Waktu masih menunjukkan pukul 15:11. Raffi masih duduk di samping Luna.
"Ikut gue yuk"
"Kemana?"
"Udah ikut aja"
Raffi lalu izin kepada Elang dan Riska. Kemudian melajukan motornya. Mereka sampai di sebuah rumah yang bisa di bilang seperti basecamp.
"Rumah siapa?"
"Basecamp gue sama Rino dan Raka"
Raffi mengajak Luna untuk masuk. Raffi sudah menyuruh Rino mengajak Liah kesini. Jadi Luna tidak sendiri. Luna memasuki Basecamp tersebut.
"Eh bos Raffi udah nyampe"
Raka langsung menyambut mereka.
"Duduk dulu Lun"
Rino menyuruh Luna untuk duduk. Luna masih melongo melihat ke dalam yang begitu bersih dan terawat.
"Heloo guys"
Liah tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Liahh"
Luna berlari dan memeluk Liah.
"Kenapa ya, cewek lebay banget. Bayangin gak ketemu sehari udah kayak satu abad"
Raka nampak berfikir keras.
"Terserah kita dong"
"Nah dibilangin malah gak mau"
"Woy lu jomblo kan?"
"Iya emang kenapa?"
Raka menatap Liah.
"Yang jomblo diem"
"Cia elah mentang-mentang jadian sama Rino"
Raffi menimpali.
"Noh si Raffi sama Luna juga jomblo"
Raka menunjuk Raffi dan Luna.
"Kita emang jomblo, tapi kita berdua langsung nikah cuy"
Luna menyudutkan Raka. Semua tertawa.
"Yee sombong lu pada. Siapa tahu gue yang nikah duluan"
"Iya, nikah aja. Kita seneng kok"
Rino menepuk pundak Raka. Semua tertawa.
"Ngomong-ngomong, nih basecamp dari tahun berapa?"
Liah cukup penasaran.
"Dari kita SD"
Rino menjawab pertanyaan Liah.
"Dulu, tempat ini gudang. Ini kita bangun sendiri kok, uang sisa jajan kita sisain buat bikin basecamp ini"
"Ohhh"
Luna mengangguk.
"Pulang yuk udah sore"
Semua mengangguk dan bergegas pulang.
***
Pukul 19:03, Luna uring-uringan di kasurnya sambil memainkan ponsel.
Tiba-tiba terdapat notifikasi dari nomor yang tak di kenal.
+625278436048
Woy, jalan yuk. Ini gue Raffi, gue tunggu ya di taman Apolo".
Luna hanya membaca. Dan segera berganti baju menuju taman tersebut.
"Mau kemana sayang?"
Elang menatap Luna.
"Jalan pih sama Raffi"
"Oh jangan kemaleman ya pulangnya"
"Oke pih"
Luna pun segera berjalan ke taman Apolo. Luna menunggu Raffi hampir lima menit disana.
Tiba-tiba Luna di sekap dan di bawa oleh dua orang. Luna tidak bisa melawan dan berteriak.
Luna di masukkan ke dalam karung dan di lempar ke dalam sungai yang cukup deras.
Dan bodohnya penculik itu tidak mengikat karungnya sehingga Luna bisa keluar dari karung tersebut dan mencoba berenang ke tepian. Luna sedikit kesusahan. Karena arus sungai yang cukup deras membawa Luna jauh dari kota.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE Area (COMPLETED)
Teen FictionDua manusia berbeda kelamin sahabatan? Yakin murni sahabat? Yakin gak ada secuil rasa suka? Bener yakin? Gue rasa persahabatan anatara cewek dan cowok gak akan semulus itu. Tidak ada yang murni di dunia ini termasuk persahabatan dua kelamin yang be...
