bab 8

8 2 6
                                    

Minggu pagi kevin sudah bersiap untuk pergi ke car free day bersama cici dan dodi. Ia melihat papanya sedang duduk di teras membaca majalah bisnis.

"Pa" sapa kevin. Sang papa melihat anaknya sudah rapih pagi-pagi keheranan.

"Kevin mau izin" ujar kevin.

"Kemana?" Papa kevin menyesap pelan kopi hitam yang masih ada sisa asam yang mengepul tanda masih hangat.

"Mau car free day sama teman-teman"

"Ya sudah" papa kevin kembali membaca majalahnya.

"Mama mana pa?" Tanya kevin yang tak melihat kehadiran mamanya dari kemarin. Ia sudah ke kamar orang tuanya tapi sang mama tak nampak juga batang hidungnya. Mamanya bukan tipe yang bangun pagi tidak mungkin kan mamanya pergi pagi buta kecuali memang tak pulan.

"Nggak tau. Udah berangkat aja" kevin mengalah dan memilih pergi ke car free day menyusul cici dan dodi.

Sedang papa kevin mulai meradang dengan tingkah istrinya. Bisa-bisanya menghabiskan uang dengan jumlah banyak hanya sehari. Sudah tidak pulang, malah menghamburkan banyak uang.

Tak berselang lama mobil suv merah masuk ke parkiran. Mobil mama kevin berhenti dan keluarlah orang yang membuat papa kevin darah tinggi.

"Habis darimana kamu?" Tanya papa kevin. Melihat istrinya menenteng banyak tas belanjaan dari berbagai brand terkenal yang harganya fantastis.

"Penting yah nanya" jawab mama kevin.

"Kerjaan kamu cuma habisin uang saya aja" kesal papa kevin.

"Lagian itu kan sudah kewajiban papa buat belanjain mama. Selama ini juga papa diem aja kenapa sekarang bawel banget sih" biasanya sang suami tak pernah protes dan cenderung tak peduli dengan kegiatan sosialitanya.

"Terus ngurus anak sama rumah bukan kewajiban kamu?" Sindir papa kevin membuat mama kevin kehilangan kata-kata. Namun tak berlangsung lama.

"Ada bibi ada mang amir yang ngurus rumah. Lagian kevin juga sudah besar bukan bayi yang harus disuapin" balas mama kevin tak kalah sengit.

"Ya bukan berarti kamu lepas tangan juga kan sama kevin" geram papa kevin

"Apa sih pa? Heran deh mama. Kaya sendirinya peduli aja sama anaknya" saling sindir pun tak terelakan diantara keduanya. Tak ada yang mau mengalah.

"Saya peduli sama kevin. Saya sekolahin dia di tempat yang bagus. Kamu sebagai mamanya sudah ngelakuin apa?" Serangan papa kevin membuat mama kevin tak mau tertinggal untum membalas

"Loh kalau bukan mama yang pinter mana mungkin kevin menang olimpiade" balas mama kevin lagi.

"Mana ada kamu pinter. Ada juga papa yang pinter. Mama taunya belanja aja nggak ada perhitungan" tak terima serangan kembali diarahkan pada mama kevin. Masalah bergulir seperti bola salju.

"Terus hebatnya papa dimana? Bisa ngelukis bebek kloningan?" Adu mulut sudah tak terelakan lagi. papa kevin melempar majalahnya.

"Apaan sih papa. Nyebelin banget" seakan tak ada hentinya mama kevin juga melempar ponsel keluaran terbaru tanpa rasa bersalah dan meninggalkan paoa kevin yang sedang bersungut2.

Mereka yang egois hanya bisa saling menyalahkan tanpa mereka sadari siaoa korban sebenarnya dari keegoisan mereka.

Tolong tandai typo

Lfyu gaesss 💕

KEVIN : hide & seekTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang