01 - Gelang

2.8K 127 0
                                        

"Kak Wildan aku udh selesai main sepeda nya, nih gantian" kata Ricis

"Kita naik sepeda bareng aja yuk, aku yg nyetir" ucap Wildan. Sepedanya itu yg kecil itu ya ges yg belakangnya ada tempat duduk

"Emng kakak bisa goncengin aku?" Tanya Ricis

"Bisa dong, aku kan kuat" jawab Wildan

"Yaudh ayo kita beli eskrim disana" kata Ricis. Ia pun naik

Selama bermain sepeda mereka bernyanyi-nyanyi, tertawa-tawa, dan yg lainnya

"Tunggu disini ya aku beli eskrimnya dlu" kata Wildan. Ricis pun mengangguk

Wildan pun membeli eskrim itu, beberapa menit Wildan kembali membawa 1 eskrim

"Loh ko cuman 1 eskrimnya?" Tanya Ricis

"Habis cis, ini tinggal satu-satunya" kata Wildan

"Yahhh trus gmna" ucap Ricis sedih

"Jngn sedih, ini buat kmu aja" kata Wildan

"Tpi kejar aku dlu" sambung Wildan berlari ke tempat duduk ditaman

"kak wildan sini eskrim aku" ucap Ricis berlari mengejar Wildan

"Iya nih aku kasih" jawab Wildan

"Makasih kak, kakak baik banget" ucap Ricis senang

"Aku akan buat kmu merasa senang Ricis" ujar Wildan

Ricis hanya tersenyum sambil memakan eskrimnya

"Ricis aku pngn kmu selalu seperti ini yah, jngn pernah berubah" ucap Wildan lalu ia mengambil bunga mawar kecil, dan ia selipkan di kerudung Ricis

"Iya kak wildan, aku ga akan pernah berubah, mksih bunganya, bunganya cantik" kata Ricis sambil memegang bunga yg ada di kerudungnya itu

"Kmu tau ga siapa yg paling cantik selain bunga ini?" Tanya Wildan

"Siapa" Kata Ricis

"Kmu" ucap Wildan

"Ahhh kakak, mksh udh mau jdi sahabat aku kak" ucap Ricis sontak memeluk Wildan

Gpp ya ges mereka pelukan, kan mereka msih kecil, belum ngerti apa-apa

"Oh iya, aku ada sepasang gelang nih, kmu pakai gelang ini ya, jngn sampai lepas" ucap Wildan memberi gelang kpda Ricis lalu memakaikannya

"Ini buat apa kak?" Tanya Ricis

"Klo misalnya kmu ataupun aku yg lgi kangen, kmu liat aja gelang ini" kata Wildan tersenyum

"Aku janji ga akan melepaskan gelang ini" kata Ricis

"Kmu pasangin ke kakak dong" ucap Wildan lalu Ricis memasangkan gelangnya ditangan Wildan

"Kakak juga jngn pernah lepasin gelang ini ya" kata Ricis

"Kakak janji ga akan lepas gelang ini" ucap Wildan tersenyum

"Aku sayang kmu Ricis, jngn pernah berubah tetap jdi Ricis yg aku kenal" Wildan membalas pelukan Ricis

"Iya kak wildan aku janji" ucap Ricis

"Yaudh pulang yuk dah malem, nnti ibu nyariin" kata Wildan

"Ayo kak" kata Ricis. Dan mereka pun pulang dengan membawa sepedanya, Wildan kembali menggoncengi Ricis.
.
.
.
"Assalamualaikum" ucap Wildan dan Ricis masuk kerumah

"Waalaikumsalam, dari mana kalian" jawab bang Aryesh

"Abang, tdi aku dibeliin eskrim sama kak Wildan" kata Ricis

"Oyah, makasih ya Wildan" kata Aryesh

"Iya sama-sama bang, yaudh aku mandi dlu ya cis" ucap Wildan

"Iya kak" jawab Ricis

"Nah adek Abang yg cantik ini blum mandi kan?" Tanya Aryesh. Ricis menggelengkan kepalanya

"Sekarang mandi gih, bau tau" lanjut Aryesh

"Ihhh Abang..." Ricis merengek

"Hahaha maafin abang yahhh" ucap Aryesh

"Gendong aku" ucap Ricis cemberut sambil merentangkan tangannya

"Iya deh" ucap Aryesh lalu menggendong Ricis ke kamarnya

"Eh icis knp?" Tanya ibu Aisyah

"Gpp Bu, biasa nih manja sama abangnya" jawab Aryesh

"Oalah, icis udh makan belum?" Tanya ibu Aisyah

"Belum" jawab Ricis

"Makan gih, ada di meja makan tuh" kata ibu Aisyah

"Iya Bu, icis mau mandi dlu" ucap Ricis

Ibu Aisyah mengangguk, dan Aryesh kembali mengantarkan Ricis ke kamar

Next?

Vote & Coment!!!

Jodohku Sahabatku (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang