Gemericik gerimis hujan dipelupuk matamu
Membasahi tanah-tanah rindu di hatimu yang gersang
Paras awan hitam membuncang dilangit siang
Getar gemuru pertir bersautan pada datak jantung
Angin mepora-porandakan kesunyian yang mencekamPuan,
Air matamu kini menggenang menjadi lautan duka
Menenggelamkan ku disamudra yang terdalam
Menghentakan ku dikarang kediaman yang kelam
Retak dan berserakan hatiku tanpa senyum dibibirmu puan
Hanya ada wajah pucat disudut keindahan yang fanaPuan,
Jangan kau terus bersedih merintih dalam tangisan
Mencekit setiap denyut nadi mencurahkan tetes air mata
Kini kilas nur tertutupkan awan muram dihatimu puan
Aku terinjak pada atma duka lara yang tiada berpulang
Asa ku terpedar pada pancar rona yang kian memudarPuan,
Tangisanmu hanya akan menjadi duka yang mendalam
Tentang perpisahan silam, semua tak bisa terobatkan
Sebelum hatiku berpulang pada naungan pelukmu puan
Tak hentinya aku mendo'akan agar puan selalu bersabar
Pada jarak membentang memisakan ruang kesunyianBerharap bedai segera berlalu agar pelangi terbit dimatamu
Aroma bahagia semerbak disetiap hela nafasmu puan
Biarkan waktu memacu dengan cepat seirama dengan detak jantungmu yang bergejolak, dan rindu kian berteriak
Akan kusuarakan do'a-do'a disetiap bait aksara jiwa.•••••
[ 24 Januari 2020 ]
𝐋𝐢𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐚
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulan Yang Aku Rindu
General FictionSebuah cerita tentang dua insan manusia yang diuji oleh Hijrah, dan kisah jarak jauh. Komplik hati dan raga tertuang dalam sebuah sajak. Nantikan cerita rumitnya hidup akan sebuah cinta.