Jam terus berdetak seiring detik,menit terus berjalan setiap waktu,jam sudah berganti menjadi hari,dan hari terus berjalan hingga menjadi minggu.
Kurang lebih satu pekan azika kembali menjalani rutinitasnya,sekolah dan belajar,tentu tanpa adanya rendra disisinya
Tentang nadiya,nadiya sudah membaik,namun sikapnya yang menjadikan canggung dalam diri azika.
Ingin rasanya ia mendekat,dan ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama nadiya,namun ini bukan waktunya,nadiya yang sudah tak menghindarinya pun sudah menjadikan azika senang,namun tetap saja,masih ada sedikit jarak diantara mereka.
"Nad,"
"Iya kenapa?,"jawab nadiya,tanpa menghadap kearah azika yang sekarang ada tepat disebelahnya.
Kini mereka sedang berada dikelas,tidak adanya guru yang mengisi kelas menjadikan kelas menjadi ramai.
"Nanti kita jalan yuk,bosen kan dirumah doang,"ujarnya.dalam hati azika berharap nadiya mau untuk pergi bersamanya.
Nadiya tersenyum seraya mengangguk,azika tersenyum lega melihat respon nadiya yang sangat membuatnya senang,azika berharap semuanya akan baik-baik saja.
"Eh zi"
Azika menengok,menghadap seseorang yang memanggilnya,"apa?"
"Rendra itu kenapa sebenernya?kok tiba-tiba pergi ke pesantren,masih heran deh gue,nih ya dia juga udah berjuang banget buat jadi anggota osis,eh sekarang?udah jadi anggota malah pergi"ucap gebriel,dengan menggaruk alisnya.
Azika mengendikan bahunya acuh,"mana gue tau"
"Aelah zi,lo kan temen deketnya"
Teman dekat?
Ya.hanya itu,hubungan yang hanya didasari persahabatan,sampai kapanpun semuanya akan tetap sama,rendra itu temanya,tak lebih dari itu.
"Kan gue cuma temen nya riel,"azika beranjak,"gue mau ke toilet bentaran,"
"Bay,gue ketoilet ya?"izinya kepada bayu-si ketua kelas.
"Iya jangan lama-lama,"
Azika beranjak,lalu pergi keluar kelas menuju kamar mandi tentunya,ditengah perjalanan ia melihat segerombolan orang-orang yang berada dilapangan,mata azika menyipit,ternyata mereka adalah kakak kelasnya yang sekarang sudah menjadi mahasiswa
Azika kembali melanjutkan perjalananya ketoilet.
Setelah selesai dengan urusanya ditoilet,azika keluar dan tak sengaja berpapasan dengan nindy.
"Eh lo azika kan?"
Azika diam sejenak lalu mengangguk meng-iyakan.
"Masih inget gue,"azika berfikir sedikit,lalu kembali mengangguk.
"Em,gue mau nanya,ada hubungan apa lo sama zidan?"
Azika tersentak sedikit,namun ia mencoba untuk tenang,"gak ada hubungan apa-apa ko kak"
Nindy mencibir,"bukanya lo suka sama dia?"
Azika menggigir bibir bagian bawahnya,rasanya ia ingin sekali menangis meraung-raung dan berteriak meminta tolong kepada rendra,tapi itu tak mungkin,"enggak kok kak,saya cuma sekedar kagum,"
Nindy berdecak,lalu menyenggol pundak azika dan masuk kedalam toilet,azika menghela nafasnya lega,lalu mengelus dadanya sambil mengucap istigfar
Setelahnya cepat-cepat ia pergi kekelas,ia tak mau bertemu dengan nindy lagi,begitu mengerikan menurutnya.
"Azika!"
Langkah azika terhenti,ia menoleh kebelakang,setelah melihat seseorang yang memanggilnya ia langsung menegang,fikirannya melayang entah kemana,ia hanya takut nindy melihat hal ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
RandomSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
