Selamat membaca Pinkish...
•
•
•
"Aku mencintaimu Jungkook... Aku harap itu bukanlah kalimat terburuk yang bisa aku ucapkan."
Jungkook sempat terdiam mendengar kalimat yang Sunny katakan. Sebelum akhirnya tersadar dan dengan langsung menepis air mata yang masih menetes di pipi Sunny dan memberikan kecupan-kecupan singkat di kedua pipi Sunny. Jungkook bahkan mengecup kedua mata Sunny secara bergantian dan mendekapnya dengan erat.
Kalimat yang Sunny berikan itu adalah kalimat yang sangat berarti bagi Jungkook. Sunny mungkin pernah mengatakan kalimat sakral itu, tapi tidak dalam keadaan sadar.
Dan saat ini... Sunny benar-benar mengatakannya dengan pasti. Walau kalimat itu tidak memperjelas status hubungan mereka saat ini, setidaknya Jungkook tau bahwa mereka benar-benar memiliki perasaan yang sama. Dan untuk sekarang, hal itu sudah lebih dari cukup.
***
"Aku sudah berjanji untuk tidak membuatmu menangis. Tapi ternyata aku melakukannya. Maafkan aku." Ucap Jungkook yang saat ini memeluk Sunny di dalam pelukannya.
Entah sudah berapa lama mereka dalam posisi ini, duduk di atas sofa dengan Sunny yang berada didalam pangkuannya – melingkarkan kedua tangannya dipinggang Jungkook. Hal yang membuat Jungkook merasa seperti mengalami Dejavu karena dia pernah berada di dalam posisi seperti ini bersama Sunny.
"Mungkin kita pernah membahas ini, tapi aku rasa aku harus menjelaskannya dengan lebih rinci." Lanjut Jungkook yang mengangkat dagu dan menyandarkan dipucuk kepala Sunny.
"Pekerjaanku adalah beban bagi setiap hubungan yang akan aku jalani. Entah itu hubungan percintaan maupun hubungan pertemanan." Jungkook mulai menjelaskan kehidupan pekerjaannya dengan harapan agar Sunny bisa lebih mengerti.
"Siapapun orang yang terlihat bersamaku akan mendapatkan serbuan dari penggemar-penggemarku yang menginginkan informasi pribadi yang lebih mengenai diriku. Mereka akan menerima pesan yang sangat banyak dari penggemarku. Dan hal terakhir yang aku inginkan adalah mengusik kehidupan mereka karena statusku sebagai seorang idola." Jungkook menarik nafas dalam dan menghembuskannya.
"Salah satu temanku yang terlihat bersamaku pernah mengirim pesan kepadaku. Dia memintaku untuk melakukan sesuatu kepada penggemarku karena dia tidak menyangka penggemarku bisa segila itu. Selain dia harus mengunci akun sosialnya, dia juga dikejutkan dengan penggemar yang tiba-tiba menemuinya di toserba dekat rumahnya hanya untuk menanyakan tentang diriku.
Dan itu tidak hanya sekali. Bahkan rekan kerjanya pun kerap kali menanyakan hal-hal tentang diriku dan memaksanya untuk memberikan nomor telefonku." Jelas Jungkook yang membuat Sunny semakin mengeratkan pelukannya.
"Itulah alasan mengapa aku tidak bisa menjalani pertemanan dengan orang biasa." Jungkook memejamkan matanya untuk beberapa saat sebelum kembali berucap. "Diantara member BTS lainnya, mungkin aku adalah orang yang paling jarang bermain dengan telefon genggamku, karena tidak peduli berapa kali aku mengganti nomor telefonku, atau berapa banyak telefon genggam yang aku miliki, selalu ada penggemar yang mengetahui nomor telefonku karena mereka kerap kali melakukan panggilan telefon dengan nomor yang berbeda-beda. Karena itu aku selalu datang begitu saja untuk menemuimu tanpa mengabari terlebih dahulu. Karena aku tidak selalu memegang telefon genggamku."
Sunny hanya bisa menyimak,membiarkan Jungkook mengungkapkan hal-hal yang tidak diketahuinya.
"Sebelum aku bertemu denganmu, aku selalu menghabiskan waktu bermain game di depan komputer. Karena hanya disanalah aku bisa menjalani kehidupan yang normal, tanpa orang-orang tau bahwa aku adalah member BTS. Mungkin ini terdengar lucu, tapi aku menikmatinya. Karena hanya disana aku bisa berkomunikasi sebagai anak muda pada umumnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
MY TIMELESS TIME || JUNGKOOK BTS
FanfictionCOMPLETED✅ MATURE CONTENT!!! Harap bijak dalam memilih bahan bacaan!!! "Ini akan terasa sangat menyenangkan, menghabiskan waktuku untuk mendapatkanmu." ‼️Disarankan untuk membaca "My Seesaw & My Mi Casa" terlebih dahulu‼️
