"Riq,"
"Riq,"
"Thariq!,"
"Astagfirullah!,"thariq terkaget,lalu mengelus dadanya sendiri
"Gak usah ngagetin gitu,"thariq sedikit kesal.
Rendra memutar bola mata malas,"lagian dipanggilin gak nyaut-nyaut,"jawab rendra.
Thariq diam,dia malah mengambil ponselnya lalu memainkanya.
Disini boleh memainkan ponsel,tapi hanya dihari sabtu dan minggu,
dihari-hari lain tidak boleh,dan ponsel para santri akan dikumpulkan kembali nantinya,dan dapat diambil dihari sabtu,tpi diminggu sore harus sudah dikumpulkan lagi.
Sabtu dan minggu juga libur pondok,tidak ada sekolah madin,mereka boleh berkliyaran diarea pondok,namun ada batasannya,dan jika akan keluar pondok harus ijin terlebih dahulu.
"Riq jalan-jalan yuk,"ajak rendra.
Thariq meletakan ponselnya,lalu menatap rendra,"kemana?"tanyanya.
"Kemana aja,"jawabnya
Thariq menghela nafasnya,tanda ia mau untuk berkeliling,rendra beranjak,lalu naik kekasur atas untuk membangunkan rizam yang sedang tidur.
"Zam!,"rendra menarik kaki rizam.
"Ck!apa,"rizam meringkuk
"Jalan-jalan yuk,"
"Malas,"
Rendra memutar pikiran,rendra tersenyum ketika mendapatkan ide yang cemerlang,"zam jalan-jalan sekitar sini,nanti kita deketin asrama putri deh,kan lumayan bisa liat rani yakan?,"rizam membuka mata,mengubah posisinya menjadi duduk.
Rizam mengangguk,sambil tersenyum,namun senyumnya tiba-tiba pudar,"lo gila ya,kan gak boleh ke asrama putri,"rizam kembali akan merebahkan tubuhnya,namun dicekal oleh rendra
"Eh,jangan tidur lagi,"rendra memberi jeda,"gak perlu deket-deket juga kali,"
"Ck!yaudahlah,"rizam beranjak turun dari kasurnya.
Walaupun rizam akan dijodohkan dengan anisa,ia sama sekali tak menyukainya,rizam merasa biasa-biasa saja dengan anisa,dan anisa juga begitu,anisa malah menyukai pria lain.
Skip.
Azika kini berada didalam perpus sekolah,sendirian,tanpa teman,dan tanpa nadiya juga tentunya.
Azika mendesah pelan,lalu meletakan buku yang sedari tadi ia baca namun ia tak mengerti apa isi bacaan tersebut,karna memang fikiranya sedang kalut sekarang.
Azika bimbang,memikirkan tentang bagaimana nadiya nantinya jika dia tau kalau zidan melamarnya kemarin,pasti nadiya akan membencinya.
Azika belum menjawab lamaran zidan kala itu,ia tak habis fikir dengan jalan fikiranya zidan,melamarnya didepan abinya tanpa ada perbincangan terlebih dahulu.
Azika tampak gusar sekarang,dia menenggelamkan wajahnya dikedua tanganya diatas meja,sambil sesekali menghela nafasnya panjang.
"Astagfirullah!gue belum sholat,ih kan ada jadwal les,"azika kalang kabut,ia langsung keluar dari perpustakaan itu dan bergegas pergi ke mushola sekolah ini.
Hari ini ada jadwal les,karna memang sekolah mengadakan les untuk siswa kelas 12 yang sebentar lagi menghadapi ujian.
Azika keluar dari mushola dengan lega,dan sekarang ia sedang menali tali sepatunya di luar mushola.
"Azika!,"azika mendongok,dan melihat kearah orang yang memanggilnya.
"Nadiya pingsan dikelas,sekarang dia diuks,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
DiversosSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
