Mencinta tanpa dicinta itu sakit,rasanya tak jauh berbeda dengan hati teriris sempurna oleh pisau yang baru diasah dengan tajamnya
Harapan yang sudah disusun rapi hingga sekarang,harus ambruk seketika,cinta satu pihak,terdengarnya teramat mengerikan.
"Hah,"
Helaan nafas keluar dari bibir kecilnya,thariq,yang sedari tadi hanya diam sambil melihat langit-langit kamarnya.
Kata-kata menyakitkan yang diucapkan rizam beberapa jam lalu masih terngiang jelas dipikiranya
Mencintai dalam do'a sudah ia tekuni sejak menginjakan kaki dipesantren ini,apakah terdengar lucu jika thariq hanya butuh waktu 20 detik untuk bisa mencintai seseorang?itu terdengar tidak mungkin,tapi itu mungkin.
Thariq menoleh kesisi ranjang,thariq tidur dikasur bawah,sedangkan rendra di ranjang bawah,rizam di ranjang atas.
Thariq kembali menghadap keatas,kearah langit-langit kamar.
"Jika saya mencintaimu dalam diam nis,maka saya juga akan melupakanmu dalam diam"
Skip.
"Zam bangun!,"thariq menarik kaki rizam
Kaki rizam menolak,rizam mengubah posisinya menjadi meringkuk dan menenggelamkan wajahnya dibantal
"Zam kalo kamu gak bangun,saya bakalan nyari cicak,"
Rizam membuka matanya lebar-lebar,mengubah posisinya menjadi duduk,"awas!"usirnya
Thariq yang berada dianak tangga kasur pun langsung turun.
Rizam bergegas mengambil baju kokonya dan langsung keluar.
"Cicak?"rendra mengkerut bingung.
"Rizam tuh takut sama cicak,"rendra membekap mulutnya sendiri,menahan tawanya.
"Kalo mau ketawa,ketawa aja,"ujar thariq lalu menyusul rizam keluar kamar
Rendra membuka bekapan mulutnya,lalu tertawa terbahak sendiri dikamar.
Skip.
Berbicara soal waktu memang semuanya terlihat cepat,semuanya terus berjalanan bagai tanpa ada rintangan yang ada,kehidupan memang harus dijalani,tidak ada kata menyerah didalamnya,berusaha dan berdo'a.
Tak terasa,sebentar lagi azika akan menghadapi ujian untuk kelulusanya,dalam hati ia mengucap syukur,karna ia akan menuntaskan perjalannya dimasa putih abu-abu.
Zidan,nama itu sudah tak ia hiraukan,zidan tidak hilang dari hidupnya,tapi azika biarkan ia pergi dan kembali,jika dibilang dekat,itu iya,namun jika dibilang jauh,itu pun iya,tapi azika tak terlalu memikirkanya,zidan itu sudah dianggap sebagai kakak,tak lebih.
Nadiya,sahabatnya, semuanya membaik seiring waktu,ini berkat bantuan fauzi,berkat dia menjelaskan detail permasalahan antara zidan dan azika dulu,nadiya menjadi mengerti,dan kembali pada pelukan azika
Dan tanpa azika dan nadiya tau,fauzi sedikit berbeda pada nadiya,fauzi
rasa ia merasakan jatuh cinta,namun hati kecilnya berkata,jika nadiya untuk zidan,bukan untuknya.
Rendra,jika dibilang rindu,azika sangat merindukanya,sangat-sangat rindu,rasanya ingin melihat wajahnya di layar ponsel,namun egonya terlalu tinggi,kecewa,sangat,pergi tanpa alasan yang jelas,namun azika tak terlalu memikirkanya,rendra pergi karna ingin belajar,kata itu yang selalu ia terapkan,ketika hatinya tiba-tiba merindunya atau tiba-tiba merasa membencinya,sangat aneh bukan?
Namun ia tersenyum lega,sebentar lagi ia akan lulus,rendra juga,dalam hati tak henti-hentinya mengucap syukur,karna rendra sebentar lagi akan pulang,kembali padanya.
Sudah berbulan-bulan lamanya bahkan hampir satu tahun tak melihat wajahnya membuat azika sangat ingin melihatnya.
"Adek,"
Panggilan itu membuyarkan lamunan azika,ia mengerjap mata berkali kali lalu menghampiri fauzi yang ada diambang pintu.
"Ada apa?,"tanya azika
"Ada zidan didepan,"azika menghela nafasnya.
Zidan,seseorang itu masih saja hadir diharinya,walaupun jarang berkunjung tapi tetap saja,azika merasa tak enak pada nadiya,nadiya tak mempermasalahkanya,toh zidan bukan siapa-siapanya,itu fikir nadiya.
"Yaudah adek samperin dulu,"azika melangkah pergi meninggalkan fauzi yang masih setia diambang pintu.
Azika berdehem kecil,tatkala ia sudah berada didekat zidan,zidan mendongok lalu tersenyum cerah.
Azika duduk disofa,yang berada tepat didepan zidan,"ada apa ya kak?,"tanyanya.
"Saya mau ngajak kamu jalan,"pintanya.
Azika menggigit bibir bagian bawahnya,"duh gimana ya kak,"jawabnya.
Zidan menyunggingkan senyumnya,"saya ajak nayla kok,dia nunggu dimobil,"
Mulut azika membentuk huruf O,"yaudah aku pamit sama abi dulu ya kak,"
"Saya juga mau ijin sama abi kamu zi,"
Skip.
"Maaf ya,"
"Ha?"
"Maaf soal tadi,saya gak bermaksud begitu kok,tenang aja saya akan nunggu kamu siap dulu,saya gak bakalan maksain kamu buat jawab sekarang,"
Azika tersenyum kecut,sambil memandang kaca yang ada didepan mobil,karna nayla dan azika duduk dijok belakang,sedangkan zidan menyetir didepan
Degub jantung azika sedari tadi memang kurang normal,zidan yang membuatnya seperti ini,ia kira zidan berniat izin untuk membawanya pergi,tapi malah zidan mengatakan hal yang lain
Flasback on
"Saya juga mau izin sama abi kamu zi,"
"Oh yaudah,bentar ya,abi kayanya lagi sama umi dikamar,"zidan mengangguk.
Azika beranjak dari duduknya,untuk menghampiri abi dan uminya.
Tok tok tok
Pintu terbuka,dan yang keluar adalah fatimah,"kenapa dek?"tanyanya.
"Ada kak zidan,mau ngomong sama abi,"
"Oh sebentar,"
"Bi ada yang nyariin,"fatimah berkata kepada suaminya.
"Siapa?,"balas rohman sambil beranjak dari duduknya,lalu menghampiri azika.
"Kak zidan,"rahman mengangguk,ia sudah tak heran lagi dengan kedatangan zidan disini.
"Sekarang dia dimana?"tanya rahman
"Ada diruang tamu,"jawab azika sambil menunjuk kearah ruang tamu
Rohman bergegas menghampirinya,"ada apa nak zidan?,"tanya rahman ketika sudah berada diruang tamu
Zidan tersenyum,ia beranjak dari duduknya lalu menghampiri rohman dan mencium punggung tanganya.
"Kak zidan mau ngajak adek bu-"
"Biar saya aja zi,"azika mengangguk.
"Duduk dulu,"rohman memperintahkan untuk duduk
Dan sekarang juga ada fatimah yang berada ditengah-tengah mereka,mereka berempat ini,kini duduk disofa berwarna cream itu.
"Jadi maksud saya datang kesini untuk melamar azika,untuk dijadikan sebagai istri saya om"
Bersambung....
Gimana partnya?
Gaje ya?maaf ya
Kalo suka bisa divote ya temen-temen:)
-wassalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freindzone
AléatoireSahabat jadi cinta?mungkin itu yang terjadi. Namun dengan seiring datangnya sebuah masalah dan ketidak jujuran diantara mereka apakah bisa membuat mereka bertahan dngn memendam perasaan mereka masing-masing? ...
