Hi!
.
.
.
.
.
" eh gais. Gue denger ada murid baru, cantik katanya..." ucap Aidil yang pagi pagi udah ngegosip.
" ah lo Dil.. pagi-pagi aja udah nge gosip " ucap Rissa sambil menepuk bahu Aidil, dan alhasil membuat Aidil kaget.
" elo kayak hantu aja Riss, terkejut kan gue.." ucap Aidil, yang membuat terbukanya pintu untuk beradu mulut antara mereka berdua.
" ehh... udah-udah, nanti aja berantemnya. Tadi lo mau bilang apa Dil? Lanjutin gih" ucap Sandra cepat, sebelum Rissa dan Aidil bertengkar dan membuat yang lainnya pusing.
"Oh iya, gue lupa San. Maap... heheh" cengenges Aidil. Rissa pun langsung ambil tempat duduk disebelah Sandra dan Kirana.
" eh gua mau tanya Dil. Tadi kan lo bilang tuh cewe anak baru, kelas berapa?" Ucap Kirana yang akhirnya membuka suaranya, karena sedari tadi hanya diam menyaksikan teman-temanya.
" katanya sih satu angkatan sama kita Kir" ucap Aidil dengan mata berbinar, mengingat isu-isu kalau calon anak baru itu cewe cantik.
" cewe cantik aja gercep banget" ujar Sandra sambil tertawa.
🖤❤🖤❤
Ke-esokan harinya.
Melvin POV
"Vin... bangun gihh kamu bisa telat" teriakan mama barusan sukses buat gue langsung membuka mata perlahan. Gua menggeliat diatas kasur, saat udah sadar sepenuhnya, gua melihat jam yang tergantung cantik di dinding kamar. Seketika mata gue membelalak saat melihat jam menunjuk pukul 06.10.
" mati guee!!" Teriak gue melompat dari kasur dan secepat kilat bersiap-siap untuk sekolah.
"Aduh jam pertama nanti Bu Siti lagi! Aduuhhh..." sewot gue sambil siap- siap buat sekolah, untungnya minggu ini sekolah lagi ada kegiatan pentas seni, jadi siswa siswi sekolah masuk jam 06.50. Yup, gue harus bener-bener cepat, atau bisa terlambat.
🖤❤
Pas sampe sekolah gue langsung markirin motor di parkiran sekolah, dan langsung berlari bergegas masuk ke kelas, tanpa liat sekitaran, gue ga sengaja nabrak seseorang dan terjatuh.
"Aduh..." ucap orang yang ga sengaja gue tabrak.
"M-maaf, gue tadi mau cepet, cepet karna udah mau telat, jadi ga liat orang-orang sekitar" jelas gue sambil berusaha berdiri. Dan ngulurin tangan gue buat bantuin tuh orang berdiri.
"Iya ga apa apa kok. Aku juga ga liat jalan tadi" ujar orang itu sambil tersenyum. Ya dia senyum, gua senyumin balik lah...
"Kalo gitu maaf sekali lagi ya, tapi gue bener-bener buru-buru. Jadi gua duluan ya" pamit gue, mengingat waktu semakin menipis, dan bel sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"Ah iya, kalo gitu gue juga mau pergi. Bye" ucapnya sembari pergi sambil melambaikan tangannya ke gue. Gue senyumin aja, terus balik lagi fokus dan lari masuk kekelas.
Pas sampe dikelas, ternyata bukan bu Siti yang ada di dalem. Melainkan wali kelas gue, bu Nisa.
"Melvin, ngapain kamu berdiri didepan, masuk" ujar bu Nisa yang melihat keberadaan gue di depan pintu. Gua pun langsung masuk ke kelas dan duduk ditempat duduk gue, sebelah Sandra.
Author POV
"Tumben- tumben lo telat Vin" bisik Sandra setelah Melvin duduk manis dibangkunya.
Melvin pun hanya cengengesan sebagai jawaban untuk Sandra. Sandra pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perilaku sahabatnya yang satu ini.
"Jadi anak-anak, hari ini ibu cuman mau memperkenalkan anak baru yang akan masuk kekelas kita. Jadi ibu mohon kalian buat memperlakukan dia dengan baik oke?" Ucap bu Nisa.
Murid-murid kelas itupun mengangguk paham.
"Sebentar ibu panggil dulu anaknya" ucap bu Nisa sembari keluar kelas mencari anak murid barunya itu.
" eh gais, itu pasti cewe cantik yang gua bilang itu kan?! Wah mimpi apa gue semalem bakalan sekelas sama cewe ituu?!" Ujar Aidil dengan sangat gembira.
" halah!, lo liatnya aja belum pernah. Udah gembira amat !" ucap Rissa sinis.
Pasalnya dari kemarin Aidil terus ngebahas anak baru itu, yang lama-lama membuat kepala Rissa pusing.
" ya intinya pasti tuh cewe bakalan cantik " ujar Aidil bangga. Dan Rissa hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil memegang dahinya heran, kenapa dia memiliki teman dengan kepercayaan diri melampaui batas?
"Oke anak anak semuanya harap diam dahulu." Ucap bu Nisa. Seketika kelas yang tadinya riuh menjadi sunyi.
" oke kamu boleh masuk" ucap bu Nisa. Tak lama seorang gadis yang lumayan tinggi, dengan rambut sebahu, yang memiliki mata kucing itu masuk kekelas.
"Oke, kamu boleh perkenalan terlebih dahulu " ujar Bu Nisa.
" hai, perkenalkan nama saya Namira Amartha, bisa dipanggil Mira" ucap cewe itu.
" oke Mira, kamu boleh duduk di tempat yang ada bangku kosongnya" ucap bu Nisa dan di angguki oleh Mira.
Melvin melihati dengan seksama cewe tersebut, pasalnya ia seperti pernah melihat cewe tersebut. 'Itu.. bukannya Cewe yang gue tumbur tadi ya?' Gumamnya.
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Secret
Fiksi Remaja"mau lo cinta pertamanya atau apapun itu, gue ga perduli. karena gue cinta terakhirnya" - Nathan Darian
