Mengetahui Afnan adalah putranya, membuat Adam murka dan marah besar pada Wulan karna telah menyembunyikan dan menjauhkannya dari Afnan.
Adam memberontak dan mendesak Wira dan neneknya, agar menyetujui pernikahannya dengan Wulan.
Namun, Wulan sendiri menolak keras pernikahannya dan Adam.
Jelas Adam tak terima dengan penolakan Wulan. Lelaki itu pemaksa, ingin semuanya berjalan seperti yang diinginkannya.
Dan Wulan, tak akan pernah mau kalah dengan sikap Adam yang pemaksa, apapun yang terjadi Wulan tak mau kalah dengan Adam.
Hingga akhirnya Wulan mengambil tindakan yang membahayakan dirinya sendiri, kala Adam memaksakkan keinginan untuk melangsungkan pernikahan.
Wulan menggores pergelangan tangannya dengan pisau, hingga wanita itu harus dirawat di rumah sakit.
Wulan melakukannya hanya untuk membuktikan pada Adam bahwa ia tak main-main akan ucapannya.
Entah apa yang dipikirkan Wulan, ia tetap tak ingin menikah, walaupun nenek dan Wira menyetujui pernikahannya dan Adam.
Adam yang mempermasalahkan Afnan yang membutuhkan kedua orang tuanya,membuat Wulan dengan keras kepala masih menolak.
Dan Wulan malah membuat kesepakatan bahwa ia dan Adam akan bergantian merawat Afnan.
Dengan begitu Afnan tak akan kekurangan perhatian dari orang tuanya, tanpa harus menikah dengan Adam.
Setelah Wulan dirawat di rumah sakit, Adam mendadak takut akan ancaman Wulan yang sewaktu-waktu akan mencelakai dirinya sendiri, jika ia memaksa.
Jadilah Adam berusaha menekan ego-nya, setidaknya Wulan dan Afnan berada di bawah pengawasannya.
***
Adam menenteng kantong plastik berisi beberapa es krim di dalamnya, memasuki pekarangan rumah Wira.
Baru ingin mengetuk pintu, Adam sudah dikejutkan dengan Wulan yang tiba-tiba membuka pintu.
Keduanya sama-sama terkejut, tentu saja. Wulan mengelus dadanya, sedangkan Adam menatap bingung Wulan dengan setelannya yang rapi.
"Hah! Untung kau datang Dam, temuilah Afnan, kak Wira mungkin tak bisa mengawasinya sepanjang hari ini,"
Adam mengerutkan keningnya. "Kau mau kemana memangnya?"
"Aku ada urusan penting, aku titip Afnan yah," Wulan berjalan melewati Adam. Baru beberapa langkah, pertanyaan Adam membuat Wulan memberhentikan langkahnya.
"Kapan kau pulang?"
"Hm... besok,"
"Hei! Kau ada urusan apa sampai besok?!"
"Kecilkan suaramu Adam," peringat Wulan. "Aku kan tadi bilang ada urusan penting!"
"Kau ada urusan apa? Dan kemana?!"
Wulan menghela napas. "Astaga, kau ini! Sudah kubilang ada urusan penting,"
"Kemana?"
"Aishh, berhenti bertanya padaku! Afnan menanyakan dirimu sedari tadi! Masuklah Adam!" Ketus Wulan.
"Tidak! Aku akan ikut denganmu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Childish Bad Boy
RomanceAdam jatuh cinta pada Wulan, tak ingin jika gadis itu meninggalkannya. Dan Wulan yang luluh pun karna perlakuan manis Adam, mulai menerima Adam. Namun, suatu rahasia besar, membuat Wulan dan Adam harus menelan pil pahit kehidupan, memaksa keduanya u...
