Haii apa kabar kalian? Nunggu lama ya? Maaf ya aku baru bisa Update ya, aku banyak tugas. Bagi kalian yang masih sekolah pesti ngerti dong ya kita libur tapi kita juga di kasih tugas begitupun yang terjadi sama aku. Jadi maklumin aja ya heheh....
Happy Reading ❤️
_
_
_
Hari ini Vania dan ketiga sahabatnya berniat untuk datang ke Agensi Big Hit Entertainment mereka ingin memberikan barang yang kemarin mereka beli untuk Bangtan kepada Manager Bangtan.
"Eomma adek berangkat ya." Ucap Vania.
"Hati-hati yah kalian, kalau mau pulang nya di jemput telepon Appa aja atau supir ya." Ujar Eomma.
Di kediaman keluarga Kim itu tampak sepi dan hanya beberapa Maid yang bekerja di sana karna orang yang tinggal di kediaman itu sudah kepekerjaan nya masing-masing.
Sang kepala keluarga sudah berangkat ke kantornya, anak pertama mereka pergi keluar entah kemana sejak pagi setelah sarapan sampai siang belum terlihat lagi batang hidung nya.
Sementara sang ibu rumah tangga akan pergi untuk mengurus butik nya dan anaknya beserta teman nya bepergian ke Agensi Big Hit.
Vania dan ketiga temannya sudah dalam perjalanan menuju Agensi, tidak terlalu jauh dari tempat kediaman Kim.
"Emm Van kaki lo kenapa?" Tanya Stella.
"Iya deh gw juga baru sadar, gw ngeliat kaki lu di perban. Kenapa?" Tanya Vintan.
"Ahh ini?" Tunjuk Vania kepada kedua kakinya yang di angguki ketiga temannya.
"Cuman kecelakaan kecil kok, pas gw baru sampe ke korea gw dapet luka ini." Ujar Vania yang tentunya berbohong.
"Tapi lo ga papa kan?" Tanya Anestia.
"Ga papa kok ini udah di obatin, tenang aja." Ucap Vania.
"Eh ya gimana kalo kita ga di bolehin masuk ke dalam gedung? Soalnya kan gedung Big Hit penjagaan nya ketat banget. Terus gimana kita masuk?"
Tanya Vania mengalihkan topik.
Tapi ada benarnya juga bagaimana cara mereka masuk ke dalam gedung Big Hit?
"Iya ya gimana caranya? Bahkan kita bukan bagian dari gedung itu. Kita hanya Army." Ujar Vintan.
"Terus gimana dong? Gagal nih ngasih barangnya?" Ucap Anestia kecewa.
"Nona kita sudah sampai." Ujar sang supir.
Ya mereka bertiga berbincang sampai tidak menyadari kalau mereka sudah sampai bahkan tepat di depan Agensi Big Hit.
"Gimana nihh? Kita gagalin aja? Percuma juga kita ga akan bisa masuk." Ucap Stella.
"Ga segampang itu kita udah sampe di sini, kita usaha dulu basuk ke dalem. Dan kalau memang ga di bolehin, apa boleh buat?" Ujar Vania.
"Ahjussi tunggu di sini dulu dan nanti kalau aku di perbolehkan masuk, aku akan kesini lagi untuk mengambil barang." Ucap Vania.
"Baiklah Non." Ujar sang Supir.
Para sahabatnya setuju dengan ide Vania, mereka segera turun dari mobil.
Sementara sang supir mencari tempat parkir untuk memarkirkan mobil nya tidak mungkin juga berdiam diri di depan Agensi Big Hit, itu akan menghalangi jalan orang lain.
Vania dan para sahabatnya sudah ada di depan Agensi mereka bisa melihat ada dua orang seperti satpam untuk menjaga pintu masuk.
"Emm maaf Ahjussi, apakah di sini ada Manager Sejin?" Tanya Vania hati-hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abang BTS [Revisi]
FanfictionSeorang anak yang di sembunyiin fakta bahwa para abangnya yaitu idolanya sendiri. Bagaimana rasanya? Sedih? Senang? Ya itulah yang dia rasakan setelah lulus sekolah SMP dan mengetahui para Abangnya adalah idolanya. Cast:-Vania (Kim Ara) -R...
![Abang BTS [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/191163546-64-k786860.jpg)