06

901 77 0
                                    

Jam pulang sekolah sudah semakin dekat, dan semua siswa bersiap untuk pulang begitu juga dengan Jaehyun.

"Apa kau mau langsung pulang?".

Taeyong melirik Jaehyun sedang sibuk merapikan bukunya dan memasukkannya kedalam tas.

"Iya, kau sendiri mau kemana?".

Taeyong terlihat sedikit berpikir saat Jaehyun menanyakan itu.

"Entahlah, aku juga belum tahu. Hey, Jaehyun kau mau berjalan-jalan sebentar?".

"Tapi aku tidak bisa".

"Sudah, ikut saja hanya sebentar kok".

Jaehyun hanya bisa menganggukkan kepalanya, kalau di ingat lagi dia kan sudah jadi pesuruh Taeyong. Dia tidak punya hak untuk membantah.

"Memang kau mau kemana?".

"Ke tempat yang menyenangkan?. Mungkin".

"Akh, sudah ikut saja".

Taeyong menarik tangan Jeahyun paksa karena Jaehyun terlalu lama, sedangkan Jaehyun hanya pasrah. Mau gimana lagi ㅠ.ㅠ

Ya ampun Lee Taeyong.

×××

Taeyong mengajak akh bukan tapi menyeret ㅠ.ㅠ Jaehyun sampai ke pusat kota.

"Jaehyun kau mau kemana?".

Mata Taeyong berbinar melihat gemerlapnya pusat kota. Dan lagi moodnya jauh lebih baik setelah pulang sekolah.

Dibanding itu, Jaehyun terlihat tidak terlalu senang. Dia hanya ingin pulang.

"Hey, Jaehyun!".

"Sesuka kamu aja lah, Taeyong. Aku cuma mau pulang :'( ".

Taeyong melirik Jaehyun dibelakangnya dan menguatkan pegangannya. Moodnya berubah lagi.

"Kamu bilang apa barusan!!!?".

Beberapa saat yang lalu mood Taeyong bagus dan sekarang jadi buruk karena Jaehyun. Jaehyun sedikit merinding setelah melihat mata Taeyong.

"Ng-nggak, ayo jalan. Mau kemana?".

Jaehyun berusaha menatap mata Taeyong langsung dan juga tersenyum semanis yang dia bisa. walaupun sedikit takut.

"Oke, kita ke mall sebentar. Aku mau mengubah mood dulu".

Siapa sangka kalau itu Taeyong sebenarnya moodnya mudah sekali berubah.

Dan disaat moodnya bagus dia terlihat manis walaupun kalo ngomong rada nyebelin.

"Iya, ayo kita kesana".

Dan lagi-lagi Jaehyun diseret Taeyong pergi, tapi kali ini bukan pergelangan tangan Jaehyun yang ditarik Taeyong.

Melainkan telapak tangan Jaehyun yang dia genggam erat. Dia mengubahnya disaat Jaehyun tidak sadar.

Agar tidak terkesan memaksa dan juga canggung.

×××

Mereka berdua masuk kedalam Mall, dia sana Taeyong mengajak Jaehyun ke beberapa tempat untuk memilih baju untuknya dan juga Jaehyun.

"Hey, Jaehyun. Aku penasaran soal kejadian tadi pagi".

"Soal tadi pagi?, yang mana?. Aku dikejar atau aku dipukuli?".

"Keduanya!, apa kau bisa menceritakan awal semua itu?".

"A-awal semua itu?".

Jaehyun terlihat sedikit gugup, Jaehyun tidak tahu kenapa tapi rasanya sedikit memalukan bercerita didepan Taeyong.

"Kau kenapa?, tidak mau cerita?. Ya sudah tidak apa-apa".

"Aku akan menunggu sampai kau mau cerita".

Taeyong jalan perlahan meninggalkan Jaehyun yang sedang dia tersipu karena malu.

Kenapa dia harus begitu, bagaimana pun dia sudah terikat dengan Taeyong. Dan harusnya dia berkata jujur ke Taeyong.

Karena cuma Taeyong yang mau menolongnya. Dan mau menerimanya sebagai teman(?)

"Taeyong aku akan cerita semuanya. Tapi berjanjilah kau tidak akan memarahiku".

Taeyong menoleh dan tersenyum ke Jaehyun.

"Baik, aku janji".

TBC

Scommessa | JaeYongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang