13

112 22 1
                                    

Hari ini ahjumma mengajak Yerim untuk berbelanja beberapa kebutuhan rumah untuk satu bulan. Tidak lupa ahjumma juga mengajak Yerim untuk melihat baju-baju yang bagus. Yerim terlihat bahagia saat melihat baju-baju tersebut dan sesekali ia mengambil baju itu dan berdiri di depan kaca untuk menyobanya.

"Siapa yeoja cantik ini, kau terlihat sangat cantik jika memakai baju itu, Wang Yerim"

"Iya ahjumma, tapi belinya kapan-kapan saja kalau Yiren unnie sudah punya uang"

"Kalau Yerim mau beli sekarang tidak apa, bibi masih punya uang kok"

"Tidak usah bibi, aku juga tidak terlalu membutuhkan baju ini"

Yerim tersenyum mencoba meyakinkan sang bibi. Ahjumma hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Yerim dengan penuh rasa sayang.

"Yerim-ah, bagaimana kalau kita beli es krim, aku mau?"

"Mau"

"Baiklah, ayo?"

Yerim mengembalikan baju tersebut dan pergi untuk membeli es krim kesukaannya. Setelah 3 menit mengantri, ahjumma datang dengan membawa es krim vanilla kesukaan Yerim.

"Ini untuk keponakkan bibi tersayang"

"Terima kasih, bibi"

Muncullah ide jahil Yerim, dengan iseng ia membuat bibir bibi penuh dengan es krim dan segera berlari untuk menyelamatkan diri dari sang bibi.

"Wang Yerim jangan lari? Wang Yerim?"

Ahjumma terkejut saat melihat Yerim tidak sengaja menabrak seseorang dan membuat bajunya terkena noda es krim vanilla miliknya. Yerim yang merasa bersalah hanya membelakkan matanya terkejut sambil menunduk.

"Maafkan say-, eomma?"

Ucapan Yerim membuat yeoja itu menoleh dan dengan ekspresi yang sama mereka saling menatap satu sama lain dengan ekspresi terkejut.

"Eomma?"

Yeoja yang dipanggil eomma itu tidak merespon ucapan Yerim dan segera pergi darisana. Meninggalkan Yerim yang kebingungan. Saat Yerim hendak untuk mengejarnya namun tangan bibi menahannya.

"Sudahlah, ayo kita pulang"

"Tapi bibi itu tadi-"

"Wang Yerim, ayo kita pulang?"

Dengan perasaan kecewa, Yerim pulang dengan wajah yang menunduk dan sedih.

**********

Seperti yang dibahas Chaewon dan Yiren sebelum berangkat berkemah dulu. Yiren memutuskan untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Namun harus diadakan seleksi untuk menemukan murid yang benar-benar pantas untuk lomba nantinya.

"Aku takut Chaewon-ah"

"Wae? Kau hanya perlu masuk lalu kerjakan beberapa soal dengan baik lalu pulang. Selesai"

"Gampang sekali kau bilang gitu"

"Iyalah, kan aku tidak ikut lomba hahaha.."

Chaewon tertawa dengan puas melihat wajah sahabatnya yang sedang tersiksa karena akan mengikuti ujian untuk seleksi lomba cerdas cermat nantinya.

"Wang Yiren? Kim Chaewon?"

"Lee Felix?"

Seketika Chaewon yang tadinya tertawa terbahak-bahak berubah menjadi anggun dan tersenyum kearah Felix.

"Kalian ikut seleksi juga?"

"Sebenarnya yang ikut hanya Wang Yiren, aku hanya tim suksesnya saja"

Truth • [ Jinyoung - Yiren]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang