[Part 3] SECOND MEETING

86.7K 4.2K 98
                                        

"Kesendirian ngasi lo kekuatan untuk menjalani hidup. Sayangnya, untuk jadi seseorang yang kuat, lo ga bisa sendirian."
~Arion Elvano Adhitama~

•••

Malam ini, seluruh anggota Vegaz tengah berkumpul di markas. Anggota Vegaz berjumlah sekitar 300 orang. Memang, kebanyakan siswa laki-laki SMA Gunadhaya tergabung ke dalam geng Vegaz. SMA Gunadhaya selain terkenal karena sekolahnya anak-anak kalangan atas, juga terkenal dengan geng Vegaz yang memang sangat solid dan kuat.

Vegaz memiliki markas yang cukup besar untuk menampung mereka. Bangunannya cukup mewah jika hanya digunakan sebagai markas. Mereka semua berkumpul di ruang tengah yang sangat luas, dengan Arion sebagai ketua di tengah-tengah mereka.

"Nan, motor yang kemarin udah lo urus?" tanya Arion pada Keenan.

"Udah Ar," jawab Keenan.

"Bang Ar, tadi pagi anggota kita ada yang dikeroyok sama Grezda," sahut Rezvan, salah satu anggota Vegaz.

"APA?! Siapa?" ucap Arion sambil mengepalkan kedua tangannya. Cowok itu tengah menahan emosinya.

"Rizki, anak SMA Angkasa. Dia dikeroyok sewaktu berangkat sekolah," jawab Rezvan.

"Gimana keadaannya sekarang?" tanya Arion.

"Dia masuk rumah sakit, tapi sekarang udah baikan," jawab Rezvan.

"Kita harus bales mereka bos!" sahut Dito, anggota yang lain.

"Bener bos, kita ga bisa biarin gitu aja!" sahut yang lainnya.

"Sebenernya apa masalah mereka sih?! Mereka ga tau apa kalo Grezda kalah jumlah lawan Vegaz," bingung Devan.

"Kita balas perbuatan mereka. Besok malam kita kumpul di markas, abis itu kita berangkat ke markas Grezda!" tegas Arion memerintah. Sedetik kemudian, ia menunjukkan senyum sinisnya. "Kita habisi mereka," ucapnya.

♡♡♡

Pagi ini, Shaenette lebih memilih berangkat menggunakan mobil mini coopernya. Kemarin, ia berangkat dengan menaiki bus karena ia tidak ingin terlihat mewah saat hari pertama di sekolah barunya. Walaupun ia tahu, sekolah itu khusus untuk anak-anak elit.

Sesampainya di sekolah, ia lalu keluar dari mobil. Ia melihat petinggi Vegaz dengan motor hitam mereka memasuki halaman depan SMA Gunadhaya. Gadis itu menaikkan sebelah alisnya. Entah apa maksudnya, tidak ada yang tahu, ekspresi sebenarnya yang Shaenette tunjukkan.

Tanpa peduli para siswi yang berteriak tidak jelas saat melihat kedatangan petinggi Vegaz, Shaenette berjalan memasuki gedung sekolahnya.

"Hai Sha," sapa Clarissa saat Shaenette memasuki kelasnya.

"Hai," balas Shaenette.

"Eh guys katanya nanti kita pulang pagi loh," ucap Aileen.

"Yang bener lo?" tanya Zeline ragu.

"Iyaa, katanya ada salah satu guru kita yang meninggal. Jadi guru-guru harus melayat," jawab Aileen.

"Astaga, males gue di rumah," ucap Shaenette sambil merenggangkan tubuhnya.

"Guys, gimana kalo kita nanti jalan-jalan ke mall aja?" ajak Clarissa.

"Iya bener, mumpung kita pulang pagi," ucap Aileen.

"Oke juga tuh," sahut Shaenette.

"Iya, gue setuju," jawab Zeline.

"Gue juga," ucap Sherly.

ARSHA (Telah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang