"Oh ya,nanti kakak dateng ya diacara wisudanya bang ozi sama bang ozan,"
Zidan mengangguk sebagai jawabanya,dan itu dibuahi senyum manis dari azika.
Kini mereka sedang mengisi perut,zidan mengajak azika untuk jalan,sebenarnya azika menolaknya,namun zidan bilang ia mau mengatakan hal penting.
"Em zi,"zidan meletakan sendok dan garpunya diatas piring.
"Ya?,"jawab azika,ia masih terfokus pada makananya.
"Saya mau ngomong sebentar,"azika mulai tertarik,ia meletakan sendok dan garpunya,lalu melipat kedua tanganya diatas meja.
"Soal?,"
Zidan nampak tegang,ia takut azika akan marah,"sebelumnya saya minta maaf gak pernah cerita tentang ini ke kamu,"azika mengangguk.
"Dulu saya punya pacar,namanya larissa,kita pacaran sejak masuk sma,sebenarnya orang tua kita masing-masing ngelarang buat pacaran,tapi saya memaksa rissa untuk jadi pacar saya,karna saya tau kalau rissa juga suka sama saya,"azika masih diam.
"Kita sangat bahagia,kita pacaran,tapi tidak ada yang tau tentang ini kecuali nayla dan andre,"
Raut kesedihan terpancar diwajah zidan,sepertinya ia sangat terpukul.
*****
"selamat ya bang,maaf gak bisa ngucapin langsung,"
Rendra tersenyum kearah ponsel,disitu terpampang seorang fauzi dan fauzan yang dengan gagahnya menggunakan toga.
Akhirnya mereka lulus juga.
"Gapapa ko ndra,"fauzi menjawab.
"Oh ya,lo tahun ini pulang kan?pulang dong ya,udah lulus juga,"ujar fauzan.
Rendra diam terpaku,rasanya ia sangat rindu semua,tapi ia tetap pada pendirianya,ia akan tetap disini.
Gelengan dari rendra membuat fauzi dan fauzan yang berada disebrang sana menyernyit bingung.
"Lo gak pulang?,"tanya fauzi.
Rendra menggeleng lagi.
"Ah,gak asik banget,"
Rendra menghela nafasnya berat,"ya gimana lagi?,"
"Berarti lo gak dateng dong diacaranya azika,"ucap fauzan.
Wajah bingung terpampang jelas diraut wajah rendra,"acara apa?,"
"Lah lo gak tau?,"
Rendra menggeleng tanda tak mengerti.
"Minggu depan azika sama zidan itu mau tunangan,masa lo gak dateng sih,"
*****
"Eh udah dulu ya ndra,mau foto-foto dulu,assalamualaikum,"
Fauzi mengakhiri panggilanya bersama rendra,fauzi kesal ia langsung mengantong ponsel genggam miliknya di kantung celananya,setelah itu ia menatap horor seseorang yang ada disebelahnya.
"Kok dimatiin,"
Fauzi menggeram,lalu berdecak sebal,adiknya ini memang sangat-sangat menyebalkan.
"Lo itu,"fauzi menunjuk fauzan dengan telunjuknya.
Fauzi menurunkan tanganya dari hadapan fauzan,"Ck!,"fauzi mengalihkan pandanganya kearah lain.
"Lo kenapa si bang?,"fauzan semakin bingung dibuatnya.
"Dengan lo ngomong gitu,sama artinya kaya lo nyakitin hatinya rendra zan!,"
Demi apapun,fauzan tidak mengerti akan hal ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
RandomSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
