Part 31 🔚

2.2K 105 17
                                        

Typo berserakan and happy reading
🙏🙏🙏





Beberapa hari kemudian, hari dimana In dan Korn akan mengucapkan sumpah dan janji mereka di depan altar dan seorang pendeta

Tee tersenyum kearah In yang tengah berkaca dengan setelan tukedonya

"bagaimana perasaanmu Nong?

"deg-degan Phi..aku takut di acara nanti aku membuat kesalahan.."

"semuanya akan baik-baik saja Nong.." Tee berusaha menenangkan In yang terlihat gugup

"kamu cantik sekali Nong.." puji Tee tulus

"terimakasih Phi.." In tersipu mendapatkan pujian tersebut

"oh iya Nong..kemana Ibu kamu? sedari tadi aku tidak melihatnya.."

"mungkin sedang menyambut tamu Phi.." In menjawab sembari merapikan dirinya agar terlihat maksimal

Tee mengangguk lalu ia pamit keluar untuk melihat anak-anaknya

Langkah Tee terhenti ketika melihat Tae dengan langkah tergesa-gesa menuju rooftop bangunan hotel tersebut

Tee segera mengikuti menggunakan salah satu lift

"katakan siapa kamu sebenernya? tanya seorang wanita pada pemuda yang tengah berlutut di depannya

Pemuda yang rapi dengan setelan tukedonya berlutut menunduk

"apa tujuanmu mendekati kami? imbuh wanita tersebut pelan namun dingin

"jawab! tuntutnya pada pemuda tersebut

" Korn Phatthanakun.." jawab pemuda itu tegas

"aku putra satu-satunya Phatthanakun..orang yang sudah membunuh kekasihmu yaitu Isamu.." imbuhnya tegas menatap wanita yang matanya sudah berkaca-kaca tersebut

"Ayahnya In.." sambung Korn

Wanita tersebut membelalakan matanya tidak percaya apa yang baru saja ia dengar

"maaf.." tunduk Korn pada Ibunya In yang tengah menangis

"dengan ini aku berniat untuk jujur denganmu siapa aku yang sebenarnya..karena jika tidak..aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.." kata Korn masih berlutut

Ibunya In memejamkan matanya erat sembari tangannya meremas dadanya sebelah kiri dimana ia merasakan sakit luar biasa didalam sana

"tapi aku bersumpah..aku mendekati In bukan karena siapa In tetapi karena aku mencintainya..sangat mencintainya.." Korn menitikan air matanya

Tae berdiri diam tidak jauh dari Korn dan Ibunya In, Tae ingin sekali membantu Korn namun Korn melarangnya karena Korn ingin menyelesaikan masalah antara dirinya, In dan Ibunya dengan caranya

"kamu tidak berhak mendapatkan cintanya putraku..! katanya menatap dingin kearah Korn

"tapi In berhak bahagia..

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Trust [ m-preg] Where stories live. Discover now