Kini semuanya lengkap. Di mobil bukan hanya Alea, Diandra, Okta, Gania dan Megi. Tapi, sudah ada Lutfi, Tami, Lia, Juwi, dan Bu Ifa yang duduk didepan bersama Rahmat.
Dan yang naik motor Alan-Elang, Izal-Randi, si Bule pindah ke motor bersama Faris yang baru datang, Rafi dan Pak Mukti suaminya Bu Ifa.
Alea yang memang duduk menghadap kearah tumpukan tas tampak sibuk menahan tas-tas itu agar tidak jatuh.
"Woy ini mau jatuh" Lia yang berada disamping Alea ikut menahan "Fi, bilangin si Rahmat stop dulu benerin tas!!" Titah Lia pada Lutfi
Lutfi mengangguk "Mat, stop dulu Mat ini tas mau runtuh!!" Rahmat selaku supir langsung berhenti dan keluar dari mobil.
Motor-motor yang sedari tadi mengikuti dibelakang ikut berhenti "kenapa?" Tanya Rafi
"Ini benerin tas dulu" sahut Megi sambil turun dari mobil untuk mengikat tali
"Itu adek aing awas ketiban!!" Celetuk Izal yang tahu-tahu ada disamping Alea, bukannya membantu mengikat tas agar tidak berjatuhan Izal malah menutupi wajah dan kepala Alea dengan tangannya.
"Gak usah malu-maluin sia teh ih" ketus Alea sambil menepis tangan Izal
"Ini berdua berantem mulu heran" celetuk Diandra
"Zal jangan gangguin si Ale mulu, sini luu!!" Titah Randi pada Izal yang sedari tadi terus saja mengganggu Alea, bukan mengganggu juga sih tapi ya gitu. Kalau Randi punya adek kayak Izal juga pasti gitu sih hwhwhw.
"Yo lanjut lagi, nanti kita kumpul lagi di pom bensin abis simpang tiga" yang lain mengangguk mendengar instruksi Rafi.
Jadi mereka ini lewat Via Cibodas. Tapi tiba-tiba Faris menyuruh berhenti "Mat stop Mat!!"
"Apaan sih?"
"Ini si Bule mau ke mobil, takut ngejengkang gue boncengnya juga"
Mobil pun berhenti dan si Bule itu naik ke mobil. Dan yang bikin Alea kaget adalah itu cowok duduk didepannya dan langsung nyender ke kaki Alea yang sedang di tekuk, padahal yang agak kosong tempat itu dibelakang ini malah didepan Alea.
"Lah langsung tidur?" Tanya Juwi yang melihat si Bule itu kembali terpejam walau tidurnya tidak nyaman.
"Di!" Panggil Alea pelan
"Haha mampus, pegel pegel dah tuh kaki" sial!! Diandra malah mengejeknya
"Tuker tempat dunggg" rengek Alea
"Ogah, udah pewe banget gue" Alea hanya mendengus sambil terus memeluk matras yang ia bawa sejak tadi.
Mereka hening selama diperjalanan, hanya sesekali terdengar suara Okta dan Gania yang tampak sedang mengakrabkan diri.
Langit juga sudah terang, entah pukul berapa. Tiba-tiba Pak Mukti menyuruh mereka berhenti.
"Ini rumah siapa?" Celetuk Okta saat melihat bangunna didepannya ini.
"Ini Masjid anak-anak" jawab Pak Mukti sambil melepas helmnya.
"Kirain rumah makan padang" celetuk Alea polos
Lia jadi gemas sendiri daritadi, jadi ia menjitak kepala Alea pelan "mana ada Ale"
Alea meringis sambil mengusap kepalanya yang dijitak Lia "bentukannya mirip sih"
"Ayo turun kita sholat dulu" titah Pak Mukti
Mereka turub dari mobil dan hanya menyisakan Okta yang memang sedang berhalangan dan si Bule yang tengah tertidur pulas, dan yang lain pun tak enak jika harus membangunkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEA-ELANG (COMPLETED)
HumorBukan tentang Bad Boy atau Bad girl, bukan juga cowok cool yang akhirnya luluh, ini hanya cerita seorang Aleana dan Elang yang bertemu tepat disepertiga malam. *ps: sangat teramat ringan, tanpa ada konflik berat didalamnya :)
