[Part 16] MISSING (2)

57.5K 2.9K 69
                                        

“Bagi seseorang yang pernah mengalami kesulitan dan berhasil mengatasinya, akan mudah untuk menghadapi situasi sesulit apapun.”
~Arion Elvano Adhitama~

•••

Shaenette meringis. Gadis itu merasa pipinya berkedut, rasanya sangat sakit dan perih. Bahkan sepertinya sudut bibirnya telah mengeluarkan darah. "Lepasin gue! Lo ga ada gunanya tau ga ngelakuin hal kaya gini ke gue! Syila udah pergi," ucap Shaenette.

"Kalo ga ada gunanya, ngapain gue nyiksa lo kaya gini? Tentu ada gunanya dong! Yaitu gue bahagia! Gue bahagia bisa bales bunuh lo! balas Rico.

"Lo psycho!" ucap Shaenette.

"Apa?! Apa lo bilang?!" kesal Rico. Ia mencengkeram rahang Shaenette. "Ucapin sekali lagi!" suruh Rico pada Shaenette.

"LO PSYCHO!" teriak Shaenette karena kesal.

PLAK!

Dan lagi-lagi, cowok itu menampar pipi Shaenette untuk yang kesekian kalinya.
"Maafin gue!" teriak Shaenette sedih.

"Gak! Lo ga bisa dimaafin. Lo harus dapet balasan yang setimpal! Nyawa dibayar nyawa!" ucap Rico dengan wajah sedih namun malah terlihat menyeramkan.

"Maafin gue! Gue ga sengaja! Hiks, gue ga sengaja. Asal lo tau, gue nyesel banget! Hiks, lebih baik gue yang meninggal di kecelakaan itu, daripada Syila," ucap Shaenette sambil sesenggukan.

Rico tersenyum miris. "Maaf? Udah terlambat! Syila udah pergi! Keluarga gue udah ngejauhin gue! Denebz ngebuang gue!" Sedetik kemudian, senyuman Rico berubah. Senyuman itu menjadi sinis, seperti menyiratkan sebuah arti. "Lo, tunggu gue! Lo akan bener-bener gue bunuh!" ucapnya lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Shaenette.

♡♡♡

Arion sedang berhenti di pom bensin, bersama anggota-anggota Vegaz lainnya. Cowok itu tengah menunggu Devan yang sedang mencari tau keberadaan markas Denebz lewat ponsel.

"Udah ketemu! Tapi lumayan jauh dari sini," ucap Devan.

"Oke, lo di depan. Tunjukin jalan ke yang lain," perintah Arion.

Tiba-tiba ponsel Arion berbunyi, di sana tertera nama Edzard. Arion langsung mengangkatnya. "Halo! Gimana?"

"Sherly, Zeline, sama Aileen ga tau. Kalo Clarissa lagi ga ada di rumah, dia masih ada di rumah neneknya di Yogyakarta.  Sekarang gue, Keenan, Kenzo, sama Farhan lg ada di rumah Sherly. Sekarang kita harus gimana?" ucap Edzard. Mungkin baru kali ini cowok itu berkata panjang.

"Damn it! Kita ke markas Denebz. Devan bakal share lokasinya," ucap Arion lalu memutus panggilan itu.

"Edzard?" tanya Devan yang sedari tadi menyimak pembicaraan itu.

"Iya, sahabat-sahabat Shaenette ga ada yang tau di mana gadis itu. Kita harus cepet ke markas Denebz," ucap Arion.

Mereka lalu pergi menuju markas Denebz. Sekitar 30 menit perjalanan, Arion dan anggota Vegaz telah sampai di markas Denebz. Markas itu berbentuk rumah yang cukup mewah, dengan nuansa abu-abu.

"Gue sama Devan masuk dulu, kalian tunggu di sini," perintah Arion pada anggotanya.

Arion dan Devan pun berjalan memasuki markas itu. Di dalam terdapat sekitar 50 orang anggota Denebz. Ke-50 orang itu kaget dan memberi tatapan tajam kepada 2 orang yang baru saja masuk.

"Gue ga ada maksud apapun. Gue ke sini nyari Shaenette. Apa dia ada di sini?" ucap Arion sambil mengangkat kedua tangan di atas menandakan perdamaian.

ARSHA (Telah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang