.
Namun,pemandangan yang tak mengenakan tersugui untuknya,bagaimana tidak?baru ditinggal beberapa menit saja fauzan sudah menemukan rendra yang sudah tergeletak nyenyak diatas kasur.
"Capek gue ngebangunin lo!"
Tak ada jawaban dari rendra,malah hanya ada suara dengkuran halus dari rendra.
Tok tok tok
Fauzan menatap kearah pintu,ia mendekat dan membuka pintunya,terlihat azika sedang berdiri didepan pintu sambil memperlihatkan senyum manisnya
"Apa?"
Azika mengalihkan pandanganya kearah kamar,dan membuat fauzan sedikit menggeser posisinya untuk azika bisa melihatnya.
"Itu rendra?"tanyanya,sambil menujuk seseorang yang masih bergelut dengan selimut tebalnya.
Fauzan mengangguk sebagai jawabanya.
"Terus bang fauzi?"
"Ga tau,tadi si bilangnya mau cari udara segar diluar,tapi sampe sekarang ga balik-balik"
Azika membulatkan bibirnya.
"Em,boleh masuk?"
Fauzan menyernyit
"Ngapain?"
Azika bersedekap dada,lalu mengetukan jarinya kedagunya,semacam orang sedang befikir
"Ngapain ya?"timpalnya kembali.
"Aneh lo dek"fauzan hendak menutup pintunya namun ditahan oleh azika.
"Apa lagi?"
"Bang mau liat rendra,bentar aja"pintanya dengan memamerkan pupil matanya.
Fauzan mengedarkan pandanganya kearah kamar rahman.
"Nanti kalo abi tau,abi bakal marah"
Azika mengerucut bibir.
"Udah sana ah"kini fauzan benar-benar menutup pintunya.
Azika kesal ia menghentakkan kakinya berkali kali diatas lantai sambil berucap,"pelit"
Skip.
Setelah sarapan mereka memutuskan untuk pergi kekebun teh yang tak jauh dari vila dimana mereka menginap,mereka pergi bersama mang gani,dia adalah tukang kebun yang bekerja disekitar vila itu dan sering mengajak pengunjung vila untuk berkeliling.
"Anginnya enak banget,dingin"seru azika seraya memeluk dirinya sendiri sambil sesekali mengelus-ngelus tanganya
Rendra mengedarkan pandanganya menatap ciptaan Allah yang begitu sempurna,kebun teh yang asri dan terdapat juga bukit-bukit kecil disana.
Rendra menemukan bukit kecil yang terlihat sangat enak untuk diduduki,rendra sedikit penasaran dan ia memutuskan untuk pergi kesana.
Azika tak tinggal diam,melihat rendra menjauh pergi ia mengikuti dari belakang,sedikit penasaran kemana rendra akan pergi
Sedangkan fauzan mengajak mang gani untuk bersua foto dan fauzi menjadi fotografernya,rahman yang setia disisi fatimah hanya mengelilingi perkebunan sambil sesekali bercanda ria dengan sang istri,sedangkan bram dan dewi?mereka dalam keadaan yang mencekam batin sekarang,bagaimana tidak?sedari tadi tidak ada obrolan diantara mereka, hanya diam sambil berjalan menyusuri perkebunan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
RandomSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
