5 tahun berlalu.
Azika terlihat sumpringah tersenyum kearah kamera,tak lupa dengan keluarga kecilnya yang ikut tersenyum cerah menghadap kekamera.
Setelah 5 tahun berkuliah,akhirnya dihari ini azika berhasil menyandang status sarjana,dirinya bahagia,
sungguh bahagia,namun akan lebih bahagia lagi jika ada rendra yang juga ada disini.
"Oke sip,"
Fotografer mengacungkan jempol, pertanda sudah difoto.
"Eh nak zidan,foto dong sama azika,"rayu fatimah.
Zidan tersenyum malu,dan mengangguk kecil,zidan mendekat kearah azika dan setelah itu mereka berfoto bersama.
"Saya berjanji akan membahagiakan kamu zi,"bisik zidan.
Azika menoleh kearah seseorang yang berada disampingnya dan tersenyum manis.
Cekrek.
*****
"Bunda pulang dulu ya zi,"
Dewi memeluk azika erat,azikapun membalas pelukan dari dewi dengan senang hati.
"Sekali lagi selamat ya sayang,"ucap dewi lagi.
Mereka melepas pelukanya,"makasih bunda,"
Setelah dewi dan bram berpamitan untuk keluar,mereka keluar dari pelataran kampus dan menuju keparkiran.
"Bunda,gendong,"
Azika melihat kearah bawah,dan menemukan seorang anak kecil berumur 4 tahun itu.
Azika terkekeh kecil,"bunda lagi pakai kebaya sayang,jadi susah buat gendong ayla,"jawab azika.
"Kalo digendong sama ayah zidan?,"ucap zidan.
Ayla berjingkrak senang,dan langsung berlari kearah zidan,zidan tersenyum senang ketika ayla sudah berada digendonganya,zidan mencium pipi ayla berkali-berkali,membuat ayla terlekeh kecil.
"Yaudah,pulang yuk,"ajak rohman.
Semua setuju,dan langsung menuju mobil dan berjalan pulang.
*****
"Masih sekitar 2 bulan lagi bun,bunda dateng ya,"
Dewi tersenyum sendiri,"iya,nanti bunda sama ayah dateng kok,"
Dewi terlihat sangat sibuk dengan benda yang ia tempelkan ditelinganya,sesekali dewi tertawa karna dirinya dan rendra bercanda.
"Kalo kamu tadi dateng keacara wisudahanya azika pasti kamu seneng,azika tadi cantik banget loh,"ucap dewi.
Rendra yang ada disebrang sana hanya bisa tersenyum pahit,tak terasa sudah 5 tahun dirinya tak melihat wajah azika,padahal dulu,dirinya selalu melihat azika tanpa jeda.
"Banyak banget yang kamu lewatin pas gak disini,"
Rendra menghela nafasnya pelan.
"Iya bun,rendra juga kangen sama rumah,dan semua yang ada disana,"
"Tapi kamu tenang aja,kan sebentar lagi kamu wisuda dan bakalan pulang,"
"Hehe iya bun,"
*****
"Oh ya wisudahanya rendra kapan dew?,"
Dewi menelan roti yang ada dimulutnya,setelah itu menjawab pertanyaan dari fatimah.
"Katanya si bulan depan fat,"jawabnya.
"Kamu dateng ya sama suamimu,sama anak-anak juga,"
Fatimah menghembuskan nafasnya pelan,"pengenya si gitu,tapi kayanya gak deh dew,"
"Loh kenapa?,"
Fatimah tersenyum,"kamu tau lah alasanya,"
"Ya sudah,"
"Oma!,"
Senyum dewi mengembang, dan ia langsung merentangkan kedua tanganya, dan menyambut ayla dalam pelukanya.
"Cucu oma cantik sekali,"dewi mengelus rambut ayla sayang.
Ayla tersenyum,dan memperlihatkan mata sipitnya.
Tak berselang lama azika datang, sambil membawakan semangkuk makanan untuk ayla.
"Ayla makan dulu ya,"
"Ayla mau disuapin sama oma dewi,"pinta ayla
"Ayla,"tegur azika.
"Gapapa dek,sini biar oma dewi yang nyuapin ya,"
"Yey!,"ayla berjingkrak riang.
Senyum fatimah dan azika mengembang,ketika melihat kedekatan antara ayla dan dewi.
*****
Hari ini adalah hari dimana rendra akan diwisuda,dirinya tersenyum sumpringah karna melihat ayah dan bundanya datang.
Dewi mengelus lengan rendra pelan,"kamu sudah dewasa sekali,bunda pangkling liatnya,"ucap dewi,dengan senyumnya.
"Iya,nambah ganteng,"timpal bram.
Rendra terkekeh kecil,dan ayah dan bundanya tersenyum bahagia.
"Oh ya,maaf ya umi sama abi gak bisa dateng,mereka titip salam buat kamu,"
Rendra mengangguk kecil,"waalaikum salam,"
"Yaudah yuk,masuk kedalam,"ajak bram.
Mereka setuju,lalu masuk bersama kedalam,ketempat dimana acara wisuda akan dilaksanakan.
*****
Rasanya enggan untuk kembali berpisah dengan rendra,namun apa daya,dirinya dan suaminya harus pulang terlebih dahulu,dan rendra akan menyusulnya dihari lusanya.
Mata dewi terlihat sayu,dia terus memandang rendra yang sedang membantu bram mengemasi oleh-oleh dibagasi mobil yang hendak mereka bawa.
"Gimana udah semua?,"tanya bram.
"Udah yah,"
Tangan rendra naik,dan menutup pintu bagasi,setelah itu menghampiri bundanya.
"Bunda hati-hati ya,"
Dewi menghembuskan nafasnya pelan,"kamu juga cepet pulang ya,"
Rendra tersenyum dan membawa dewi kedalam pelukanya.
"Iya bunda,nanti rendra pulang,"ucapnya.
Dewi dan rendra melepaskan pelukan mereka,setelahnya rendra beralih memeluk ayahnya.
"Hati-hati dijalan,"ucap rendra.
Bram menepuk pundak rendra pelan,dan mengangguk kecil,setelah itu dewi dan bram masuk kedalam mobil.
Mesin mobil berderu menandakan sudah akan berjalan,bram dan dewi melambai kearah rendra.
Rendra membalas lambaian tangan itu,tangan rendra turun ketika melihat mobil kedua orang tuanya keluar dari gerbang pondoknya.
Helaan nafas kecil keluar dari bibir rendra,dan rendra berbalik badan.
"Astagfirullah!,"
Rendra terkejut,ketika melihat rizam yang berada tepat didepannya sekarang.
"Zam!untung aja aku gak jantungan,"
Rizam manyengir tanpa dosa,setelah itu tangan kiri rizam dikalungkan dileher rendra.
"Yuk masuk!,"ajak rizam.
Rendra menepuk tangan rizam berkali-kali yang berada dilehernya,"ini sakit zam!,"
"Ck!ayo,"
Rizam menarik rendra,dan mereka masuk kedalam kamar mereka.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
RandomSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
