91. Cecilion

1K 64 9
                                        

(Embrace of Night , Mage)

"Only love and night are everlasting."
"Hanya cinta dan malam yang abadi."
 

Kisah ini dimulai dari Carmila yang memiliki darah bangsawan dari Castle Abarleen. Dia memiliki popularitas yang tinggi berkat darah keluarganya yang terkenal dan wajah yang cantik. Sayangnya, kelebihan yang dimiliki oleh Carmilla justru digunakan sebagai alat politik oleh ayahnya, Earl Anssac. Sang ayah berambisi memiliki dinasti politik yang lebih kuat dan luas. Oleh karena itu, dia ingin dijodohkan dengan keluarga bangsawan yang juga memiliki kekuasaan.

Dan Cecilion, penyanyi Opera berdarah iblis juga memiliki latar belakang yang menarik dengan sang putri bangsawan. Keberadaan sosok pria ini di Castle Aberleen memang terkenal sebagai aktor Opera yang hebat. Opera yang dimainkan oleh Cecilion terbilang sangat ramai pengunjung. Banyak pengunjung yang menunggu penampilan memukau dari peran yang dimainkan olehnya.

Namun, di balik itu semua, Cecilion adalah bagian dari bangsa iblis yang menyimpan darah seperti yang dimiliki oleh Thamuz dan Alice. Hal itu menjadi alasan mengapa dia merasa hampa dan sulit baginya untuk membuka pikiran terhadap manusia. Meskipun begitu, dia merasa senang ketika penampilannya mendapatkan apresiasi berupa tepuk tangan dan sorakan dari penonton.

Dari sekian banyaknya penonton di teater musikal itu, terdapat salah satu penonton setianya yaitu Carmilla. Sejak pertunjukkan pertama kali, sang Putri bangsawan itu memilih posisi di bagian tengah kanan sebagai tempat favoritnya. Meskipun sering datang menyaksikan pementasan Cecilion, Carmilla sama sekali belum pernah berinteraksi dengan sang aktor. Padahal bagi sang putri, Cecilion adalah sosok yang elegan dan berbakat.

Akhirnya, Terjadilah pertemuan pertama antara Carmilla dan Cecilion secara tidak disengaja. Pertemuan itu pun terbilang hanya sekejap saja karena ketidaksengajaan akibat tersingkapnya tirai saat pementasan. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Dari tatapan tersebut, muncullah percikan-percikan asmara antara Carmilla dan Cecilion.

Pandangan pertama Cecilion ke Carmilla membuat rasa cinta mereka mulai tumbuh. Dengan keberanian yang besar, Carmilla menghampiri perempuan tersebut untuk mengundangnya datang ke Opera. Penampilan malam itu menjadi pertunjukkan yang dikhususkan untuk sang Putri. Cecilion menyanyikan lagu-lagu ciptaannya yang dikhususkan untuk Carmilla. Sang putri pun benar-benar terkesima dengan penampilan sosok penyanyi Opera itu hingga tidak pernah mengalihkan pandangannya.

Perlakuan romantis dari Cecilion tidak berhenti sampai situ saja. Paginya, dia kembali menujukkan rasa cintanya dengan memberikan mawar di jendela Carmella. Namun kisah cinta mereka mulai mendapat masalah. Carmilla mulai merasa ada hal janggal dari Cecilion setelah melihat kulit kekasihnya yang selalu terlihat pucat. Dirinya juga begitu tertutup dan tidak berinteraksi dengan orang jika merasa tidak begitu perlu.

Akhirnya Carmilla sadar bahwa Cecilion adalah spesies yang tidak biasa dan memiliki hubungan dengan Blood Demon. Namun sang Putri sadar bahwa dibalik kesedihan kekasihnya, terdapat rasa ingin untuk hidup biasa. Namun, hubungan mereka ternyata diketahui oleh ayah Carmilla. Bagi Earl Anssac, Cecilion hanya penyanyi Opera rendahan. Sang ayah benar-benar tidak setuju terhadap hubungan mereka dan yang ia inginkan adalah anaknya menikah dengan Baron Tawil.

Demi memutuskan hubungan Carmilla dengan Cecilion, kemudian sang ayah menyegel rumah Opera yang menjadi tempat bersejarah bagi pasangan tersebut. Namun Cecilion sadar bahwa hal yang ia upayakan akan penuh dengan rasa tidak aman sebagai buronan. Akhirnya setelah memutuskan dengan matang, dia merasa bahwa pilihan yang terbaik adalah menyerah. Cecilion meletakkan bunga sebuah mawar dan surat di jendela Carmilla sebagai salam perpisahannya. Sang putri benar-benar mencintai kekasihnya dan tidak ingin menikah dengan Baron Tawil. Demi menjaga cintanya dan untuk menolak perintah pernikahaan dari sang ayah, sang putri memutuskan bunuh diri menyayat pergelangan tangannya dengan sebuah belati.

Namun, jalan yang dipilih oleh Cecilion membuat dirinya merasa bersalah karena tidak memperjuangkan pujaan hatinya. Dua hari kemudian Cecilion datang kembali untuk kembali bertemu dengan Carmilla. Sayangnya ketika ia sampai, dia justru melihat tubuh kekasihnya sudah terkapar dingin di pemakaman. Berkat kekuatan Blood Demon, dia dapat menghidupkan kembali Carmilla dan bergabung menjadi spesies yang sama dengannya. Akhirnya mereka dapat kembali bersatu untuk selamanya.

Kisah pasangan itu pun menjadi cerita rakyat yang yang melegenda di Castle Aberleen. Rakyat di sana mengatakan bahwa sudah tidak pernah melihat kedua sosok misterius tersebut. Namun, mereka kadang terlihat di malam hari di menara teratas milik kastil.

Mobile Legends StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang