Chapter 6

19 2 0
                                        

Holla!!


.
.
.
.
.

Sudah satu minggu sejak Mira menjadi teman satu kelas Melvin. Dan belakangan ini, Melvin sering kepergok Sandra sedang menatap  Mira. Kok cuman Sandra yang tau? Yup, karena gerakan mata Melvin sudah terbaca oleh Sandra.

Melvin bener-bener ahli dalam bidang menatap orang secara diam-diam. Bagaimana Sandra tidak tahu? Dia sudah hampir 12 tahun bersahabat dengan Melvin.

Sebenarnya nyeri yang dirasakan hati Sandra, saat melihat Melvin suka melihat gadis lain secara diam-diam di depan Sandra. Namun, Sandra bisa apa? Hanya dapat menahan rasa sakit saja.

"Ekhem... perasaan gue, lo belakangan ini suka banget ya liatin Mira" sindir Sandra tanpa melihat wajah Melvin. Ia sengaja mengalihkan pandangannya ke arah lain agar Melvin tidak melihat bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu.

" hah? S-siapa yang liatin Mira? Kurang kerjaan banget" elak Melvin.

" halah Vin... kita udah temenan lama, jadi gue tau lo itu sering liatin Mira, dan sekarang lo pura-pura ga tau" ujar Sandra dengan tetap memalingkan wajahnya.

Dari ucapan saja Sandra tau, Melvin sedang berbohong karena dari gaya bicara saja sudah dapat ditebak bahwa, apa yang dikatakan Melvin itu bohong.

"Terserah lo aja deh San" ujar Melvin dengan kesal yang berhasil membuat gelak tawa Sandra. Melvin pun ikut tersenyum ketika melihat Sandra tertawa.

Mira POV:

Belakangan ini, gue suka merhatiin Melvin, ternyata orang yang udah nabrak gue waktu itu, sekelas sama gue.

Sejak hari pertama gue masuk ke kelas ini, gue sering kepergok Yuqi kalau gue suka merhatiin Melvin. Yup, Yuqi adalah temen sebangku plus satu-satunya temen gue. Bukannya gue ga mau bergaul sama yang lain, tapi gue masih coba berinteraksi.

Dan sekarang yang gue liat adalah Melvin yang sedang tersenyum karena tawa dari Sandra. Gue pengen jadi Sandra, karena selalu bisa mendapatkan perhatian Melvin. Andai, diwaktu yang akan datang, Melvin bakalan ngasih perhatiannya ke gue.

" liatin terus aja Mir... lo ga bisa lah ngedapetin Melvin kalo cuman lo liatin" sindir Yuqi, membuat lamunan dan khayalan gue buyar seketika.

Yuqi atau lebih tepatnya Yuna Qirasya adalah temen sebangku gue. Dia udah sering banget nyindir gue dan nyuruh gue buat ngedeketin Melvin, tapi gue inget posisi gue, yang cuman bisa dengerin ucapan Yuqi.

" gue inget kok Qi, posisi gue itu cuman sebatas temen sekelas dia" ucap gue sambil tersenyum
"Halah Mir... Mir... ngomongnya gitu aja terus, nanti lo sendiri juga yang bilang mau ada di posisi Sandra" ucapan Yuqi barusan bener-bener tepat sasaran, dan gue cuman bisa tanggapi dengan senyum.

Author POV

Bel istirahat pun berbunyi. Sandra dan temen-temen nya bergegas kekantin. Sebenernya, Melvin juga mau kekantin, karena Aidil pergi untuk urusan basketnya.

Ketika sampai di kantin mereka duduk ditempat biasa. Karena Sandra agak tidak enakan dengan Melvin, karena cowo itu sendirian. Akhirnya Sandra memilih duduk disamping Melvin.

" eh... kalian semua mau makan apa?" Tanya Rissa yang sudah bersiap beranjak dari meja.

" gue ga tau mau makan apa. Jadi kek biasa juga, tapi banyakin cabe nya yah hehe"

" San, lo mau makan apa? " tanya Rissa
" kek biasa juga aja deh Ris" ucap Sandra dan di angguki oleh Rissa.
" lo Vin?"
" eehm... ga papa gue pesen sendiri aja" ujar Melvin.

Four minutes later

" Hai gaiss... aim comeback!!" Seru Aidil.
" lo apaan dah Dil? Ganggu orang makan aja" sewot Rissa
" iya nih, ganggu aja" gerutu Kirana.
" yee... maaf gais" Aidil pun langsung aja duduk di samping kiri Melvin.
" btw, makanan gue mana?" Tanya Aidil karena tidak melihat makanan yang disedia kan untuknya.

" ya pesen sendiri lah. Emang lo siapa?" Ujar Sandra dan diangguki oleh yang lain.

" ish.. jahat bener dah, yaudah deh gue pesen sendiri!"

" ehh... gue sampe lupa..." cengir Aidil sambil melihat 3 orang yang badannya cukup tinggi, menatapnya sambil melipat kedua tangan di depan dada dan menggelengkan kepala.

" gue ngajak temen basket gue kesini" lanjutnya sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Dia yang mengajak mereka, bagaimana bisa dia melupakan keberadaan ketiga temannya itu?

"Siapa?" Tanya Melvin yang baru datang sembari membawa makanan yang ia pesan ditangannya.

" lo... Sam kan?" Tanya Rissa menatap cowo yang didepannya dan dibalas dengan senyuman manis khas milik cowo itu.

" iya..." ujarnya.

"ouh..." -Rissa

"...udah?"-Aidil

"paan?" tanya Rissa malas

"cuma nanyain Sam? gue bawa tiga orang kesini coy... dan lo cuman notice satu orang?"

"ya...gue tau nya cuman Sam..."

"sungguh terlalu" ujar Aidil dan kedua anak basket yang mereka tak tahu namanya.


Tbc...

Love SecretTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang