"Lah,lagian siapa yang bilang kalo kamu lagi ngeliatin nisa?"
Thariq membeku,ia meruntuki dirinya sendiri atas kebodohanya.
"Untuk para santri yang sudah berada dilapangan!perhatikan orang yang sekarang berada ditengah-tengah kalian!"
Suara itu terdengar,dari to'a yang memang terpasang dibeberapa bagian dibangunan pesantren
"Dengerin itu!jangan ngobrol sendiri,"ujar thariq
Dalam hati thariq bersyukur,karna pak farid sebagai wakil dari kyai ahmad membuka suaranya,dengan ini dia bisa terhindar dari godaan rendra.
"Ini contoh,santri yang tidak menaati aturan!jadi jika ada santri yang ketahuan berpacaran secara diam-diam,akan dikenakan sangsi dan hukuman!"
Semua santri diam,diam menunduk tanpa berani mendongokkan kepala.
"Semua bisa kembali ke wisma kalian masing-masing!"
"Dan untuk yang ada ditengah lapangan!tetaplah berdiri dilapangan sampai waktu yang dikehendaki!"
Semua santri berhambur,untuk kewisma mereka masing-masing,terkecuali rizam dan rani,yang masih berdiri ditengah lapangan,dan tengah dikalungi dengan kardus yang bertuliskan 'saya berpacaran!'
"Rizam itu,"thariq menjatuhkan pantatnya disisi ranjang,sambil menggeleng kepala.
"Udah lah riq,kan emang dia kaya gitu,"
Thariq menoleh kesisi rendra,dan mengangguk kecil.
*****
Makanan didepannya ini seakan tak menggugah seleranya,menopang dagunya dengan tangan kiri,dan tangan kanannya tengah sibuk mengaduk-ngaduk makanan yang baru 2 suap ia lahap.
"Adek makanannya gak boleh gituiin,mubazir jadinya"
Azika mendongok,menghela nafasnya pelan lalu meletakan sendok dan garpunya diatas piring,"adek mau kekamar ya mi,ngantuk mau tidur,"azika beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi kekamar miliknya
Meninggalkan fatimah dan fauzi yang masih setia di meja makan,sedangkan fauzan dan rahman sedang berjaga ditoko kue.
"Adik kamu kenapa tuh,"tanya fatimah.fauzi diam sesaat.
"Nanti selesai makan fauzi samperin,"ujar fauzi
"Biar umi aja"
"Enggak,fauzi aja,kayanya fauzi tau azika kenapa"
Skip
"Dek?"
Azika menoleh kesumber suara,ke ambang pintu kamarnya,disana terlihat kakaknya sedang berdiri sambil menggenggam knop pintu
"Kenapa bang?,"tanya azika
"Abang masuk ya?,"azika mengangguk
Fauzi mendekat,lalu menarik kursi belajar miliknya,dan ia duduki,kini azika tepat didepannya,tepatnya berada diujung ranjang
"Ada apa bang?"
"Kamu ada masalah apa?,"azika menggeleng
"Abang udah pernah bilang ke kamu dek,kal-"
"Kalo kamu itu gak bisa bohong sama abang,itukan yang abang mau bilang?"cegat azika.
"Nah itu kamu tau"jawab fauzi dengan mengubah gaya duduknya
Azika memilin ujung jilbabnya,"nadiya tadi gak berangkat sekolah bang,"curhatnya
"Emangnya kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
De TodoSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
