03/04/2020 Sam POV
Hai hai hai yuk kerjasamanya yuk, Jangan lupa Vote, Comment, dan Share ke sosial media kalian. Biar aku masih bisa bertahan di panggung wattpad ini (?) See you next time...
Happy reading...
Aku nggak se ekspect itu banyak yang baca ceritaku ini, because biasanya yang baca cuman ME, MY SELF and I. yak semalu itu aku sama tulisan sendiri. Biasa ngetik-ngestuck-revisi-mager-hapus. Seneng banyak yang komen, tapi takut gede kepala (hapesihgue), Ini aku posting sekarang, Jum'at barokah ceunah. Susah juga ya bikin feel tulisan cowok, menurut kalian capter ini sama yang kemarin gimana?
Masih Samuel Cipta Darmaji's Point Of View
***
Gue merasa bersalah banget pas ngomong 'Gue nggak suka Tiara' saat orangnya nggak sengaja lewat di depan gue. Gue nggak mau dia salah paham dan bikin pertemanan kita jadi awkward.
Mau nggak mau gue harus nyamperin Tiara buat minta maaf dan ngelurusin omongan gue tadi. Eh tunggu, apa yang harus gue jelasin?
Kalo gue nggak suka sama dia? Terus gimana kalo misalnya dia ngira selama ini gue cuman mainin dia, PHPin dia, padahal kan gue sebenernya emang-
Aaargh ribet banget sih hidup!
.
Knock knock knock
Gue mengetuk pintuk bernomor 3553 yang gue tau kamar Tiara saat ini. Nggak lama, gadis berbehel pun keluar dari dalam kamar.
"Sam... Kenapa?" tanya Ziva.
"Gue boleh masuk gak?" tanya gue balik.
"Masuk aja sih, ada apaan? Tumben lo kesini sendirian" bingungnya.
"Lagi pada ngapain?" tanya gue lagi.
"Nggak ada, cerita-cerita aja" gue pun mengikuti Ziva masuk ke dalam kamar, di kamar ada Tiara dan Lini yang sedang duduk di atas tempat tidur.
"Heh, ngapain lo masuk masuk sini?" hardik Lini menatapku garang.
"Apa sih Lin, ngegas aja, gue baru dateng juga" melas gue.
"Kenapa sih Mama Yini?" bingung Ziva menatap gue dan Lini bergantian, menunggu jawaban.
"Ini si kunyuk, pas aku lewat kamarnya sama Titi. Nggak tau lagi ngobrol apaan sama Nuca, masa tiba-tiba dia bilang 'gue nggak suka Tiara!' apaan banget" jawab Lini kesal.
"Ini gue kesini mau minta maaf" ujar gue menatap Tiara yang sedari tadi diam memeluk boneka Ice Bearnya sambil mentap kosong layar TV yang hanya menampilkan iklan-iklan suatu produk.
"Jangan Ti! udah biarin aja, biar dia tau rasa! Ngomongnya nggak suka, tapi kemana-mana ngekorin Titi mulu. Giliran di diemin kalang kabut kan lo" kompor Lini.
"Lo ya... gue lagi ngomong sama Tiara elaaah, berisik aja" kesal gue.
"Iya udah... aku maafin. Lain kali kalo kamu nggak suka bilang aja. Aku juga minta maaf kalo udah bikin kamu nggak nyaman. Aku ngerti kok, aku ini lebih tua dari kamu, Iman kita juga nggak sama, jadi kita nggak mungkin punya hubungan yang lebih dari temen kan. Aku... Aku.. Aku juga udah punya pacar" ujar Tiara pelan tanpa menatap gue.
Gue nggak tau mau nge-respon apa. Ziva dan Lini pun nggak ada yang berani membuka suara.
"Yang gue omongin di youtube Idol bae waktu itu, Gue-" Omongan gue dipotong Titi yang tiba-tiba menguap.
"Sam... Aku ngantuk, udah malem, boleh nggak kamu.. Hm..." potong Tiara menggantung.
Gue diusir secara halus.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADA CERITA DARI KARANTINA
FanfictionBersenang-senanglah. Karna hari ini yang akan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan... Mengintip kehaluan saya dan keseruan mereka Dari Karantina kita menemukan keluarga baru, persaudaraan yang kuat, saling melengkapi da...
