Awalnya diselamatkan dari godaan om-om mesum, kemudian hilang kontak, tidak sengaja bertemu lagi, dan sekarang laki-laki ini mengaku sebagai pacarnya?!?!?!
A Pluemon Fake Dating! AU
[Cerita ini murni fiksi dan untuk keperluan hiburan semata.
Tokoh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu siap?" tanya Pluem sambil mematikan mesin mobil. Restoran dengan fasad perahu layar yang ditambat di pinggir pantai telah terlihat. Tempat yang telah disetujui untuk bertemu dan makan siang.
Chimon mengangguk. "Kamu?"
Pluem mengembuskan napasnya berat. Bahunya terkulai dan air mukanya berubah pucat. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, "Semoga aja."
"Hei, jangan gitu. Kita udah latihan hampir tiga bulan, kan?" Chimon meraih tangan Pluem yang menutupi wajahnya. "Anggap aja kayak mau ulangan?"
"Saya kalau mau ulangan nervous nggak bisa tidur."
"Serius? Orang sepintar kamu?"
"Beneran," Pluem meletakkan tangan Chimon di atas kemudi dan menyandarkan pipinya di punggung tangan laki-laki yang lebih muda darinya itu.
"I don't want to fuck this up, Mon."
"Kamu udah rencanain ini matang-matang. Kamu bahkan bikin sheet Excel dan ada poin-poin pencapaiannya. Kita udah persiapin ini semua. Tinggal eksekusi, kan?" ia membalik telapak tangannya, menangkup sebelah pipi Pluem.
"You'll do great, Pluem."
Dari posisi menyamping, mata Pluem menatap Chimon lekat-lekat. Perlahan, ia tersenyum. Ia menggosok-gosokkan pipinya ke tangan Chimon, memberikan kecupan kecil di tengah telapak tangannya sebelum bangkit.
Hati Chimon hangat. Mereka tidak lagi butuh kata-kata untuk mengucapkan terima kasih kepada satu sama lain.
Pluem merapikan rambutnya sambil bercermin di kaca spion, memasang kacamata hitamny, dan mengambil dompet.
"Siap?" tanyanya pada Chimon.
Chimon membalas dengan sebuah anggukan mantap.
Sambil mengunci mobil, Pluem menawarkan tangannya pada Chimon untuk digenggam. Sinar matahari memantul dari kulit putih Pluem yang terekspos di luar kemeja longgar dan celana pendek yang dikenakannya.
Membalas senyum yang diberikan kepadanya, Chimon menyambut tangan Pluem. Hal yang harus ia kuasai sekarang adalah menjinakkan degup jantungnya yang begitu liar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.