02

1.6K 116 1
                                    

Taeyong menunggu jawaban dari Jaehyun yang terlihat panik didekat pintu.

"Jadi bagaimana?, mau tidak?".

Jaehyun menatap Taeyong kesal, tapi mau bagaimana lagi. Dari pada kepalanya pecah lebih baik jadi pesuruh Taeyong.

"Baik, aku akan lakukan. Sekarang bantu aku".

"Oke".

Taeyong turun dari kasur UKS, Jaehyun pikir mungkin Taeyong akan membantunya. Tapi nyatanya dia hanya mau menutup tirai didepannya.

"Semangat ya, pesuruh".

Taeyong membiarkan Jaehyun begitu saja setelah, memberinya semangat dan kembali menutup dirinya dibalik tirai.

"A-apa?!".

Jaehyun kesal, bukan dia marah. Sangat marah, dengan kelakuan Taeyong.

"Hey. Kau sudah gila ya. Hey".

Jaehyun memanggil Taeyong sepelan mungkin takut suaranya terdengar sampai luar.

Jaehyun menunggu Taeyong keluar, tapi tidak keluar juga. Akhirnya dia berinisiatif melangkahkan kakinya kearah Taeyong.

Srek

Jaehyun membuka kasar tirai didepannya dan melihat Taeyong yang sedang tidur dibaliknya.

"Apa-apaan ini?!!!!!".

Jaehyun berjalan menghampiri Taeyong, dan disaat sebelum dia membangunkan Taeyong terdengar suara pintu UKS dibuka oleh seseorang.

Dan kemungkinan itu orang-orang yang sedang mencarinya.

"Cari pecundang itu disini".

Taeyong yang mendengar suara ribut didepannya bangun dan melihat Jaehyun tepat didepan wajahnya. Beberapa senti didepannya.

"Kau, sedang apa?".

Jaehyun menoleh ke Taeyong dan segera menjaga jarak. Dia menatap Taeyong kesal sampai-sampai mengepalkan tangannya.

"ADA JUGA AKU YANG TANYA ITU, KAU SEDANG APA?. KENAPA MALAH TIDUR!!!!?".

Jaehyun kesal tapi dia tidak bisa berteriak ke Taeyong karena keadaannya sedang tidak menguntungkan. Dan lagi dibanding dia harus berkelahi dengan "Tuannya", lebih baik dia berpikir bagaimana cara agar tidak tertangkap.

Taeyong menatap Jaehyun beberapa saat berusaha memahami situasi yang ada. Akhirnya dia menepuk bahu Jaehyun dan turun dari kasur UKS.

"Kau diam disini biar aku yang urus".

Taeyong keluar meninggalkan Jaehyun disana dan bertemu beberapa orang didalam UKS.

"Kalian sedang mencari apa?".

"Heh, Taeyong. Apa kau melihat si pecundang Jaehyun kearah sini?".

"Hah?!, siapa?. Aku tidak melihat siapa pun, dan lagi aku sedang tidur tadi karena kalian aku jadi terbangun".

"Kalian semua harus bertanggungjawab".

Taeyong mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan segera memakainya di tangannya. Iya dia memakai Knuckle di kedua tangannya.

"MAJU LU SEMUA!, biar gua hajar satu-satu".

Semua yang ada di UKS terkejut dan juga ketakutan, termasuk Jaehyun.

Suara berat Taeyong membuat semuanya perlahan mundur satu persatu dan meninggalkan UKS.

Fyuh~

"Payah, merepotkan saja".

Taeyong melepas Knuckle ditangganya dan memasukkannya kembali ke dalam saku celananya.

Dan menunggu Jaehyun keluar dari "Tempat persembunyiannya". Jaehyun mengintip sedikit dan melihat Taeyong yang sedang berdiri didepannya. Sendirian.

"Apa sudah aman?".

"Sudah tidak ada orang lain lagi, hanya kau dan aku".

Jaehyun keluar dan berjalan menghampiri Taeyong, untuk sekedar berterima kasih lalu pergi.

"Terima kasih, aku akan pergi sekarang".

"Ey, apa-apaan kau ini. Mana boleh pesuruh meninggalkan Tuannya begitu saja".

Jaehyun menghela nafas berat, dia tau kalau keputusannya tadi memang keputusan yang salah.

Taeyong memandang wajah lesu Jaehyun dan hanya tersenyum tipis didepan Jaehyun yang sedang merunduk.

"Kita mulai dari mana ya?. Oh iya, nama Tuan mu ini adalah Lee Taeyong".

"Kau sendiri siapa?".

"Aku Jaehyun, Jung Jaehyun pesuruh mu".

TBC

Scommessa | JaeYongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang