Berada di satu kota ajaib. Kota yang tidak begitu besar dengan penduduk yang tidak banyak. Kota yang menyimpan sejuta kebahagiaan. Kota itu seperti sebuah kotak berisi keajaiban di dalamnya. Selamat datang di "Magic Shop"
Jimin tersenyum dan mengangguk, segera adek memeluk Jimin. Membenamkan wajahnya di dada bidang Jimin, Ya Tuhan betapa rindunya adek kepada Jimin yang sudah 2 tahun silam meninggalkannya sendiri di dunia yang di anggap jahat oleh anak seusia 15 tahun seperti dirinya.
"Kenapa? mimpi buruk?" tanya Jimin memastikan.
"Kangen abang" jawab adek. Seperdetik kemudian Jimin semakin mempererat pelukan adek, sambil mengusap sayang punggung adek. Entah kenapa jadi manja seperti ini Jimin juga bingung. Tapi tak apa Jimin sangat menyayangi gadis kecil yang berada pelukannya saat ini.
Nom nom nom
"Suka sama makanan nya?" tanya Jimi sambil mengusap surai adek yang tengah makan dengan lahap di hadapannya
"Heum. Enak banget, apapun yang di masakin sama abang adek pasti suka dan pasti adek habis makan nya!" jawab adek dengan semangat, mendengar jawaban itu Jimin tertawa gemas. Benar benar menggemaskan sekali si adek
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Abang, adek mau tanya" ucap adek seketika langsung menghentikkan kegiatan menyuapkan makanan ke dalam mulut kecilnya. Lalu menatap Jimin dengan tatapan bingung