Pagi ini Luna sangat bersemangat untuk sekolah.
"Pagi mih, pih"
"Pagi sayang"
Luna langsung duduk dan mengambil roti untuk sarapan.
"Gue gak di sapa?"
Dimas menatap Luna sinis.
"Oh ada orang ya, lo terlalu jelek kak, makanya gak keliatan"
"Jahat lo ya sebagai adik"
"Baik gini dibilang jahat"
Luna menghabiskan sarapannya.
"Luna langsung berangkat ya"
Luna pun pamit kepada orang tuanya dan Dimas.
"Hati-hati dek"
"Okee"
Luna segera mengayuh sepedanya menuju sekolah.
*
"Assalamualaikum teman-teman"
"Waalaikumsalam"
Sebagian menjawab salam Luna dan sebagiannya sibuk dengan urusan masing-masing.
"Eh Luna anjir udah sembuh"
Salah satu seorang dari mereka menyadari kehadiran Luna.
"Lunaaaaa"
Liah berlari memeluk Luna.
"Gue gak bisa nafas bego"
"Hehe sorry, huaa lo kurusan Lun"
"Bodo amat, yang penting gue sembuh"
"Wah Luna udah sembuh, gimana keadaan lo sekarang?"
Dito ketua kelas menanyai keadaan Luna.
"Alhamdulillah udah membaik, buktinya sekarang udah masuk sekolah"
Luna tersenyum senang.
"Weh bos Luna udah sembuh"
Raka menghampiri Luna.
"Apa kabar Lun?"
Kali ini Rino yang bicara.
"Baik kok, Raffi mana?"
"Ntar juga nyampe tu anak"
Tak lama kemudian Raffi memasuki kelas dengan gaya Cool nya.
"Lunaaa gue kangen ama loo"
Raffi berlagak alay.
"Idih, kemarin juga lo ke rumah gue bego"
"Oh iya ya, lupa gue Lun"
Raffi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Saat ingin melanjutkan pembicaraan, bu Fera memasuki kelas dan memulai pelajaran.
Kriinng!!
Bel istirahat berbunyi. Raffi dan temannya bergegas menuju kantin.
"Eh bos, gue heran hubungan lo ama si Luna kayak gimana bos? Pacaran?"
Raffi terdiam.
"Iya tu Fi, lo udah jadian sama Luna?"
"Ya belum sih, kita cuma temenan aja"
"Tapi lo suka kan sama Luna?"
"Gak kok, gue sama Luna cuman sahabatan aja gak lebih"
"Halah ngaku lo bos, gue sering kok liat lo ngasih perhatian lebih ke Luna"
Raka menyakinkan pendapatnya.
"Dia kan sahabat gue Raka Adijaya"
"Tapi perhatian lo beda Fi"
Rino berpendapat sama dengan Raka.
Sejujurnya, Raffi sangat mencintai gadis itu.
"Terserah deh mau bilang apa"
"Kalo lo suka, perjuangin! Jangan sampe lo nyesel di belakang"
"Tapi kemarin lo pernah bilang ke kita kalo lo suka ama si Luna"
Rino mengingat kembali.
"Itu kalian udah tau kenapa di tanyain lagi goblok"
"Lupa bos, hehe"
"Jadi, lo betah Fi kayak gini terus sama Luna? Gak ada status?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE Area (COMPLETED)
Fiksi RemajaDua manusia berbeda kelamin sahabatan? Yakin murni sahabat? Yakin gak ada secuil rasa suka? Bener yakin? Gue rasa persahabatan anatara cewek dan cowok gak akan semulus itu. Tidak ada yang murni di dunia ini termasuk persahabatan dua kelamin yang be...
