(Frendzone dua puluh satu)

634 36 9
                                        

Ini hari terakhir mereka berlibur disini,vila indah yang bersuasana asri,membuat rasa nyaman menyeruarakan tak ingin pergi,namun apa boleh buat?esok mereka harus pulang dari tempat nyaman ini.

"Akhir-akhir ini lo ko jadi diem ren"

Rendra berhenti memainkan gamenya,ia meletakan ponselnya asal,untuk mengusir rasa gugup ia mengambil cemilan yang ada dimeja lalu memakanya tanpa menatap seseorang yang ada disebelahnya.

"Lo ga pernah lagi jailin gue"

Rendra tak peduli,tetap mengunyah tanpa henti,azika yang tak diperdulikan tampak kesal,rahangnya mengeras,ingin rasanya menendang seseorang yang ada disebelahnya ini

"Ren lo dengerin gue gak si?"

"Ha apa?dengerin ko"

Rendra kini menoleh kearah azika,rendra menelan ludahnya susah payah,detak jantungnya tak karuan menatap mata azika yang terlihat sangat dalam menatap matanya

Azika mendesah gusar,lalu kembali memposisikan tubuhnya agar bisa bertatapan dengan rendra.

"Gue tanya sekali lagi,lo kenapa dan kenapa lo gak pernah gangguin gue lagi?"

Itu termasuk pertanyaan gampang,karna memang rendra sudah tau jawabanya,namun lisanya terasa kelu berkata jika dia ingin menjauh karna ingin mengikhlaskan azika bersama zidan.

Dengan gugup rendra membalas tatapan azika."Lo sewaktu gue gangguin selalu ga suka kan?terus kenapa sekarang lo malah gini?seharusnya lo seneng dong gak gue gangguin!"

Mata azika mengerjap berkali-kali,ia bingung dengan orang yang ada dihadapanya sekarang ini,sikapnya yang kerap kali berubah-rubah membuat azika tak habis fikir

Azika menggaruk alisnya yang terasa gatal,sedangkan rendra sedang berusaha menetralkan detak jantungnya yang lama kelamaan semakin cepat berpacu

"Gatel"

Skip.

"Rendra mana?"

"Dikamar"

Azika menangguk,lalu mengarahkan pandanganya kekamar rendra.

"Em bang adek kekamarnya abang ya ya ya!"

Fauzan menyernyit bingung.
"Ngapain?"

"Mau nemuin rendra lah"jawabnya,sambil berlalu pergi

"Adek gue udah gede ternyata"

Skip.

Rendra masih termengu dikamarnya,ia bersender ditepian ranjang  bawah sambil mengetuk-ngetukan jarinya dikening.

"Argg!"

Rendra menggeram gusar,sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

"Bodoh-bodoh-bodoh!"

"Bego lo ndra!ngapain juga lo suka sama azika temen lo sendiri,ga guna banget,lagian nih ya perasaan lo itu gak bakal dibales bego!"

Rendra mengumpat tiada habisnya,ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa bisa terjebak disini,terjebak dalam frendzone.

Seseorang yang ada dibalik pintu mengurung niatnya untuk mengetuk pintu,karna secara tidak sengaja ia mendengar umpatan-umpatan yang keluar dari bibir rendra.

Tes

Satu tetes air mata tiba-tiba keluar dari mata indahnya,ia tak menyangka bahwa rendra temanya menyukai dia.ya orang itu azika.

Lama kelamaan setetes air mata itu menjadi berlumuran,membasahi wajahnya,matanya terasa buram,ia hanya bisa termengu dibalik pintu ini

Ceklek

Freindzone Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang