Sider bisulan
🕊🕊🕊
Jam pelajaran keempat, guru tengah menerangkan tentang sejarah indonesia yang panjangnya melebihi riwayat hidup gue. Haha. Dan pastinya cuma bisa diinget pas pelajaran doang, kesananya dah gak inget.
Tetapi, kenapa pas ulangan suka ilang ilmunya?
Why gitu loh?
Beralih ke bangku ke dua dari belakang. Ivy sama Sasha lagi sibuk nulis apa yang guru terangkan. Ralat... Cuman Sasha doank yang jadi anak rajin.
Ivy? Dia malah bengong entah masuk atau tidak itu pelajaran.
"Sha!" Cicit Ivy pada Sasha yang lagi sibuk ngasah otak.
"Sha... Budek lo!" Sergah Ivy geram. Sasha hanya bisa berdehem.
"Anter gue ke WC yuk? Suntuk banget nih" Ivy memanyunkan bibirnya. Tidak ada respon sama sekali dari Sasha.
Anak itu terlalu rajin dan Ivy eneg liat anak yang terlalu rajin, lebih pinter darinya.
"Bu, "Ivy mengangkat tangannya tinggi-tinggi menarik atensi seisi kelas. Ibu yang tengah mengajarinya berhenti.
"Ada apa, Vy?" Tanyanya halus. Dikit garang lah.
"Izin ke WC Bu, alam memanggil"
"Hmm, jangan lama" ucap ibu lalu melanjutkan pelajarannya. Ivy menarik tangan Sasha untuk ikut.
Ivy mengambil kunci WC di rak penyimpanan, ia hendak pergi keluar kelas namun salah satu murid nyinyir membuat Ivy geram.
"Kok berdua? Cuman ke WC aja musti berdua, gak bakal sesat kali"
"Iya, gue takut sesat kek jalan hidup lo sesat mulu" ketus Ivy membuat seisi kelas cekikikan bahkan Ibu yang lagi nerangin pun berbalik menatap Ivy dan Salma bergantian. Cewek nyinyir banget.
Ivy melanjutkan langkahnya menuju WC dengan Sasha.
"Vy, omongan lo sarkatis banget"
"Bodo. Kagak gua pikirin" Ivy sudah masuk kedalam WC dan Sasha nunggu diluar. Selagi nunggu Ivy keluar, Sasha pergi berjalan lebih dalam kearah lorong dekat WC.
Suara bisik-bisik terdengar si telinga Sasha. Sasha kepo, dia berjalan menuju bisikan setan... Bisikan orang yang entah lagi ngapain.
"Lah, itu kan si lonte jual murah ngalahin cabe pasaran?" Ucap Sasha berbisik. Dia melihat dua orang adek kelas laki sama perempuan.
Rumornya perempuan adek kelas yang putih cantik itu suka jual murah sama cowok jadi seantero sekolah suka neriakin dia lonte.
"Wah, kalau si Ivy tahu bakal berisik nih. Huaa--" Sasha berbalik dan terkejut ketika Ivy tiba-tiba ada dibalakangnya. Sasha mengelus dadanya.
"Bangke, gua terkejut"
"Ngapa lo?" Ivy mengernyit, mimik yang di buat Sasha mencurigakan dan Ivy mengayunkan kakinya melihat apa yang Sasha tadi liat.
Matanya membulat sempurna dan mulutnya menganga.
"Omaygot! Ini big news"
"Vy, diem. Kalau ketahuan gimana?" Sasha membekap mulutnya Ivy lalu sang empu menggeplak tangan Sasha.
"Hehehe.... Yang kayak gini nih tuhan biarin gue idup" seringai licik Ivy muncul. Tangannya digosokkan didepan dadanya. Sungguh, manusia paling biadab.
"Vy, dosa nguping" Sasha mengingat sambil celingukan takut ada orang lain.
"Diem lo, situasi kayak gini jangan omongin dosa. Entar lagi adzan dhuhur, kita sholat lalu gosip"
"Ya Tuhan, kapan hamba punya teman penganut ajaran sesat?" Sasha bersimpuh berdoa. Betapa kejamnya dunia membiarkannya mempunyai teman yang begitu ajib begini.
***
Bel istirahat berbunyi tepat untuk melakukan ria-ria berisik mengundang komentar pedas dari kelas.
Wadidaw, paling enak kalau dikasih asupan bacotan frontal, bagi girls squad yang berisi enam member itu adalah ujian.
Ujian kesabaran!
Ivy udah misuh-misuh dari tadi pengen omongin apa yang dia lihat sama Sasha. Pokoknya musti disebarin nih.
Hah, dasar tuh anak emang ya bibirnya silet banget.
"Guys, kabar bagus nih" Sasha hanya bisa menghela napas berat. Kecewa ikut ke WC sama Ivy tapi, kalau ngga ikut dia ketinggalan berita.
"Apaan? Jong-in putus sama Jennie?" Meta yang bicara. Saat itu jamannya Kai–EXO dikabarkan kencan dengan Jennie—BP, jadi Meta suka ngarep banget hubungan mereka longgar.
Dasar bucin.
"Bukan otan. Inimah berita paling menggelegar" Ivy mulai menceritakan apa yang dia lihat di WC tadi dengan heboh dan jingkrak-jingkrak kek orang sinting.
"WHAT THE?" Teriak mereka membuat Ivy sama Sasha harus menutup telinganya.
"Serius?" Kompak mereka lagi.
Ivy sama Sasha mengangguk. Mereka semua melotot tidak percaya. Sungguh punya mata dimana-mana itu menguntungkan.
Apalagi mata Ivy sama Sasha itu tajem bener segala lubang semut yang lagi kawin aja tahu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Girls Squad [HIATUS]
HumorIni cuman kumpulan short stories, yang sebenarnya kejadian disini itu banyak yang asli tanpa rekayasa. Yah mungkin dikit-dikit dilebihin lah. Kehidupan keenam orang di sekolah SMA, dari humor mereka sampai kesetian persahabatan mereka diuji. So, s...