"bunda"
Dewi tersenyum,lalu menghampiri rendra yang terlihat sedang berkemas untuk pergi pesantren tentunya.
"Kamu bener mau pergi?"rendra mengangguk yakin.
Sebenarnya dewi terkejut dengan keputusan rendra yang tiba-tiba ingin pergi pesantren,namun karna alasan rendra,dewi memakluminya dan mengizinkanya.
Rendra pun sempat berfikir 2 kali untuk pesantren,ia takut,terjadi apa-apa dengan bundanya ini,ia takut akan kedatangan riska ke dikluarga kecil mereka,namun keputusan bram untuk membatalkan pernikahan itu membuat rendra tersenyum lega,ayahnya sudah berubah akhir-akhir ini,tidak ada lagi kekerasan,hanya ada kehangatan keluarga yang rendra inginkan sejak dulu,itulah yang membuat rendra yakin untuk meninggalkan bundanya.
Flasback on
"Duduk"perintah bram.
Rendra memutar bola matanya malas,ia duduk disebelah dewi yang sedang menunduk dihadapan bram.
"Ayah mau bilang sama kalian"ujar bram
tidak ada jawaban dari siapapun.
Bram menghela nafasnya panjang-panjang,"ayah membatalkan pernikahan ayah dengan riska"
Sontak itu membuat dewi mendongokkan kepalanya,dan rendra memandang bram dengan heran.
"Kok?"bingung rendra.
"Ayah gak mau nyakitin kalian terus"bram memberi jeda."Ayah sadar,ayah salah,ayah gak pernah lagi sayang sama kalian lagi"bram berhenti sejenak.
"Maafin ayah, rahman sudah menyadarkan ayah,ternyata zila pergi itu sudah takdir,bukan salah kamu dewi"
Dewi tersenyum,rendra melirik dewi menbuat rendra tak suka,ia fikir,gampang sekali berminta maaf,sedangkan siksaan ini sudah bertahun-tahun rendra rasakan bersama dewi.
"Segampang itu?"
Dewi dan bram berhenti bertatap,lalu mengarahkan pandanganya kearah rendra.
"Ayah pikir segampang itu minta maaf?ayah inget gak,rendra sama bunda udah dibuat sengsara bertahun-tahun,kita terus menerus disiksa,dan ayah seenaknya sendiri minta maaf?!"
"Rendra"
"Biarin bun,biar ayah nyadar!"
Rendra beranjak,berniat ingin pergi,namun tanganya dicekal bram.
Rendra menatap bram,bram terlihat berkaca-kaca,oh Allah baru kali ini ia melihat ayahnya ingin menangis,terakhir ia melihat bram menangis sewaktu adik kecilnya meninggal dulu.
"Maafin ayah!ayah salah"
Rendra terdiam,ia menelan savilanya susah payah dengan pandangan kosong.
"Maafin ayah ndra"
Rendra tersentak,bram memeluknya tiba-tiba,pelukan yang hangat,rendra merindukan ini,air matanya menetes,ia tak tahan,dan ia tak dapat membohongi diri sendiri,ia sangat merindukan kasih sayang seorang ayah selama ini
Rendra membalas pelukan itu dengan tangisan,bram pun ikut menangis haru,rendra sedikit terisak didalam pelukan rendra.
"Maafin ayah ndra,maafin ayah"
Rendra mengangguk didalam pelukan bram,bram tersenyum dibuatnya,tersenyum bahagia.
Mereka melonggarkan pelukanya dan menatap dewi bersamaan yang sedari tadi hanya tersenyum,melihat dua orang yang dicintainya berpelukan
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
OverigSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
