05.45
Massage from Si baweel :
'Gue udah di depan rumah lo'
Mata Sandra terbelalak saat membaca pesan dari Melvin. Ini masih terlalu pagi, tapi laki-laki itu sudah ada didepan rumahnya?
Sann:
Gila lo, gue aja baru mau sarapan.
Sann:
Lo bohongkan, lo udah pernah nipu gue waktu itu.
Sann:
lo bilang depan rumah, gue udah cepet-cepet, ternyata lo nipu gue, dan ternyata lo bilang baru bangun tidur.
Send
Si baweel:
'Gue gak bohong Sannn... kalo gak percaya liat aja dari jendela, buat apa jendela kalo bukan buat liat orang dari dalam?'
yang Melvin katakan benar adanya. Sandra cuman mengendus kesal, sambil memakan roti sarapan nya Sandra mengintip dari jendela. Dan benar saja, ada Melvin yang sedang menunggunya yang masih setia duduk diatas motor sportnya.
Melvin POV:
04.24
Triiing... triinggg....
Alaram Melvin sudah setia berbunyi untuk membangun kan laki-laki itu, tapi Melvin masih setia dengan kasurnya untuk tidak beranjak.
Melvin tiba-tiba duduk seperti orang kesurupan. Ya, dia ingat, dia hari ini akan datang cepat untuk menjemput Sandra. Dengan mata yang masih sayu, Melvin bergegas mandi dan bersiap sekolah.
Setelah siap, Melvin menghidupkan motor sportnya yang berwarna merah bergabung hitam tersebut dan melajukan motornya ke rumah Sandra.
Author POV :
Sandra berpamitan pada kedua orang tua nya, lalu keluar dari rumah untuk menemui Melvin.
" lo pagi-pagi buta udah disini aja Vin... untung gue udah siap-siap!" gerutu Sandra sambil mengunyah roti sarapannya yang belum selesai dia habiskan.
" makan tuh duduk, dan jangan bicara sambil makan San.." ya Melvin memang sering mengingatkan Sandra untuk memakan makanan sambil duduk, namun Sandra tidak pernah mendengarkannya.
Ya, walaupun sudah diingatkan, Sandra tetap keras kepala.
"Sewot banget siih" Sandra pun akhirnya duduk di jok motor Melvin.
"Udaah, buruan jalan. Nanti telat loo, gue makan sambil jalan aja" lanjut Sandra, Melvin pun hanya memutar bola matanya malas dan melajukan motornya.
'Untung sayang' batin Melvin.
❤🖤❤🖤
Sesampai di sekolah, mereka melewati koridor sekolah bersama, dan kalian tau laah, setiap orang yang mereka lewati, pasti akan melihat kearah mereka, walaupun semua sudah tau bahwa Sandra dan Melvin bersahabat dari SD.
tapi tetep aja, pas mereka jalan bersama, semua mata bakalan fokus ke mereka berdua.
Pas sampe dikelas, Sandra mencoba bersikap seperti biasa dan menjadi orang yang seakan bodo amat jika Mira mendekati Melvin.
Lagi pula ia bukan siapa-siapanya Melvin toh. Mereka berdua pun langsung duduk manis di kursi masing-masing dan bercerita mengenai beberapa hal dan terkadang Sandra tertawa karena Melvin.
" Vin, tuh Aidil nyari" ujar Sandra sambil menunjuk Aidil yang berada diluar kelas.
Melvin pun menoleh melihat arah tangan Sandra mengarah.
Dan benar saja disana ada Aidil berdiri didepan pintu kelas memanggil namanya tetapi dengan bisikan.
" masuk aja Aidil... kayak orang lain kelas aja lo! Kan kita satu kelas bego!" Gas Melvin. Aidil pun hanya menunjukan cengiran khas nya dan berjalan menuju meja Melvin sambil tersenyum.
Entah apa yang ada dipikirannya. Sandra ngeliat temennya yang satu itu pun hanya menggelangkan kepala sambil terkekeh.
Kenapa ia dan Melvin bisa temenan dengan Aidil? Oh entahlah apa kehendak Tuhan.
" kenapa lo?" Tanya Melvin to the point.
" gue mau bilang sesuatu sama kalian" ucap Aidil.
" hmm apaan?"
" gue...."
" gue..."
" Aidil! sekali lagi lo ngulang bilang 'gue...' gue jamin lo gak bakalan pulang hari ini" ancam Melvin. Sandra pun seketika tertawa lepas meliha kedua temannya ini. Ada-ada saja.
" ekhem... jadi geng, gue tuh lagii" Aidil menghirup udara sebanyak-banyak nya.
Entahlah seketika ia merasa gugup didepan Sandra dan Melvin, rasa nya seperti ingin meminta restu di depan calon mertua nya.
" gue lagi pedekatee"
1 detik...
2 detik...
3 detik...
4 detik...
5 detik...
Malvin dan Sandra masih diam belum memberi respon. Setelah beberapa detik, Sandra dan Melvin saling memandang seperti berbicara melalui mata dan....
Plak...
"Awh!" Sandra dan Melvin menjitak kepala Aidil secara bersamaan.
" lo cuman mau bilang itu setelah sekian lama kami tunggu?!" Melvin adalah orang pertama yang kembali membuka suara setelah seperkia detik mereka diam.
" siapa yang lo ajak pdkt Dil? Emng ada yang mau ama lo?" Owh pertanyaan Sandra barusan benar-benar menohok hati Aidil.
" sakit San hati gue lo katain gitu...." ucap Aidil sedramatis mungkin.
" jijik gue liat lo Dil... Dil..." ujar Sandra.
" eh tapi gue serius... yang lo ajak Pdkt emangnya siapa? " lanjut Sandra.
"Keppooo lo berduaaa"
" buat apaa lo kasih tau kita berdua kalo ujung-ujungnya bikin kepo Aidilll!" Ucap Sandra dengan kesal. Aidil yang mendengar itu hanya cengengesan dan Melvin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua sahabatnya ini bertengkar.
🖤❤🖤❤
Triingg...
Bel istirahat pun berbunyi.
" ayo gais, laper nih gue!" Seru Rissa.
" sabar Riss"
" ayok lah..." lanjut Kirana.
" lo gak ke kantin Vin? " tanya Sandra, karena melihat Melvin yang masih setia duduk dikursinya.
" nggak San, gue masih ada tugas, kalian kekantin aja, sorry yah gak gabung" Sandra cuman mengangguk sebagai jawaban dan segera menyusul teman-temannya yang lain.
🖤❤🖤❤
Pas nyampe dikantin, semua seperti normal, tidak ada kendala apapun. Mereka makan dengan tenang, begitupun Sandra.
Namun, ketenangan itu tak bertahan lama karena Sandra dkk mendengar bisikan anak-anak cewe dikantin yang sedang membicarakan sesuatu sambil melirik ke arah Sandra.
Membuat Sandra risih, sebenarnya bukan untuk pertama kali. Namun, mood makannya seketika hilang ketika ia melihat seorang laki-laki berjalan beriringan dengan seorang gadis kearah kantin.
"...Melvin?" lirih Sandra tak percaya.
TBC..
hollaa geng...
Ngebosenin yah?
Maaf kalo cerita nya ga nyambung yahh:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Secret
Ficção Adolescente"mau lo cinta pertamanya atau apapun itu, gue ga perduli. karena gue cinta terakhirnya" - Nathan Darian
