Luna dan mamihnya baru saja sampai di Bandara dan memesan taxi untuk pulang. Luna dan Riska tidak pulang ke rumah mereka yang dulu, Riska sudah membeli rumah baru untuk mereka.
Sesampai di rumah baru Luna, mereka pun langsung masuk kedalam rumah tersebut. Luna langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Luna, kamar kamu yang di atas ya"
Kata Riska sambil membawa masuk kopernya ke dalam kamar.
"Iya mih"
Luna bangkit dari duduknya dan segera menaiki tangga menuju kamarnya.
Luna cukup kagum dengan kamarnya yang satu ini, cukup modis dan menawan, dengan dinding berwarna tosca, dan kaca yang cukup besar dapat menampakkan pemandangan Jakarta di malam hari.
"Hmmm bagus, gue suka"
Luna berbicara sendiri.
"Luna"
Riska mengetuk pintu kamar Luna, dan langsung membukanya.
"Gimana? Kamu suka kamar barunya?"
Tanya Riska.
"Suka kok mih"
"Bagus deh kalo kamu suka, oh iya besok kamu udah bisa sekolah, kamu mamih daftarin di SMA Nusa Bangsa"
Jelas Riska kepada Luna.
Luna hanya melongo medengar penjelasan mamihnya barusan, secepat itukah mamihnya mengurus semua surat-surat untuk pindah sekolah.
"Lho emang mamih sejak kapan ngurus surat pindahnya Luna?"
Tanya Luna heran.
"Emm udah lama sih, sebulan sebelum kita pindah mamih udah di kasih tahu kalo kita harus pindah pada tanggal bla bla bla, jadi udah mamih urus semuanya deh"
Riska tersenyum melihat putrinya masih saja melongo dengan polosnya.
"Oh gitu"
"Pulang sekolah besok, kita ke rumah Linda yah, mamih udah kangen sama dia"
"Waahh serius mih, Luna juga kangen mih sama bunda"
Teriak Luna histeris. Luna sudah sangat merindukan bundanya itu. Linda adalah sahabat dekatnya Riska, Linda juga orang tua dari Raffi sahabat kecil Luna.
"Iya sayang, tapi sekarang kamu tidur dulu besok kamu udah jadi murid baru di sekolah"
Kata Riska seraya membelai kepala Luna dengan penuh kasih sayang.
"Siap bos kuh"
Luna berlagak seperti sedang hormat kepada bendera. Luna sudah tidak sabar untuk masuk sekolah barunya, teman baru, Luna sudah sangat menantikan itu.
Luna berjalan ke arah kaca besar dan melihat pemandangan kota yang begitu indah.
"Raffi, lo dimana? Gue kangen banget sama lo, bahkan gue gak tau wajah lo sekarang kayak gimana, pasti lo tambah ganteng ya?
Batin Luna, sambil membayangkan wajah Raffi sekarang.
Sejak umur 2 tahun mereka sudah di satukan, mandi bersama, makan bersama mereka sudah berteman sedari kecil.
Mereka berpisah saat Luna dan Raffi kelas 3 SD, karena ada urusan mendadak Luna harus pindah dengan mamihnya ke Bandung.
Luna menangis, sudah lama dia tidak berkomunikasi dengan Raffi. Luna sangat merindukan Raffi.
Luna tidak pernah melupakan Raffi, sebelum tidur Luna selalu melihat-lihat foto masa kecilnya bersama Raffi hanya untuk melepas rindunya untuk Raffi.
Karena sudah terlalu lelah, Luna langsung tertidur di kasurnya dengan mata yang sembab setelah menangis.
"Night Jakarta"
*GabriellaLunaAtria
***
Dibaca,dihayati dan di vote ya guys😊
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE Area (COMPLETED)
Roman pour AdolescentsDua manusia berbeda kelamin sahabatan? Yakin murni sahabat? Yakin gak ada secuil rasa suka? Bener yakin? Gue rasa persahabatan anatara cewek dan cowok gak akan semulus itu. Tidak ada yang murni di dunia ini termasuk persahabatan dua kelamin yang be...
