26 - Rumah Sakit

1K 138 23
                                        

"Dokter, suster tolong" teriak Ricis memanggil dokter

"Baiklah bawa dia ke brankar" ucap dokter disertai anggukan dari para suster

"Maaf mba silahkan menunggu diluar" ucap suster lalu menutup pintu UGD

"Kak Wildan" Ricis frustasi

"Sabar cis, kak Wildan pasti sadar" ucap Ella menenangkan Ricis

"Ada apa dek?" Tanya Aryesh yg tiba-tiba datang bersama Riri. Dan Andre juga sudah datang di samping Chacha

"Kak Wildan, ditembak bang, harusnya aku yg ditembak bukan dia hiks hiks..." Ucap Ricis menangis dipelukan Aryesh

"Jangan bicara seperti itu dek ini udah takdir" jawab Aryesh mengelus kepala sang adik

"Ricis" teriak mamah Aisyah yg tiba-tiba datang

"Mamah, maafin Ricis mah, harusnya bukan kak Wildan yg disana, harusnya Ricis yg ada di posisi itu hiks.." ucap Ricis sembari memeluk mamah Aisyah

"Kmu jangan seperti itu Ricis ini sudah kekuasaan dari Allah" jawab mamah

"Ini semua gara-gara kamu!" Ucap mamah sinis kepada ayahnya Wildan

Ayahnya Wildan hanya diam, ia merutuki kesalahannya sendiri.

Ceklek
Dokter pun keluar

"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya mamah khawatir

"Anak anda sekarang dalam masa kritis, karena peluru itu masuk ke dalam jantung, jadi sekarang ia sedang mengalami koma, dan kita hanya bisa mendoakan yg terbaik untuknya" jelas dokter. Yg lain hanya menggelengkan kepalanya

"Koma? Ga-ga mungkin" lirih Ricis

"Apa kita boleh masuk dok?" Tanya Aryesh

"Boleh, secara bergantian maksimal 2 orang" ucap dokter lalu pergi

"Mamah dan ayah aja dlu, Ricis belakangan" kata Ricis. Mamah pun mengangguk

Ceklek

"Hey jagoan mamah, kenapa kmu bisa kayak gini? Kmu sayang kan sama Ricis, kmu mau kan ngelindungin dia selamanya. Ayo sayang bangun! Mamah yakin kmu kuat menghadapi ini semua, kmu harus lawan masa kritis kmu Wildan" ucap mamah menangis

"Anak ayah, ayo bangun! Ayah tau kmu kuat! Maafin ayah ya nak, ayah tidak akan mengampuni keluarga Salsha itu, ayah akan membuat perhitungan dengannya. Maafin ayah selalu ngekang kmu, kmu pasti sembuh Wildan" dilanjut dengan ayah

"Ayo, kita bergantian dengan yg lain" ajak ayah, mamah pun mengangguk

Setelah itu disusul, Aryesh dan Riri, kemudian Ella dan Derry, Chacha dan Andre, Vazo dan Atika. Setalah itu, kini Ricis lah yg masuk ke dalam ruangan Wildan.

Ceklek

Ricis hanya menahan tangisannya, ia benar benar sakit sekali melihat orang yg dia sayang tergeletak parah di brankar rumah sakit, dengan semua alat yg menempel di seluruh tubuhnya.

"Kak wil..." Lirih Ricis, sontak ia langsung mengambil tangan Wildan

"Bangun,,, aku mohon, aku sayang sama kmu, aku ga mau kehilangan kmu, aku pengen kmu selamanya buat aku kak..."

"Apa kmu inget, saat kita kecil dlu, kita sering jalan-jalan bareng, kita masih sekecil itu kak" ucap Ricis tersenyum

Flashback on!

"Icis jalan-jalan yuk sama aku" ajak seorang anak kecil laki-laki, yg tak lain adalah Wildan

"Ayo kak" ucap Ricis antusias

Sesampainya di taman

"Kak, mau eskrim" ucap Ricis

"Oh mau, bentar yah aku beliin dlu" ucap Wildan Ricis pun tersenyum

"Nih eskrimnya" Wildan pun datang membawa 1 eskrim

"Loh! Punya kk mana?" Tanya Ricis

"Aku ga begitu suka eskrim cis, udh icis aja yg makan" ucap Wildan, Ricis pun mengangguk, dan memakan eskrimnya.

"Ayolah, makannya jangan belepotan dong, nih liat sampe kemana-mana" ucap Wildan ketika melihat mulut Ricis sudah dipenuhi eskrim yg berantakan

"Heheh, habisnya enak sih kak" cengiran andalannya pun dikeluarkan, sontak membuat Wildan mencubit pipi chubby nya itu

"Ih kk sakit tau" sang empu pun cemberut

"Ih lucunya" 2 kata keluar dari mulut Wildan, membuat Ricis semakin cemberut

"Jangan cemberut dong" ucap Wildan

"Aku sayang sama kmu, aku pengen sampe kita besar nanti, kita ga akan saling terpisahkan, aku akan menjagamu icis, aku ingin kamu bahagia, aku ga mau liat kmu sedih" ucap Wildan

"Iya kak, aku juga ga mau kehilangan kk, aku sayang kk" balas Ricis, sontak langsung memeluk Wildan, dan Wildan pun membalasnya dengan kasih sayang

Flashback off!

"Kk inget kan, kk ga akan pernah ninggalin aku, kk mau kan aku bahagia? Kk ga mau aku sedih kayak gini" lirih Ricis

"Kk lah kebahagiaan aku, kk yg bikin aku ga sedih, ayo bangun kak, aku mohon...bangun" kini Ricis tidak bisa menahan air matanya itu.

Seketika ada butiran air yg keluar dari sudut mata Wildan

"Aku yakin kk denger smuanya, aku mohon lawan penyakit ini kak, aku tau kk strong" ucap Ricis fake smile:)

"Aku akan menjaga kk sampai kk sembuh, aku harap aku bisa melihat kk bahagia disamping aku selamanya" tekad Ricis

"Aku pergi dlu" ucap Ricis sontak ia langsung memeluk Wildan

Dan Ricis pun keluar

"Aku mau ke kantin rumah sakit dlu" ucap Ricis dingin kepada semua orang

Hampir saja Aryesh ingin menyusul, tiba-tiba lengannya dicekal oleh mamah Asiyah

"Biarkan dia sendiri dlu nak, dia ingin memenangkan pikirannya" ucap mamah. Aryesh pun mengangguk.

Vote & Coment ges!
Gakuad oy ngetiknya:(

Jodohku Sahabatku (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang