Awalnya diselamatkan dari godaan om-om mesum, kemudian hilang kontak, tidak sengaja bertemu lagi, dan sekarang laki-laki ini mengaku sebagai pacarnya?!?!?!
A Pluemon Fake Dating! AU
[Cerita ini murni fiksi dan untuk keperluan hiburan semata.
Tokoh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mon. Chimon, bangun," sebuah panggilan lembut menariknya dari alam bawah sadar.
"Chimon, bangun yuk, ada makanan di bawah."
"Mmmm, Pluem?"
"Iya, Sayang?" ujar Pluem sambil mengusap kepala Chimon
Chimon semakin membenamkan diri di bantalnya.
"Mon, bangun dong. Kamu nggak lapar?"
Nihil. Chimon tidak bergerak sama sekali.
"Moooon," Pluem naik ke kasur dan menimpa tubuh di bawahnya, "Banguuuuun."
"Pluem beraaaat," Chimon mencoba berontak ketika ia kesulitan bernapas.
"Nggak akan turun sampai kamu bangun," sahut Pluem sambil menindih Chimon.
"Pluem, nggak bisa napas nih—"
"Ayo, Mon, banguuuun."
"Nggh, Pluem."
"Pluem kok lama bang—ASTAGANAGA! Masih siang udah maksiat!! Bilangin Ibu, nih!" teriak Tay dari pintu kamar Pluem. Dua pemuda di kasur itu spontan memisahkan diri.
"Abang, jangan keras-keras, dong!"
"Lagian diminta bangunin malah ditidurin! Bisa-bisanya cari kesempatan lo, Pluem," seru Tay.
"Aku udah bangun, kok Bang. Mau cuci muka dulu!!!" Chimon buru-buru beranjak ke kamar mandi Pluem untuk mencuci mukanya.
Tay menyeringai penuh arti ke arah Pluem, "Hadiah spesial ulang tahun, nih?"
Sebuah bantal besar bulu angsa mendarat di wajah Tay.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh, Chimon?" Ayah Pluem menoleh kaget kepada sosok laki-laki yang ikut turun dengan putranya dari lantai atas.
"Selamat siang, Om, Tante," ucap Chimon memberi salam. Ia kira hari ini orangtua Pluem tidak akan ada di rumah. Nyatanya, keluarga ini sudah lengkap di meja makan dengan macam-macam menu makan siang terhidang lengkap.