CEMBURU

267 22 0
                                        

"Ini terlalu rumit. Entahlah aku tidak rela saat kau bersamanya. Aku cemburu, cemburu pada seseorang yang jelas-jelas bukan milikku"

***

Luna berjalan menelusuri koridor sekolah. Dengan langkah yang santai sesekali bernyanyi bahagia.
Hari ini dia akan bertemu Angga.

Dari jauh terlihat seorang laki-laki sedang berjalan ke arah Luna. Dengan tubuh yang tinggi, putih dan tentunya tampan.

Luna terkejut. "Angga" Luna berlari menghampiri Angga dan spontan memeluknya tanpa malu. Untungnya belum ada yang datang pagi itu.

"Huaa Angga akhirnya kita ketemu lagi, setelah sekian lama kita terpisah oleh jarak dan waktu"
Luna melepas pelukannya dan berteriak kegirangan sambil puisi katanya.

"Mulai deh lebaynya kumat. Cie kangen lo ama gue?"

"Bangeeet. Ih kok tambah ganteng sih"
Luna mencubit pipi Angga gemas.

"Lah maunya gimana? Tambah jelek gitu?"

"Ya gak lah, lo kapan pulang sih, chat gak di bales, di telpon gak aktif, lo ngilang kemana sih setann"
Luna sangat geram dengan laki-laki ini.

"Ponsel gue kecemplung sayang, belum sempet beli yang baru, ini aja gue baru beli kemaren, yah itung-itung mau pulang sekalian aja mampir beli hp baru"
Angga nyengir tanpa dosa.

"Iyain aja deh, kelas lo yang mana si beb?"

"Kelas gue samping kelas lo"

"Oooohh"

"Kok lo makin kurusan sih? Gak makan? Yuk kantin gue traktir"
Kurus? Luna memegang pipi tirusnya.

"Yang bener aja lo? Kantin pagi-pagi kesambet apa lo? Ntar aja deh"

"Yaudah kantin nanti bareng gue ya"

"Siap pak bos"
Luna berjalan dan di ikuti Angga yang kini mensejajarkan langkah mereka. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak. Pasangan serasi. Satunya bego yang satunya lagi goblok.

Luna tidak tahu. Sedari tadi Raffi memperhatikan mereka. Raffi hanya bisa menelan kecewa melihat Luna begitu bahagia bersama Angga.

"Yang penting Luna bahagia kan, jadi lo juga harus bahagia Raffi"
Raffi berbicara sendiri.
Raffi menjambak rambutnya kasar.

"Kenapa gue harus jatuh hati sama lo disaat lo udah ada yang lain Lun?"
Batin Raffi sambil memejamkan matanya menenangkan diri.

***

Bel istirahat sudah berbunyi 5 menit yanh lalu. Luna berjalan menuju kantin bersama Angga.
Luna sudah mengajak Liah,tapi Liah menolak karena ingin menyelesaikan catatannya yang ketinggalan.

Semua pasang mata melihat Luna dan Angga iri. Ada yang bilang mereka pasangan yang serasi. Ada juga yang bilang pandai sekali Luna mendapatkan hati seorang most wanted di sekolah.

Tapi Luna tidak memperdulikan pendapat orang lain. Toh tidak ada gunanya pikir Luna.

Luna dan Angga segera memesan makanan dan minuman. Setelah sampai Luna langsung memakannya tidak sabar karena lapar.

FRIENDZONE Area (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang