Jungkook, Hoseok, Yeonjun dan Yoongi masuk kesebuah restoran cepat saji.
"Hyung duduk disebelah ku saja yaaaa!" Yeonjun menarik kursi disebelahnya untuk ditempati oleh Hoseok.
Hoseok yang melihat Yeonjun sangat antusias mengangguk dengan senyum mataharinya. Membawa badan berisinya untuk duduk dikursi bersebelahan dengan pemuda tanggung tersebut.
"Jun, kau akan membuat kelinci bongsor cemburu nanti" celetuk Yoongi.
Jungkook yang disinggung hanya memberengut lucu. Meja bundar restoran itu diisi untuk empat orang, Yoongi duduk disebelah kanan Hoseok, Yeojun di kiri, dan Jungkook yang merengut duduk berhadapan dengan Hoseok.
"Hoseok?"
Suara dalam milik seorang pemuda senyum kotak mengalihkan atensi Yoongi dan Yeonjun yang sedang tertawa karena mengusili Jungkook.
Taehyung berdiri tidak jauh dari meja pelanggan Hoseok dan yang lain.
"Hai Tae," sapa Hoseok hangat.
Flashback.
Hoseok merasa gelisah malam ini, dia tidak bisa tidur nyenyak. Pikirannya hanya tertuju pada satu orang.
"Kookie," Hoseok menggoyangkan pelan lengan Jungkook, yang tertidur nyenyak disebelahnya.
"Hmm kau butuh sesuatu?" Jungkook setengah membuka matanya.
"emm aku mauㅡ" Hoseok menggigit bibirnya ragu. Jungkook akhirnya membuka mata sepenuhnya saat Hoseok tidak bersuara.
"apa kau akan memberikan yang aku mau?"
"tentu, apa dia ingin sesuatu?" dia yang dimaksud adalah sang jabang bayi.
Akhirnya Hoseok mengungkapkan apa kemauannya.
"apa harus?" Hoseok mengangguk menjawab pertanyaan Jungkook.
Jungkook menghela nafas. Dengan berat hati menghubungi Namjoon.
'Ya Kook?'
"Hyung maaf mengganggumu malam-malam, apa aku bisaㅡ"
Taehyung dan Irene berdiri didepan pintu flat sederhana.
"Tae, apa Hoseok oppa baik-baik saja?" tanya Irene.
Taehyung tau kekasihnya mengkhawatirkan Hoseok. Jungkook tiba-tiba menghubunginya, mengatakan kalau Hoseok membutuhkan bantuannya.
Jungkook juga menjelaskan sedikit tentang kondisi Hoseok yang sekarang sedang hamil besar. Tentu saja Taehyung terkejut, dan Irene yang saat itu mendengarkan obrolan Taehyung dan Jungkook juga merasa khawatir.
Irene tau kehamilan untuk seorang pria sangat rentan. Dia memutuskan untuk ikut bersama kekasihnya.
Jungkook mempersilahkan Taehyung dan Irene masuk, disofa ruang tengah sudah ada Hoseok yang juga menunggu Taehyung.
"Taehyungie~" mata Hoseok sudah berkaca-kaca saat melihat Hoseok.
Taehyung menatap Irene yang berdiri disebelahnya, meminta izin tanpa suara lewat tatapan matanya. Irene mengangguk dengan senyum diwajahnya.
Permintaan Hoseok malam itu, tidur dengan Taehyung yang menemaninya. Membuat hubungan antara Taehyung, Irene, dan Hoseok membaik.
Keculi seseorang yang sepertinya masih cemburu dengan kedekatan Taehyung dan Hoseok.
Jungkook masih terus menekuk wajahnya, menatap kesal interaksi antara Hoseok dan Irene. Bukan hanya Taehyung yang menjadi penghalang, tapi gadis cantik yang sedang mengusap perut buncit Hoseok.
Taehyung dan Irene memutuskan untuk bergabung bersama Hoseok dan yang lain, Yeonjun dan Yoongi tentu saja tidak keberatan.
"Jungkook-ssi apa ada yang mengganggu pikiranmu?" suara Taehyung memecah lamunan Jungkook.
'kau dan kekasih mu yang menggangguku!' batin Jungkook.
Pemuda tampan dengan senyum kelinci tersebut hanya menggeleng dengan senyum kecil. Teringat tujuan awalnya mengajak Hoseok dan yang lain makan malam bersama, seketika Jungkook melupakan kekesalannya.
Jungkook kemudia berdiri dari kursi, menghampiri Hoseok dikursi lainnya. Berlutut tepat disamping sang pemuda manis. Mata tupai Hoseok berkedip bingung.
"kook-" ucapan Hoseok terpotong, tergantikan dengan wajah terkejutnya saat Jungkook mengeluarkan sebuah kotak bludru kecil dari saku jaketnya.
"Jung Hoseok. Aku tidak tau apa aku masih pantas diterima sebagai pendamping hidupmu. Jujur aku tidak tau merangkai kata-kata romantis, tapi aku Jeon Jungkook, bersediakah kau menikah denganku?"
Yoongi dan Yeonjun mati-matian menahan tawa melihat wajah Jungkook yang memerah padam. Pemuda kelinci tersebut seperti sangat malu. Sedangkan pasangan Taehyung Irene tersenyum saat melihat lamaran Jungkook.
Ya. Jungkook melamar Hoseok, didepan semua orang yang memandang mereka gemas.
Hoseok dan mood kehamilannya sangat sensitif. Meneteskan air mata melihat orang yang selama ini diam-diam dicintai, melamarnya dengan berani dihadapan semua orang. Tidak ada keraguan, tidak ada alasan untuk kata tidak. Hoseok menganggukkan kepalanya.
"ya, aku bersedia" menjawab dengan tekad bulat, menerima lamaran dari Jungkook.
Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada lamaranmu diterima oleh seseorang yang sangat kau cintai. Cincin besi putih sederhana kini terselip di jar-jari lentik Hoseok.
Malam ini, kisah cinta mereka telah berakhir bahagia.
Menghabiskan malam dengan orang-orang terdekat, dan seseorang yang kau cintai. Hoseok bahagia, Jungkook bahagia saat kekasihnya juga bahagia. Tidak ada ragu lagi, perasaan mereka telah menyatu satu sama lain.
Tuhan selalu memberi kesedihan dan kebahagiaan itu dengan porsi sama adil.
Tapi malam ini, keadilan itu tidak berlaku pada mereka yang telah menetapkan hati mereka.
Saat mereka sudah selesai, mereka memutuskan pulang. Berpisah dengan pasang Taehyung dan Irene yang sama bahagianya saat melihat lamaran Jungkook yang diterima. Yeonjun dan Yoongi yang lebih dulu jalan, membiarkan Hoseok yang merangkul tangan Jungkook.
Rangkulan yang sangat erat.
Tidak seharusnya Hoseok melepaskan tangan Jungkook. Tidak peduli apapun alasannya, sekalipun karena niat baik Jungkook yang ingin memberi seorang pengemis diseberang jalan tersebut, sedikit uang yang dia punya.
'mereka juga harus merasakan kebahagiaan yang kurasa'
Dunia Hoseok runtuh, hancur.
Perutnya tiba-tiba saja mengalami kontraksi. Ini belum waktunya, tapi Hoseok rasa bayinya akan keluar.
Pendengarannya tuli saat sebuah mobil melaju, dan menghantam tubuh tegap yang selalu memeluknya tiap malam. Darah mengalir dari kedua kakinya. Bayinya lahir prematur! Yoongi memeluk tubuh berdarah Jungkook, sedangkan Yeonjun menahan tubuh Hoseok yang mulai limbung.
Gelap. Hampa yang Hoseok rasa,
Satu yang ada dipikirannya sekarang, Jungkooknya. Dia mau Jungkooknya selamat.
***
Seharusnya ini update 2 hari yang lalu :( tapi hp aku rusak jadi telat :(
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay - Kookhope -
Fiksi PenggemarJeon Jungkook, tidak tau apakah ini sebuah takdir yang baik atau buruk untuknya. Andai saja, malam itu dia tidak pergi untuk makan bersama Park Jimin temannya. Andai saja, dia langsung pulang tanpa mempedulikan seorang namja manis yang mabuk sendiri...
