COMPLETED✅
MATURE CONTENT!!!
Harap bijak dalam memilih bahan bacaan!!!
"Ini akan terasa sangat menyenangkan, menghabiskan waktuku untuk mendapatkanmu."
‼️Disarankan untuk membaca "My Seesaw & My Mi Casa" terlebih dahulu‼️
Gimana gimana? Seneng ga dapet notifnya? Hehehe... Because I woof you.
Vote dan komentarnya jgn lupa yaa. Selamat membaca
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Previous story: Pintu masuk apartment Sunny baru saja berbunyi, pertanda bahwa ada orang lain yang berhasil mengaksesnya dan berhasil masuk.
Sunny menghentikan aktifitasnya dan mencoba untuk mendengar gerak-gerik dari orang yang saat ini sedang menutup pintu masuk itu kembali.
Jantung Sunny dengan langsung berpacu dengan cepat. Dia tau pasti siapa yang mengakses pintu itu karena selain dirinya, satu-satunya orang yang mengetahui kode dari apartmentnya adalah,
"Julian?"
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Sunny kepada Julian.
"Mengunjungimu."
"Apakah kau sudah gila?"
Julian masih berdiri dengan tegapnya menatap Sunny dengan dalam. Tidak memberikan jawaban apa-apa.
Sialan sialan sialan. Sunny sudah mengganti password pintu masuk apartmentnya tapi ternyata Julian masih bisa menebak password barunya dengan mudah.
Melihat sneaker hitam yang terletak disamping tempat sepatu tepat disisi pintu masuk itu membuat Julian tau bahwa ada seseorang disini selain Sunny.
Melihat Julian menyadari hal itu membuat Sunnny dengan langsung membuka suaranya. "Kau tidak seharusnya berada disini." Sunny mengucapkan hal itu dengan nada yang tegas tapi dengan volume yang tidak terlalu besar.
"Why? Apakah karena kekasihmu ada disini?"
Sunny menghembuskan nafas tidak percayanya mendengar omong kosong Julian itu.
"Tentu saja!"
"Good. I wanna meet him."
"Apakah kau sudah gila?" kali ini Sunny mengucapkannya sembari mendorong tubuh Julian agar keluar dari apartmentnya yang langsung ditanggapi Julian dengan memegang kedua tangan Sunny.
"Berhentilah berbohong padaku Sunny."
"Lepaskan!" Sunny berusaha mengucapkan perintah itu dengan nada yang sekecil mungkin. Dia benar-benar berada dalam posisi yang tidak menguntungkan saat ini. Memikirkan apa yang akan terjadi jika Jungkook keluar dari kamar mandi dan bertemu Julian membuat pikiran Sunny semakin kacau. Tentu saja kebohongannya akan terbongkar. Dan itu berarti bahwa Julian menang. Julian akan berpikir bahwa Sunny masih memiliki rasa kepadanya sehingga harus mengatakan kebohongan.
"Kau masih sama seperti dulu Sunny, dan aku bisa membacanya dengan mudah. Kau tidak akan semudah ini melupakanku karena begitupun diriku." Julian mengucapkan hal itu sembari menarik kedua tangan Sunny sehingga tubuh mereka semakin merapat.